ALLAH – ANTHROPOMORPHISME'anthropomorphisme' dari
ανθρωπος – "anthrôpos" (=
manusia) dan
μορφη - "morphê" (=
bentuk, wujud), dalam bentuk manusiawi, selanjutnya
'isme' adalah
faham, pengertian/ ajaran.
Pribadi Allah tidak dapat dikenal oleh manusia karena Dia sama sekali berbeda dengan manusia. Tetapi Allah berkenan untuk menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Gambar dan rupa yang diciptakan-Nya inilah yang dipakai Allah untuk menyatakan diri-Nya kepada manusia.
Alkitab adalah pernyataan Allah secara 'anthropomorf' (dengan bentuk manusiawi).
Dalam Alkitab Allah dikatakan mempunyai mata, telinga, mulut, tangan, bahkan Alkitab-pun menulis "wajah" Allah. Alkitab menulis pula sikap emosional Allah secara anthropomorf, misalnya Allah bersorak-sorak, dan bergirang, jemu, menyesal, dan seterusnya. Dengan demikian manusia dapat menangkap pernyataan Allah. Dengan sendirinya pula harus diingat bahwa ini semua dalam bentuk manusia dan "tidak tepat dengan keadaan Allah yang sebenarnya".
'anthropomorf' inilah yang memungkinkan kita manusia mengenal
Pribadi Allah secara
pribadi dimana pribadi Allah sebenarnya secara tepat tidak akan kita mengerti.
Namun Allah berkenan kita untuk mengenalNya dalam keterbatasan kita :
* Ayub 42:5
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.Contoh lain, kita mendengar dan membaca ungkapan "tangan Allah tidak kurang panjangnya untuk menolong kita." Apakah tangan Allah itu panjang sekali? Atau seberapa panjang tangan Tuhan? Tentu saja ini adalah salah bentuk gaya bahasa
'anthropomorf'.
Mari kita teliti satu ayat :
* Ulangan 9:10
LAI TB,
TUHAN memberikan kepadaku kedua loh batu, yang ditulisi jari Allah, di mana ada segala firman yang diucapkan TUHAN kepadamu di gunung itu dari tengah-tengah api, pada hari perkumpulan.
KJV,
And the LORD delivered unto me two tables of stone written with the finger of God; and on them was written according to all the words, which the LORD spake with you in the mount out of the midst of the fire in the day of the assembly.
Hebrew,
וַיִּתֵּן יְהוָה אֵלַי אֶת־שְׁנֵי לוּחֹת הָאֲבָנִים כְּתֻבִים בְּאֶצְבַּע אֱלֹהִים וַעֲלֵיהֶם כְּכָל־הַדְּבָרִים אֲשֶׁר דִּבֶּר יְהוָה עִמָּכֶם בָּהָר מִתֹּוךְ הָאֵשׁ בְּיֹום הַקָּהָל׃
Translit Interlinear,
VAYITÊN {dan Dia memberikan} YEHOVÂH {baca: 'adonây, TUHAN} 'ÊLAY {kepadaku} 'ET-SYENÊY {dua} LUKHOT {loh} HÂ'AVÂNÏM {batu} KETUVÏM {ia ditulis} BE'ETSBA' {dengan jari} 'ELOHÏM {Allah} VA'ALÊYHEM {dan ke atas kalian} KEKHOL-HADEVÂRÏM {segala firman} 'ASYER {yang} DIBER {Dia berfirman} YEHOVÂH {baca: 'adonây, TUHAN} 'IMÂKHEM {dengan kalian} BÂHÂR {pada gunung} MITOKH {di tengah-tengah} HÂ'ÊSY {api itu} BEYOM {pada hari} HAQÂHÂL {perkumpulan itu}Apakah Allah bener-bener punya jari? Dan berapakah jumlah jari Allah? Apakah jumlahnya sepuluh seperti jari manusia? Apakah Allah punya jempol, jari manis, kelingking, dan sebagainya?
Ditulis dengan jari Allah bukan berarti bahwa Allah memiliki jari seperti manusia. Ungkapan ini menggunakan istilah
'anthropomorf' Oleh karena itu kita akan menemukan banyak sekali ungkapan tentang Allah yang dianalogikan seperti manusia dalam Alkitab kita, seperti :
1. Wajah Allah – saya kutip hanya satu ayat -- (
פנים - PANIM, Bilangan 6:25),
2. Hati (
לב - LEV, Kejadian 6:6),
3. Mata (
עין - AYIN, 2 Samual 10:12),
4. Bibir (
שפה - SAFAH, Ayub 23:12),
5. Lidah (
לשון - LASYON, Yesaya 30:27),
6. Telinga, (
אזן - 'OZEN, 2 Samuel 22:7),
7. Hidung (
אף - 'AF, 2 Samuel 22:9),
8. Rambut (
שער - SE'AR, Daniel 7:9),
9. Tangan dan lengan (
יד - YAD +
זרוע -ZEROA, Ulangan 11:2),
10. Kaki (
רגל - REGEL, Keluaran 24:10),
11. Mulut (
פה - PEH, 1 Raja-raja 8:15),
12. Allah punya KANAN (
ימין -YAMIN, Ulangan 33:2) - KIRI (
שמאל - SEMOL, 1 Raja 22:19) - BELAKANG (
אחר - 'AKHAR, Kejadian 18:10).
13. Bahkan dikatakan pula tentang "sayap" Allah (
כנף - KANAF, Rut 2:12).
Manusia (yang percaya Tuhan) biar bagaimanapun akan memahami keberadaan Allah dengan kapasitas tempurung otaknya. Maka manusia hanya akan mengerti Allah sebagai penciptanya dengan memandang Allah dalam bentuk personifikasi (secara
'anthropomorf').
Personifikasi Allah yang dinyatakan, sebetulnya tidak berdampak buruk; malah inilah yang menuntun manusia lebih memahamiNya. Sebagai contoh Allah mempersonifikasikan diriNya dengan pengelihatan kepada Abraham Kejadian 18 : 2, Kejadian 17:1 dll. Dari situ Abraham menjadi lebih mengenal Allah. Dan terbukti iapun mewariskan kepercayaan yang disebut 'monoteisme Abraham' kepada 3 agama besar di dunia ini (Yahudi, Kristen dan Islam).
Yesus, Sang Firman
menjelma sebagai manusia adalah personifikasi Allah dalam wujud nyata, sama seperti manusia, berpribadi. Dari penyataanNya ini, kita, orang-orang percaya mengenal PribadiNya secara pribadi.
Amin
Artikel terkait :
Apakah Tuhan Bisa Dilihat Manusia?, di
apakah-tuhan-bisa-dilihat-manusia-vt16.htmlALLAH MENYESAL?, di
allah-menyesal-vt369.html#p786