http://www.kebohongan-kristen.150m.com/elia_muhammad
Quote:
ELIA BUKAN YOHANES PEMBAPTIS
Kitab Maleakhi meramalkan:
4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
4:3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.
4:4. Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Konon katanya, Maleakhi meramalkan bahwa menjelang datangnya hari kiamat (hari pembalasan) nanti akan datang seorang nabi yang bernama Elia yang akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.
Tentu saja, ia adalah sebuah nubuat yang secara harfiah belum terwujud!
Namun demikian, jika nama Elia yang dimaksud Maleakhi di atas adalah seorang tokoh tertentu, maka siapakah tokoh yang paling sesuai atau mendekati untuk menggantikan posisi nabi Elia?
Markus, Matius, dan Lukas , yang ketiganya dikenal sebagai injil-injil sinoptik , mengklaim bahwa Elia sebagaimana diramalkan dalam Maleakhi di atas adalah Yohanes Pembaptis. Berikut ini klaim mereka:
Lalu mereka bertanya kepada-Nya: "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia." (Markus 9:11-13)
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu. (Matius 11:12-14)
Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Matius 17:10-13)
ia (Yohanes Pembaptis) akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." (Lukas 1:16-17)
Tentu saja, kita akan terkejut, karena kenyataannya, Yohanes Pembaptis tidak mampu berbuat sebagaimana diramalkan Maleakhi tentang nabi Elia, yakni "membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya", bahkan ia harus mati dipenggal kepalanya oleh umatnya sendiri, sebagaimana catatan Alkitab berikut:
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan. (Markus 6:25-29)
Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. (Matius 14:8-12)
Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Lukas 9:7-9)
Para pengarang injil-injil sinoptik sengaja menggenapi nubuat Maleakhi tersebut dengan sosok Yohanes Pembaptis agar cita-cita umat Yahudi akan datangnya kembali seorang mesias terpenuhi oleh sosok Yesus, karena konon katanya Elia akan mempersiapkan jalan terlebih dahulu sebelum datangnya mesias tersebut. Kenyataannya, dapat kita lihat sendiri bahwa Yohanes Pembaptis sama sekali tidak cocok dengan ciri-ciri nabi Elia sebagaimana disebutkan dalam kitab Maleakhi di atas.
Berbeda dengan injil-injil sinoptik, Injil Yohanes secara tegas menolak bahwa Elia yang dinubuatkan Maleakhi tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Berikut kesaksian Yohanes:
Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" (Yohanes 1:19-21)
Ringkasnya, nubuat Maleakhi di atas sebenarnya merupakan ramalan yang tidak pernah terwujud!
Namun demikian, jika kita harus mencocok-cocokkan pesan Maleakhi di atas, tentulah Nabi Muhammad SAW jauh lebih cocok menggantikan sosok Elia dibandingkan dengan Nabi Yahya AS (Yohanes Pembaptis), karena beliau adalah nabi terakhir yang mampu "membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya" sebelum datangnya hari Tuhan yang besar itu (hari pembalasan).
Wassalaam.
JAWAB :
Memang Yohanes menolak anggapan bahwa ia adalah "Elia" ketika orang menanyakan kepadanya
* Yohanes 1:19-21
1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
Para imam dan orang Lewi datang kepada Yohanes Pembabtis dan bertanya kepadanya apakah ia adalah Elia?. Tuhan berfirman melalui nabi Maleakhi bahwa Ia akan mengirimkan Elia kepada orang-orang Israel pada suatu saat tertentu.
Orang Yahudi sedang menanti-nantikan kedatangan seorang "Mesias yang dijanjikan", dan "nabi yang akan datang". Oleh karena itu sebagai orang-orang yang menantikan kedatangan Elia, maka wajar saja mereka bertanya kepada Yohanes seperti itu.
Yohanes berusia sekitar 30tahun ketika hal itu ditanyakan, dan kedua orangtuanya sudah meningal, dan dialah anak satu-satunya Iman Zakharia. Jadi ketika ia ditanya apakah ia Elia yang naik ke Surga 878 tahun sebelumnya, jawabannya tentu saja "
Bukan, aku bukan Elia".
Agaknya ini akan bertentangan dengan pernyataan Yesus Kristus yang merujuk bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia :
* Matius 17:11-13
17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."
17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
Betulkah kedua ayat diatas bertentangan?
Matius mencatat perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia yang akan datang, sedangkan Yohanes sendiri menyangkalnya. Namun, hal ini tidak bertentangan.
Yohanes menyangkal bahwa ia adalah Elia karena kalangan Yahudi mengharapkan kedatangan Elia secara fisik. Yesus Kristus pun tidak mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia secara fisik. Hal ini tampak ketika Yesus mengatakan bahwa Yohanes lebih besar dari semua orang yang pernah lahir, termasuk Musa dan tentu saja Elia. Bila Yohanes Pembabtis lebih besar dari Elia, tentu saja ia bukan Elia.
* Matius 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Jadi, apa maksud Yesus dengan menyebut Yohanes sebagai "Elia yang akan datang"?. Malaikat Gabriel (Jibril) berbicara kepada Iman Zakharia mengenai anaknya, Yohanes belum lahir. Katanya,
"dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya" (Lukas 1:17).
Perhatikan ungkapan
"berjalan, dalam roh dan kuasa Elia". Jika ada seseorang berjalan dalam "roh" dan "kuasa" Yesus Kristus, apakah ia dapat disebut sebagai Yesus Kristus secara fisik?. Maka demikianlah yang berlaku juga kepada Yohanes Pembabtis, bahwa memang dia bukan Elia secara fisik.
Apa yang dicatat Lukas dalam Lukas 1:17, disini Malaikat menunjuk kepada dua buah Nubuat, yaitu Yesaya 40:3-5 :
* Yesaya 40:3-5
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Kemudian, perhatikan Lukas 3:4-6 untuk melihat bagaimana hal ini berlaku bagi Yohanes Pembabtis :
* Lukas 3:2-6
3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
Kemudian bandingkan Kitab Maleakhi 4:5-6 yang menyebutkan :
* Maleakhi 4:5-6
4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Gabriel tidak salah dengan menyebutkan bahwa Yohanes Pembabtis adalah "Elia yang akan datang" seperti yang difirmankan Allah melalui Nabi Maleakhi
Jadi, apakah Yohanes adalah Elia? Tentu saja "Bukan".
Tetapi jika saja tadinya para imam dan orang Lewi bertanya, "Apakah engkau yang dikatakan Nabi Maleakhi sebagai Elia?" Yohanes Pembabtis tentu akan mengiyakannya.
Yesus Kristus dalam Matius 17:11-13 mengatakan bahwa nubuat Nabi Maleakhi itu benar, tetapi Elia telah datang sebelumnya. Yesus menyamakan Elia dengan Yohanes Pembabtis dalam arti rohani. Ia mengatakan bahwa "Elia" menderita, sama seperti diriNya, akan menderita,
"Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis" (Matius 17:13). Oleh karena itu, jika kita mengerti konteks ayat ini, maka jelas bahwa Yohanes Pembabtis bukanlah Elia secara jasmani, tetapi ia adalah Elia dalam arti rohani yang dinubuatkan oleh nabi Maleakhi, yaitu salah seorang utusan yang mempersiapkan jalan bagi Mesias, yaitu Yesus,
"Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29)
Dan, maaf rujukan ayat dalam Kitab maleakhi tersebut sama-sekali tidak ada hubungannya dengan Muhammad.
Blessings,
BP
January 8, 2007