SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Tue Jan 06, 2009 1:10 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: AGAMA KRISTEN DITEGAKKAN DENGAN PEDANG
PostPosted: Tue Oct 10, 2006 7:18 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
TUDUHAN :
Quote:
AGAMA KRISTEN DITEGAKKAN DENGAN PEDANG

a. Hukum perang yang tidak konsisten

Untuk itu perhatikan firman Tuhan kepada Musa dikaitkan dengan Hukum perang berikut ini:

“Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; dan setelah TUHAN, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka HARUSLAH engkau membunuh seluruh penduduknya YANG LAKI-LAKI dengan mata pedang. hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni di seluruh jarahan itu boleh kau rampas bagimu sendiri (Ulangan 20: 12-14)”

Selain itu perhatikan ayat berikut ini:

“Apabila dalam memerangi suatu kota engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka engkau tidak boleh merusak pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kau makan, tetapi batangnya janganlah kau tebang; sebab pohon yang di padang itu bukan manusia (Ulangan 20: 19-20)

Dari ayat di atas jelaslah bahwa Tuhan Allah melarang membunuh wanita, anak-anak, hewan dan menebang pohon, dalam suatu peperangan. Sungguh suatu hukum perang yang indah dan beradab. Tetapi apakah Tuhan Allah konsisten dengan hukum-Nya, atau justru Yoshua si pengganti Musa yang telah melanggarnya, ? Untuk itu perhatikan ayat berikut ini:

“Segera sesudah orang Israel selesai MEMBUNUH SELURUH PENDUDUK kota Ai di padang terbuka kemana orang Israel mengejar mereka, dan orang-oang ini SEMUANYA tewas oleh mata pedang sampai orang yang penghabisan…” Jumlah semua orang yang TEWAS pada hari itu, baik laki-laki maupun PEREMPUAN, ada 12.000 orang, semuanya orang Ai. Dan Yoshua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya. Hanya TERNAK dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israel, sesuai dengan firman Ttuhan (Yoshua 8:24-27)

“Dia (Yosua) tidak membiarkan apapun tetap hidup (Kitab-Yosua 10:28 )

Dari Kitab Yoshua di atas, jelaslah bahwa orang Israel dan Yoshua mengadakan pembantaian tidak saja kepada Kaum laki-laki kota Ai juga terhadap penduduk perempuannya, hal ini sesuai dengan firman Tuhan? Justru firman Tuhan ini bertentangan dengan firman Tuhan pada Ulangan 20: 12-14 di atas. Timbul pertanyaan dalam benak kita, apakah Tuhan tidak konsisten dengan hukum dan firman-Nya sendiri?

Yosua telah membantai penduduk Ai yang berjumlah 12.000 orang baik anak-anak dan wanita adalah sesuai dengan perintah Tuhan? Dan nyawa ternak lebih berharga daripada nyawa manusia khususnya anak-anak dan wanita. Sungguh sesuatu hal yang tidak dapat diterima secara rasio dan kemanusiaan. Ayat di atas juga bertentangan dengan ayat berikut ini:



JAWAB :


Tidak usahlah mengkritisi sesuatu yang juga ditulis dalam kitab anda.


Quote:
* Q.S. 2:191, "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir."

* Q.S. 4:89, "Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling [330]330, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,"

* Q.S. 4:91, "Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka."

* Q.S. 9:5, "Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang."

* Q.S. 33:26, "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan."



Menurut tafsiran, sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, maka Allah memerintahkan Muhammad untuk menghancurkan Bani Quraizhah (Ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka. Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan.

Apa bedanya dengan "Licence to kill" bagi Yosua ?


TUDUHAN :
Quote:
b. Ayat-ayat perang

Okelah kalau peristiwa tersebut adalah peritiwa masa lalu yang direkam oleh Alkitab Perjanjian Lama, lalu bagaimana dengan Alkitab Perjanjian Baru. Mari kita buka lembar-lembaran Alkitab Perjanjian Baru.
Lalu bagaimanakah dengan ayat-ayat pada Perjanjian Baru. Para ahli Kristolog dan pengeritik Kristen, menyatakan agama Kristen itu bersifat kejam, memaksa dan menindas. Hal ini didasari oleh ayat Bibel (Alkitab) berikut ini:

“Paksakan mereka masuk (Lukas 14:23).

“Bawalah kemari musuh-musuhku dan bunuh mereka itu dihadapanku (Lukas 19:27)



JAWAB :


Hukum Kasih adalah wajib dilaksanakan oleh umat Yesus dan saya memandangnya sebagai perintah yang Radikal

Ayat-ayat diatas tidak boleh dicomot sendirian untuk membenarkan suatu tuduhan, setiap ayat mempunyai kontain dan konteks, sebaiknya dibaca dalam 1 perikop sehingga kita mengerti apa maksud pengajarannya :


* Lukas 14:15-24 JUDUL PERIKOP : PERUMPAMAAN TENTANG ORANG-ORANG YANG BERDALIH
14:15Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
14:16Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
14:17Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
14:18Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
14:19Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
14:20Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
14:21Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
14:22Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
14:23Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
14:24Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."



Kata Paksakan dalam dalam ayat 23 apakah berkonotasi KEJAM? BARBARIAN? AJAKAN UNTUK PERANG?

Demikian juga ayat yang anda cuplik pada Injil Lukas 19:27 “Bawalah kemari musuh-musuhku dan bunuh mereka itu dihadapanku" , kalau anda membacanya 1 perikop mulai ayat 11 sampai dengan 27, anda akan tahu bahwa cuplikan ayat tersebut bukanlah sebuah perintah untuk membunuh.

Ayat-ayat yang anda ambil diatas adalah dicuplik dari sebuah pengajaran yang dikemas dalam Perumpamaan. Maka perlu dibaca keseluruhan dalam satu perikop, setiap ayat tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan.
Yesus menggambarkan lukisan verbal/ ilustrasi dari lingkungan di sekitarNya dengan menceritakan sebuah parabel (perumpamaan). Melalui parabel Ia menggambarkan apa yang terjadi di dunia nyata. Dengan menggunakan sebuah cerita, yang diambil dari kehidupan sehari-hari, dengan setting yang wajar dan umum, Yesus mengajarkan sebuah pelajaran baru. Pelajaran tersebut seringkali muncul pada akhir dari kisah dan memiliki pengaruh yang membutuhkan waktu untuk menyerapnya dan menyesuaikannya. Ketika kita mendengar sebuah parabel, kita mengangguk setuju karena kisah tersebut sesuai dengan kehidupan dan sudah dimengerti sebelumnya. Sekalipun aplikasi parabel dapat kita dengar namun tidak selalu dapat dimengerti. Kita melihat kisah itu dengan jelas namun kita tidak dapat mengerti maknanya. Kebenaran tetap tersembunyi hingga mata kita dibukakan dan kita dapat melihat secara jelas. Kemudian pelajaran baru dari kisah itu menjadi ada maknanya. Hal ini seperti yang disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya, "The secret of the Kingdom of God has been given to you. But to those on the outside everything is said in parables" (Mark 4:11).



TUDUHAN :
Quote:
“Aku datang bukanlah untuk membawa perdamaian tetapi membawa pedang (Mathius 10:34)

“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapah aku harapkan, api itu telah menyala! Kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kataku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan (Injil-Lukas 12:49 dan 51).



JAWAB :


Ayat kalimat kiasan. Maksudnya orang yang mau mengikuti Yesus harus lebih mencintai Yesus daripada apapun didunia ini. Apakah ayat tersebut mutlak mengartikan Yesus memberi pengajaran sambil bawa-bawa pedang ?. Alkitab apakah pernah menuliskan Yesus bawa-bawa pedang dalam mengajar.
Tetapi, Saya akan menjelaskan apa maksud pengajaran Yesus diatas, sbb :

Sekalipun Yesus Kristus disebut "Raja Damai", kebenaranNya harus senantiasa disampaikan, Kedatangan Yesus dan pemberitaan Injil-Nya mengakibatkan pemisahan-pemisahan sbb:

[1] Iman kepada Kristus memisahkan orang percaya dari orang berdosa dan dunia.


*2 Korintus 6:17-18
"Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."



Konsep mengenai pemisahan dari yang jahat ini adalah dasar dalam hubungan Allah dengan umat-Nya. Menurut Alkitab, pemisahan itu meliputi dua dimensi - yang satu negatif dan yang lain positif:

(a ) memisahkan dirimu secara moral dan rohani dari dosa dan dari segala sesuatu yang bertentangan dengan Yesus Kristus, kebenaran, dan Firman Allah;
(b ) mendekatkan diri kepada Allah dalam suatu persekutuan yang akrab dan intim melalui penyerahan diri, penyembahan, dan pelayanan. Pemisahan dalam pengertian ganda ini menghasilkan suatu hubungan di mana Allah menjadi Bapa sorgawi kita yang hidup bersama kita sebagai Allah kita, dan sebaliknya kita menjadi anak-anak-Nya laki-laki dan anak-anak-Nya perempuan.

Dalam Perjanjian Lama, pemisahan merupakan suatu tuntutan Allah yang terus-menerus bagi umat-Nya. Mereka diharapkan menjadi kudus, berbeda, dan terpisah dari semua bangsa lain supaya menjadi milik Allah sendiri. Satu alasan penting yang menyebabkan Allah menghukum umat-Nya dengan membuang mereka ke Asyur dan Babilonia ialah karena mereka bersikeras ingin menyesuaikan diri dengan penyembahan berhala dan gaya hidup yang fasik dari bangsa-bangsa di sekitar mereka.

Dalam Perjanjian Baru, Allah memerintahkan orang percaya untuk memisahkan diri,

(a ) dari sistem dunia yang bejat dan dari tindakan kompromi yang tidak kudus;
(b ) dari orang-orang dalam jemaat yang berbuat dosa dan menolak untuk bertobat, dan
(c ) dari guru, jemaat, dan kepercayaan yang palsu yang mengajarkan teologi yang salah dan menyangkal kebenaran alkitabiah.

Sikap kita dalam pemisahan ini harus nampak dalam hal:

(a ) membenci dosa, ketidakbenaran, dan sistem dunia yang bejat
(b ) melawan doktrin palsu;
(c ) kasih yang tulus terhadap mereka yang darinya kita harus pisahkan diri;
(d ) takut akan Allah sementara kita menyempurnakan kekudusan

Maksud dari pemisahan ini ialah agar sebagai umat Allah kita dapat:

(a ) bertekun dalam keselamatan, iman, dan kekudusan;
(b ) hidup semata bagi Allah sebagai Tuhan dan Bapa kita; dan
(c ) menginsafkan dunia yang tidak percaya ini akan kebenaran dan berkat-berkat Injil.

Jikalau kita memisahkan diri sebagaimana mestinya, maka Allah sendiri akan membalas dan mendekati kita dengan perlindungan, berkat, dan pemeliharaan-Nya sebagai Bapa. Dia berjanji untuk bersikap dan bertindak sebagai seorang Bapa yang baik. Dia akan menjadi penasihat dan pembimbing kita; Dia akan mengasihi dan menghargai kita sebagai anak-anak-Nya sendiri.

Penolakan orang percaya untuk memisahkan diri dari yang jahat pasti akan mengakibatkan hilangnya persekutuan dengan Allah, penerimaan oleh Bapa, dan hak-hak kita sebagai anak.

[2] Pemberitaan Firman Allah dan kebenarannya akan mendatangkan perlawanan, perpecahan, dan penganiayaan.

[3] Kehidupan yang dijalani sesuai dengan standar kebenaran yang ditetapkan Kristus akan mendatangkan ejekan dan cemoohan.

[4] Mempertahankan iman rasuli Perjanjian Baru terhadap ajaran yang sesat akan mendatangkan perpecahan.

[5] Ajaran Kristus mengenai damai dan kesatuan harus senantiasa diperhadapkan dengan kebenaran bahwa Ia datang "bukan untuk membawa damai, melainkan pedang"



TUDUHAN :
Quote:
“Ketika aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”Jawab mereka, ’Suatupun tidak’, Katanya kepada mereka,’Tetapi sekarang ini siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan nbarang siapa yang tidak mempunyainya hendaknya dia menjual jubahnya dan membeli pedang (Injil-Lukas 22:35-36).



JAWAB :


* Lukas 22:36
Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang."



Dalam Lukas 22:36 Yesus sedang mempersiapkan murid-murid-Nya menghadapi kepergian-Nya. Ia mengatakan bahwa mereka harus mempersiapkan diri dengan persediaan dan bahkan jika perlu harus membela diri. Pada waktu para murid mendengar perkataan ini, segala sesuatu yang mereka butuhkan masih tersedia. Tetapi, setelah penyaliban dan kenaikan-Nya, mereka akan kembali "sendirian lagi". Mereka harus siap bekerja, menunjang keluarga mereka sendiri, dan, jika perlu, membela diri; sehingga, kata pedang disinggung-singgung di sini. Tentu saja, Alkitab mengajarkan bahwa orang Kristen harus mencintai perdamaian, mengasihi, dan mengampuni. Tetapi Alkitab juga tidak mengajurkan kita agar duduk diam ketika kita dianiaya secara tidak benar.

Yesus tidak berkontradiksi dengan diri-Nya sendiri. Ketika kita memperhatikan Firman-Firman-Nya dalam konteks masing-masing, kita dapat melihat apa yang sesungguhnya Ia bicarakan dan sama sekali tidak terdapat kontradiksi dalam apa yang diajarkan-Nya.

Artikel terkait :

- Ucapan Yesus Yang Sulit, 67 : Siapa yang Tidak Mempunyai Pedang, Hendaklah Ia Membeli Pedang, di 67-siapa-yang-tidak-mempunyai-pedang-vt1170.html#p3613



TUDUHAN :
Quote:
“Jikalau barang seorang datang kepadaku dan tiada membenci bapanya dan ibu dan bini dan anak saudara laki-laki dan saudara perempuan, bahkan nyawanya sendiripun tiada dapat ia menjadi muridku (Lukas 14:26).



JAWAB :


Menghormati orang tua tidak berarti bahwa tidak ada pertentangan di dalam keluarga seperti yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Seorang anak meninggalkan orang tua tidak berarti bahwa ia tidak menghormati orang tuanya.


* Lukas 14:26
LAI TB, "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
KJV, If any man come to me, and hate not his father, and mother, and wife, and children, and brethren, and sisters, yea, and his own life also, he cannot be my disciple.
TR, ει τις ερχεται προς με και ου μισει τον πατερα εαυτου και την μητερα και την γυναικα και τα τεκνα και τους αδελφους και τας αδελφας ετι δε και την εαυτου ψυχην ου δυναται μου μαθητης ειναι
Translit interlinear, ei {jika} tis {seseorang} erchetai {ia datang} pros {kepada} me {-Ku} kai {dan} ou {tidak} misei {'membenci'} ton patera {ayah} heautou {-nya} kai {dan} tên mêtera {ibu} kai {dan} tên gunaika {istri} kai {dan} ta tekna {anak-anak} kai {dan} tous adelphous {saudara-saudara pria} kai {dan} tas adelphas {saudara-saudara wanita} eti {bahkan} de {tetapi} kai {dan} tên heautou {-nya sendiri} psukhên {jiwa} ou {tidak} dunatai {ia dapat} mou {-Ku} mathêtês {murid} einai {ia menjadi}



Penulis kelihatannya menekankan makna kebencian dalam konotasi negatif alias perasaan sangat tidak suka padahal kata benci dalam ayat di atas mempunyai makna lain. Kata itu diterjemahkan dari kata "μισει – misei" dari kata μισεω - "miseô". Sedangkan μισεω - "miseô" sendiri berasal dari μισος - misos. Orang Semit suka menggabungkan ide-ide berlawanan menjadi sepasang kata, tanpa menjelaskan warna tengahnya, kata miseô dapat saja berarti kurang mengasihi bila diterapkan kepada Allah atau pada sikap manusia terhadap kaum keluarganya atau terhadap dirinya sendiri bila ia mendengar panggilan Allah. Kata miseô ini berbeda maknanya bila misalnya dikatakan bahwa manusia harus membenci yang jahat.


Yesus Kristus memang menuntut agar kesetiaan dan kasih kepada-Nya lebih besar daripada setiap hubungan kasih sayang yang lain, sekalipun kepada keluarga sendiri.


* Matius 10:37
LAI TB, "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."
KJV, He that loveth father or mother more than me is not worthy of me: and he that loveth son or daughter more than me is not worthy of me.
TR, ο φιλων πατερα η μητερα υπερ εμε ουκ εστιν μου αξιος και ο φιλων υιον η θυγατερα υπερ εμε ουκ εστιν μου αξιος
Translit interlinear, ho {yang} philôn {mengasihi} patera {ayah} ê {atau} mêtera {ibu} huper {diatas, lebih daripada} eme {-Ku} ouk {tidak} estin {ia adalah} mou {-Ku} axios {layak} kai {dan} ho {yang} philôn {mengasihi} huion {anak laki-laki} hê thugatera {anak perempuan} huper {diatas, lebih daripada} eme {-Ku} ouk {tidak} estin {ia adalah} mou {-Ku} axios {layak}


Artikel terkait :
Ucapan Yesus yang Sulit, 29 : Membenci Orang-tuanya, di 29-membenci-orang-tuanya-vt1080.html#p3403


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman
Links: Hosting Murah | Parfum Murah