SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Tue Jan 06, 2009 1:01 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 
Author Message
 Post subject: 78. IDENTIFIKASI AL-QUR'AN TERHADAP KELAHIRAN YOHANES
PostPosted: Mon Jan 08, 2007 12:17 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Tuduhan :

http://www.kebohongan-kristen.150m.com/ ... kasi_injil


Quote:
IDENTIFIKASI AL-QUR'AN TERHADAP AYAT-AYAT INJIL:
KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS DALAM ALKITAB



Identifikasi kali ini menyangkut peristiwa kelahiran nabi Yahya as (Yohanes Pembaptis) dalam laporan Alkitab. Adapun keterangan Al-Qur'an mengenai peristiwa kelahiran Nabi Yahya as (Yohanes Pembaptis) diuraikan secara singkat berikut ini:

AL-QUR'AN:
3:38. Di sanalah Zakariya berdo'a kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a".
3:39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".
3:40. Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?". Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".
3:41. Berkata Zakariya: "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".


Berbeda dengan injil-injil Markus, Matius, dan Yohanes, injil Lukas secara khusus meriwayatkan kelahiran Yohanes Pembaptis berikut ini:

LUKAS:
1:5. Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.


Zakharia, digambarkan dalam injil Lukas, sebagaimana dikutipkan ayat-ayatnya di atas, adalah seorang imam yang sudah tua bangka, demikian juga dengan istrinya. Tidak ada kisah lain tentang Zakharia dalam seluruh Perjanjian Baru kecuali keterangan Lukas yang sebagian ayat-ayatnya dikutipkan di atas. Dan perlu dicatat, bahwa injil Lukas hanya berbicara tentang masa tua Zakharia untuk meriwayatkan kelahiran Yohanes Pembaptis. Ini menunjukkan bahwa Zakharia dalam keterangan Lukas adalah orang yang sama dengan nabi Zakharia yang namanya disandangkan pada sebuah kitab Perjanjian Lama, kitab Zakharia (baca Zakharia 1:1 dan Nehemia 12:12-22). Namun demikian, tampaknya terdapat kesalahan fatal dari pengarang Lukas yang menempatkan Zakharia sebagai anggota kaum keluarga Abia (Lukas 1:5). Seharusnya, Zakharia dari kaum keluarga Ido (Nehemia 12:16), karena yang berasal dari kaum keluarga Abia adalah Zikhri, nama yang hampir mirip dengan Zakharia (Nehemia 12:17). Zakharia adalah salah seorang nabi dan rasul Allah bagi umat Israel.

Kita tentu sangat heran pada kitab Zakharia, kitab ini seharusnya memberi informasi tentang seluk-beluk nabi Zakharia sebagaimana kebiasaan kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya yang nama-nama tokohnya disandangkan pada nama-nama kitabnya, tetapi kitab ini justru diam seribu bahasa tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis ini. Kita melihat kitab Zakharia hanyalah berisi kumpulan "firman Tuhan" dari berbagai sumber yang dipadukan dan disusun tanpa penyuntingan dan riwayat yang lengkap sehingga sangat tidak enak untuk dibaca. Hal ini dapat terlihat jelas dalam Zakharia 1:1-6 dimana penyusun kitab ini tiba-tiba berbicara tentang firman Tuhan kepada nabi Zakharia pada bulan kedelapan tahun kedua zaman raja Darius tanpa ada keterangan sama sekali tentang masa-masa sebelum dan ketika Zakharia menjadi seorang nabi. Selanjutnya, Zakharia 1:7-17 tiba-tiba berbicara tentang firman Tuhan kepada nabi Zakharia tiga bulan kemudian setelah firman Tuhan yang pertama. Setelah itu, firman-firman Tuhan yang datang kepada nabi Zakharia tidak lagi disebutkan kapan waktunya, kecuali Zakharia 7:1-7 yang berisi firman Tuhan kepada nabi Zakharia yang datang pada bulan kesembilan tahun keempat zaman raja Darius. Selain itu, banyak firman Tuhan yang tidak jelas siapa yang menerimanya, yaitu Zakharia 9;10;12;13;14, dan terdapat banyak perbedaan redaksi penyampaian firman, misalnya kata-kata: Datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: (Zakharia 6:9) dan kata-kata: Firman Tuhan datang kepada Zakharia, bunyinya: (Zakharia 7:8). Kata-kata yang pertama menunjukkan nabi Zakharialah yang sedang menuturkan bunyi firman Tuhan yang datang kepadanya, tetapi pada kata-kata yang kedua menunjukkan orang lainlah yang sedang menuturkan bunyi firman Tuhan yang datang kepada nabi Zakharia. Dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan cara penuturan firman Tuhan ini menunjukkan riwayat-riwayat yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu oleh sang penyusun kitab Zakharia.

Kini, setelah kita membaca keterangan kitab Lukas dan kitab Zakharia secara tuntas, timbul pertanyaan, pada zaman siapakah nabi Zakharia mengemban misi kenabiannya?

a. Zaman raja Herodes
b. Zaman raja Darius
c. Kedua-duanya

Kasus-kasus multiple choice seperti di atas jumlahnya ratusan bahkan ribuan dalam Alkitab. Kita tinggalkan saja kasus tersebut dan kita kembali pada persoalan identifikasi.

Baik Al-Qur'an maupun Lukas sepakat bahwa kelahiran nabi Yahya as (Yohanes Pembaptis) bermula dari doa nabi Zakharia yang kemudian didengar Tuhan dan dikabulkan doanya. Nama Yahya (Yohanes Pembaptis) dijelaskan oleh keduanya sebagai nama pemberian dari Tuhan. Keduanya juga sepakat bahwa nabi Zakharia meminta tanda kepada Tuhan untuk kehamilan istrinya, dan tanda yang diberikan Tuhan tersebut adalah bahwa nabi Zakharia tidak dapat berkata-kata atau menjadi bisu. Namun demikian, tanda yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan Lukas sedikit berbeda, yaitu mengenai lamanya nabi Zakharia menjadi bisu. Jika Al-Qur'an menyatakan tandanya adalah "tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari", maka Lukas menyatakan tandanya adalah "tidak dapat berkata-kata sejak keluar dari Bait Suci sampai Yohanes Pembaptis berusia delapan hari untuk disunatkan" (Lukas 1:59-64).

KESIMPULAN:

Mengingat tidak ada bukti-bukti literatur lain dalam tradisi Yahudi dan Kristen kecuali yang diterangkan dalam kitab Lukas di atas tentang peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis ini, dan mempertimbangkan adanya kontradiksi yang serius antara kitab Zakharia dan kitab Lukas tentang zaman raja ketika nabi Zakharia mengemban misi kenabiannya, maka dapat dipastikan bahwa penyusun kitab Lukas mendapat riwayat kelahiran Yohanes Pembaptis ini dari serpihan-serpihan Injil (Injil yang diterima dan diajarkan Yesus kepada umat Israel) yang kemudian dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kisah yang enak dibaca menurut penggubahnya.

Dengan cara yang sama, kita juga dapat mengidentifikasi keterangan dalam Matius 5:17-20 sebagai bagian dari kitab suci Injil yang asli sesuai pernyataan Al-Qur'an dalam QS. 5:46-47.



JAWAB:


Penuduh terpaku kepada nama "ZAKHARIA" dan mengharuskan semua nama "ZAKHARIA" ini adalah seorang "NABI", perlu diketahui tidak semua tokoh yang dicatat dalam Alkitab adalah "NABI", mereka bisa saja orang biasa, seorang imam, seorang raja, seorang pelayan, tidak semuanya dipandang sebagai nabi. Kami juga heran bagaimana "Lot (Islam, Lut)" keponakan dari Abraham bisa dipandang sebagai "Nabi" dalam kepercayaan Muslim.

Zakharia yang menulis Kitab Zakharia (dalam Perjanjian Lama) memang adalah seorang Nabi :


* Ezra 6:14
Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia.


* Zakharia 1:1,7
1:1 Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
1:7 Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesebelas -- itulah bulan Syebat -- pada tahun yang kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:



Nabi Zakharia adalah keturunan Nabi Ido :


* 2 Tawarikh 13:22
Selebihnya dari riwayat Abia, langkah-langkahnya dan titah-titahnya, tertulis dalam kitab sejarah nabi Ido.



Nabi Zakharia ini hidup 500tahun lebih sM, sedangkan Imam Zakharia (ayahnya Yohanes Pembabtis) yang dicatat dalam Kitab Lukas hidup di zaman Masehi. Keduanya adalah orang yang berbeda, dan hidup di masa yang berbeda!.

Dengan demikian tuduhan diatas jadi lucu, karena penuduh tidak memahami sejarah. Disamping itu Al~Qur'an tidak bisa diselaraskan dengan Alkitab. Kita mempunyai Kitab-Suci yang berbeda, maka keduanya tidak bisa diselaraskan apalagi dengan menuruti kepercayaan Muslim.


----


Nabi Zakharia dan Iman Zakharia adalah sama-sama dari suku Lewi/Harun.

Btw, supaya tidak rancu antara yang mana Nabi Zakharia dan yang mana Imam Zakharia, berikut ini saya berikan catatan-catatan dari Alkitab yang menulis tentang latar belakang keduanya :



NABI ZAKHARIA :


* Nehemia 12:1-4
12:1 Inilah para imam dan orang-orang Lewi yang berangkat pulang bersama-sama Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua: Seraya, Yeremia, Ezra,
12:2 Amarya, Malukh, Hatus,
12:3 Sekhanya, Rehum, Meremot,
12:4 Ido, Ginetoi, Abia,


Perhatikan Nama Ido, Nabi Zakharia adalah keturunan Ido :


* Zakharia 1:1
Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:


bandingkan dengan :

* Nehemia 12:16
Zakharia dari kaum keluarga Ido, Mesulam dari kaum keluarga Gineton,




IMAM ZAKHARIA :


* Nehemia 12:1-4
12:1 Inilah para imam dan orang-orang Lewi yang berangkat pulang bersama-sama Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua: Seraya, Yeremia, Ezra,
12:2 Amarya, Malukh, Hatus,
12:3 Sekhanya, Rehum, Meremot,
12:4 Ido, Ginetoi, Abia,

bandingkan dengan :


Lukas 1:5
"Pada zaman Herodes, raja Yudea,
adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet."

Maka jelas bahwa Imam Zakharia ini adalah keturunan Abia, bukan Ido.


Dengan demikian Nabi Zakharia dan Imam Zakharia adalah orang yang berbeda, selain hidup di era yang berbeda, juga mereka masing-masing dari keturunan yang berbeda


Tuduhan :
Quote:
Sebagai catatan, jika penyusun kitab Lukas meriwayatkan kelahiran Yohanes Pembaptis pada zaman raja Herodes, maka pada zaman yang sama, penyusun kitab Matius meriwayatkan kelahiran Yesus (Matius 2:1). Sedangkan menurut Lukas, kelahiran Yesus terjadi pada zaman kaisar Agustus (Lukas 2:1-7). Mana yang benar?


Wassalaam.



JAWAB :


Keduanya benar dan tidak ada yang kontradiksi, Pada masa Yesus lahir (semasa juga dengan kelahiran Yohanes Pembabtis) seluruh wilayah Palestina dalam kekuasaan Romawi yang kala itu kaisarnya adalah Kaisar Agustus. Sedangkan Herodes adalah raja wilayah Palestina (wilayah Yudea), tetapi dibawah pengawasan Romawi.



Blessings,
BP
January 8, 2007


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 1 post ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman
Links: Hosting Murah | Parfum Murah