SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Fri Jul 30, 2010 12:23 am

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 8 posts ] 
Author Message
 Post subject: 70. Mengapa Engkau Meninggalkan Aku
PostPosted: Fri May 04, 2007 10:35 am 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 6387
Mendengar & Mengerti & Memandang & Menanggap
Ucapan Yesus Yang Sulit, 70:


Mengapa Engkau Meninggalkan Aku




* Markus 15:33-41 Yesus Mati
15:33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
15:35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."
15:36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
15:38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
15:39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
15:40 Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.
15:41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.

Bandingkan dengan Matius 27:46


Ini perkataan yang paling keras dari semua perkataan keras Tuhan Yesus. Ini adalah kata-kata terakhir yang dapat ditangkap dengan jelas dari Yesus yang tersalib, dilaporkan oleh Markus dan Matius. Tidak lama setelah itu Ia menghembuskan nafas yang terakhir.

PW Schemeidel mengemukakan bahwa perkataan ini salah sati dari sedikit nas 'yang mutlak dapat dipercaya' yang bisa digunakan sebagai nas 'pendukung dasar' bagi kehidupan Tuhan Yesus dalam gereja. Tidak seorangpun bisa mencipta kata-kata seperti ini. Ini kejadian yang tak dapat dikompromikan. Sesuatu yang oleh seorang penginjil harus diberitakan apa adanya.

Orang bertanya "Mengapa?", tetapi pertanyaan itu tetap tak terjawab. Walaupun begitu, ada beberapa ahli teologia dan ahli jiwa yang berusaha untuk memberikan jawaban yang tidak diberikan dalam catatan Injil. Perbuatan mereka ini janganlah diikuti. Apa yang bisa kita katakan hanyalah : kalau perkataan ini perkataan yang keras bagi pembaca-pembaca Injil, maka perkataan ini paling keras untuk Tuhan Yesus sendiri. Jaminan yang menjadi dasar umat Allah dalam zaman Perjanjian Lama tidak berlaku bagi Dia. "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu" begitu kata pemazmur (Mazmur 34:20). Tetapi bagi Yesus dalam derita salib ini, pelepasan itu tidak datang.

Hampir bisa dipastikan bahwa kata-kata itu dikutip dari nas awal Mazmur pasal 22 :


* Mazmur 22:2
"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku."

KJV, My God, my God, why hast thou forsaken me? why art thou so far from helping me, and from the words of my roaring?
Hebrew,
אלי אלי למה עזבתני רחוק מישועתי דברי שאגתי
Translit, 'ELI {Allahku} 'ELI {Allahku} LAMAH {mengapa} 'AZAVTANI {Engkau meninggalkan aku} RAKHOK {jauh} MISHUATI {untuk menyelamatkan aku} DIVREI {kata-kataku} SHA'AGATI {seruanku}


* Markus 15:34
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

KJV, And at the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eloi, Eloi, lama sabachthani? which is, being interpreted, My God, my God, why hast thou forsaken me?
TR, και τη ωρα τη εννατη εβοησεν ο ιησους φωνη μεγαλη λεγων ελωι ελωι λαμμα σαβαχθανι ο εστιν μεθερμηνευομενον ο θεος μου ο θεος μου εις τι με εγκατελιπες
Translit. interlinear, kai {lalu} tê hôra {pada jam} tê ennatê {ke sembilan} eboêsen {beeseru} ho iêsous {Yesus} phônê {dengan suara} megalê {nyaring} legôn {berkata} elôi {Eloi} elôi {Eloi} lamma {lama} sabachthani {sabakhtani} ho {yang} estin {berarti} methermêneuomenon {bila diterjemahkan} ho theos {Allah} mou {-Ku} ho theos {Allah} mou {-Ku} eis ti {mengapa} me {Aku} egkatelipes {Engkau meninggalkan}


Ada perdebatan-perdebatan yang menyangkal bahwa kata-kata dalam Markus 15:34 ini tidak dikutip dari tulisan Ibrani, tetapi dari tulisan Aramik yang telah menggunakan kata-kata lain untuk arti yang sama. (Karena dalam Kitab Markus menulis kata "Eloi", Allahku, dalam Kitab Matius dengan bentuk bahasa Ibrani "Eli". Setiap usaha untuk menentukan ucapan yang tepat harus memperhitungkan fakta bahwa para penonton mengira Tuhan Yesus memanggil "Elia", nabi, agar ia datang menolongNya).

Meskipun Mazmur 22:2 diawali dengan seruan yang begitu merana, tetapi itu sesungguhnya merupakan pernyataan iman dan ucapan syukur. Pertolongan Allah, yang telah begitu lama ditanti, bahkan dalam keputus-asaan, akhirnya datang sudah. Maka, kadang-kadang diperkirakan, bahwa meskipun Tuhan Yesus diberitakan sebagai hanya mengucapkan seruan pembukaan dari kesengsaraanNya, sesungguhnya Ia mengucapkan seluruh pasal sebagai pernyataan iman.
Dan, syair dari Mazmur 22:2 atas sering diucapkan sebagai doa oleh kalangan Yahudi tatkala mereka mengalami penderitaan. Kitapun juga, saat mengalami kedukaan pun sering menyanyikan lagu-lagu sedih.

Ada satu penulis Perjanjian Baru, yaitu penulis Surat Ibrani yang lebih dari sekali mengutip Mazmur pasal 22 terlepas dari seruan pembukaan dan menghubungkannya dengan Tuhan Yesus. Khususnya ia mengatakan bahwa Tuhan Yesus mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelapatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia tetap didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang dideritaNya dan sesudah Ia mencapai kesempurnaanNya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepadaNya :


* Ibrani 5:7-9
5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,



Dalam kata-kata ini penulis surat Ibrani menjelaskan dengan terinci, dalam hal-hal yang menyangkut kesengsaraan yang diderita Tuhan Yesus, kebenaran Mazmur 22:25 :"Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya". Tetapi ketika menulis bahwa doa Tuhan Yesus 'kepada Dia yang sanggup menyelamatkanNya dari maut' dikabulkan, ia tidak memaksudkan bahwa Tuhan Yesus diselamatkan dari kematian. Yang ia maksudkan adalah bahwa Tuhan Yesus yang telah mati 'dibawa kembali dari antara orang mati' untuk hidup sejak saat itu 'berdasarkan hidup yang tidak dapat bianasa' Seperti tertulis dalam:


* Ibrani 13:20
Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,

* Ibrani 7:16
yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.



Penulis yang sama manyuguhkan Yesus dalam kematianNya sebagai korban yang rela dan berkenan di hadapan Allah. Yesus pernah berkata dalam Markus 10:45 "Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang". Dan pada hukuman salib ini Ia melakukannya dengan lebih efektif, dengan sungguh-sungguh masuk kedalam keadaan ditelantarkan dan ditinggalkan Allah yang sebetulnya hal tersebut menjadi nasip dari orang-orang yang berdosa. Begitu kata Paulus dalam 2 Korintus 5:21 "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Alla". Dalam kematianNya segala sesuatu telah dibuat menjadi kepunyaanNya yang oleh dosa dibuat menjadi kepunyaan kita – segala sesuatu dalam dosa, kecuali sifat berdosa itu sendiri (Reff. J Denney, The Death of Christ, edisi ke-6, London, 1907, p 160)

Tuhan Yesus 'belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya' begitu seperti tertulis dalam Ibrani 5:8. Artinya, bahwa dengan penderitaanNya, Ia mengetahui harga ketaatanNya yang sepenuh hati kepada BapaNya. Puncak ketaatanNya ialah kesediaanNya menerima Salib (penderitaan salib). Dan belum pernah ia lebih diperkenan oleh Bapa daripada dalam tindakanNya ini, tindakan yang didasari ketaatan mutlak. Meskipun demikian, ini tidak mengurangi kenyataan pengalamanNya ditinggalkan Allah. Tteapi kenyataan ini membuat Ia makin efektif sebagai penyelamat dan pendukung umatNya. Ia bukan tamu dari dunia lain, yng menghindar untuk terlalu terlibat dengan dunia kita ini. Ia sendiri secara mutlak melibatkan diri dengan nasip manusia. Tidak ada kesengsaraan manusia yang paling dalam sekalipun yang belum diarungi oleh Tuhan Yesus.

Dengan cara ini Ia 'mencapai kesempurnaanNya' –artinya secara mutlak Ia memenuhi syarat untuk menjadi penolong yang penuh belas kasihan bagi umatNya dalam kebutuhan mereka yang paling ekstrim. Bila dalam keadaan-keadaan tertentu mereka ingin menjerit kepada Allah, "Mengapa Engkau meninggalkan Aku?" mereka bisa menbayangkan bahwa itulah yang dulu Ia serukan. Bila dari kedalaman sengsara mereka kepada Allah, Ia yang berseru dari ekdalaman sengsara mereka kepada Allah, Ia yang telah berseru dari kedalaman sengsara pada hari penyaliban tahu bagaimana rasanya. Tetepi ada perbedaan ini : Tuhan Yesus sekarang beserta mereka untuk menguatkan mereka, tetapi tiada seorangpun berada didekat Yesus untuk menguatkanNya pada saat Ia mengalami sengsara.




Blessings in Christ,
BP
May 4, 2007


Sumber :
- FF Bruce, Ucapan Yesus yang Sulit, SAAT Malang, p 290-293
- J Denney, The Death of Christ, edisi ke-6, London, 1907, p 160


Artikel terkait :
- ÊLI ÊLI LAMA SABAKHTHANI, di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=124#124

- DOA SYAFAAT, http://www.sarapanpagi.org/doa-syafaat-vt983.html#p2848

- Kematian Martir dan Kematian Kurban, di http://www.sarapanpagi.org/kematian-mar ... 5.html#p931


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Oct 08, 2007 9:56 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP
User avatar

Joined: Sat Jun 02, 2007 5:54 pm
Posts: 7
Luar biasa sulit memang frasa yg satu ini.
Dari dulu saya mencoba merenungkan apa makna dibalik ucapan Yesus "Mengapa Engkau meninggalkanKu?"

Kalau saya baca lebih teliti pemaparan dari Bro Bagus, khususnya interpretasi dari bahasa ibrani ke bahasa inggris;
Quote:

KJV, And at the ninth hour Jesus cried with a loud voice, saying, Eloi, Eloi, lama sabachthani? which is, being interpreted, My God, my God, why hast thou forsaken me?

Mengapa KJV memilih kata FORSAKEN, bukan LEAVE ?
tentunya ada alasan khusus yang berasal dari makna terselubung bahasa asli (ibrani) tersebut yang "memaksa" para penerjemah kitab memilih kata FORSAKEN.

Kata Forsaken memang memiliki arti meninggalkan, /Leave (Oxford Dictionary),
tapi, ketika saya berusaha menelaah lebih dalam dengan refensi pembanding lain, yaitu Cambridge Dictionary, sangat luar biasa sekali karena ada 2 makna yg implisit di dalam kata FORSAKEN.

forsake (STOP) Show phonetics
verb [T] forsook, forsaken FORMAL
to stop doing or having something:
He decided to forsake politics for journalism.
http://dictionary.cambridge.org/define. ... &dict=CALD

Stop doing something.
Memiliki konteks membiarkan(meninggalkan) sesuatu tetap apa adanya. Dalam bahasa lebih bebas, bisa diartikan sebagai MENGABAIKAN / MEMBIARKAN (apa adanya) tanpa melakukan tindakan lebih lanjut.

Jadi jelas, arti "meninggalkan" di sini bukanlah PERGI. Melainkan Bapa masih ada di sana, namun DIA stop doing something to Jesus.

Itu adalah teriakan kemenangan,
kemenangan Yesus terhadap kuasa dosa manusia, karena dengan karya penebusan tersebut, segala sesuatunya diubah menjadi baru lagi. Dalam 2 Injil tersebut tidak ada pertentangan mengenai apa yang terjadi setelah kata-kata Yesus tersebut, yaitu Yesus wafat. Klimaks dari proses penebusan dosa manusia, yaitu kematian Yesus di atas kayu salib.

Lalu makna apa yang bisa kita interpretasikan dari kata2, "
My God.. why hast thou FORSAKEN me?

IMHO ada 2 interpretasi.

Allah mengabaikan Yesus, membiarkanNya menderita di kayu salib demi karya penebusan. Hal ini ada kaitannya dengan malam di Getsemani dimana Yesus berdoa, biarlah "cawan ini" berlalu dari hadapanKu.
"Mengapa...?"
Suatu bentu interogative yg dilayangkan Yesus... bukan ditujukan kepada Allah, tetapi kepada kita, mengapa(demi apa) Allah membiarkanNya menderita ??? / meninggalkanNya tersiksa di kayu salib???

*demi pembebasan kita umat manusia daripada dosa (tentunya).


Atau kemungkinan ke 2,
Allah stop doing something to Jesus.. because, IT's OVER....(ada kata2 Yesus mengatakan, SUDAH SELESAI) sebelum DIA wafat.
Jadi sebuah proses penebusan yang menuntut darah dan penderitaan Yesus di atas siksa kayu salib, telah terhenti, dan cukup sampai di situ.

Demikian interpretasi sederhana dari saya. CMIIW.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Kekudusan menuntut kesempurnaan
PostPosted: Fri Dec 21, 2007 2:54 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Fri Dec 21, 2007 2:21 pm
Posts: 27
Location: Jakarta
Bung STEP menjelaskan "Jadi jelas, arti "meninggalkan" di sini bukanlah PERGI. Melainkan Bapa masih ada di sana, namun DIA stop doing something to Jesus."
Tepat sekali apa yang dikatakan Anda. Allah Bapa memang "sementara" tidak mempedulikan Yesus, Dia "memalingkan" wajah-Nya dari Anak-Nya tersebut, bukan karena Yesus tidak berkenan, namun karena pada moment tersebut, Yesus sedang "menanggung dosa" seisi dunia. Dia sedang menjadi kutuk menggantikan kita sekalian (Galatia 3:13). Hakikat Allah adalah kudus (Qadosh: Ibrani), karena itu Bapa tidak bisa menerima Anak-Nya untuk beberapa saat, sebab Anak-Nya itu sedang memikul dosa seisi dunia. Kekudusan Allah bertentangan dengan dosa. Kekudusan menuntut kesempurnaan, padahal waktu itu Yesus sedang "memikul dosa" seluruh manusia. Itulah sebabnya, Bapa seakan-akan tidak lagi perduli kepada Yesus, dan terkesan meninggalkan Dia. Kemanusiaan Yesus memberikan respon otomatis, manakala Bapa-NYa yang selama ini menyertai Dia, seakan-akan berpaling dan meninggalkan Dia. Demikian kira-kira yang dapat saya sampaikan. Salam Pencerahan
ShaloM


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: 70. Mengapa Engkau Meninggalkan Aku
PostPosted: Thu Oct 02, 2008 12:59 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Wed Oct 01, 2008 8:38 pm
Posts: 27
Yesus bicara "Allah, mengapa Engkau meninggalkan daku" maksudnya adalah supaya manusia meniru Yesus, apabila manusia sudah tidak tahan lagi dengan penderitaannya maka seharusnya manusia menyeru berdoa kepada Allah/memanggil Allah dengan ketulusannya, lalu setelah itu manusia menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ini dibuktikan dengan ucapan Yesus setelah itu yaitu "Dalam namaMu kuserahkan nyawaKu"


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: 70. Mengapa Engkau Meninggalkan Aku
PostPosted: Wed Oct 29, 2008 6:19 pm 
Offline
Sahabat SP
Sahabat SP

Joined: Mon Sep 17, 2007 6:31 am
Posts: 185
Location: Singapore
fayhem wrote:
Yesus bicara "Allah, mengapa Engkau meninggalkan daku" maksudnya adalah supaya manusia meniru Yesus, apabila manusia sudah tidak tahan lagi dengan penderitaannya maka seharusnya manusia menyeru berdoa kepada Allah/memanggil Allah dengan ketulusannya, lalu setelah itu manusia menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Ini dibuktikan dengan ucapan Yesus setelah itu yaitu "Dalam namaMu kuserahkan nyawaKu"


ikut nimbrung ya...
Kalau pendapat saya...
Yesus dalam ke'manusiaan'Nya memang menderita karena Allah benar-benar meninggalkan
tubuh manusia Yesus. Seperti pendapat rekan-rekan sebelumnya, Allah yang Maha Kudus
tidak bisa berkompromi dengan dosa dekecil apapun. Jadinya Allah harus meninggalkan
tubuh manusia Yesus disaat kematianNya sebagai koraban penebusan dosa. Dan Manusia
Yesus pun mati.

Kematian manusia Yesus inilah yang dijadikan olok-olok oleh mereka yang tidak mengerti.
Padahal jika manusia Yesus tidak mati, maka tidak ada satu korban pun yang bisa mendamaikan
manusia dengan Allah.

naomi


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: 70. Mengapa Engkau Meninggalkan Aku
PostPosted: Thu Apr 15, 2010 7:06 pm 
Offline

Joined: Wed Jun 03, 2009 1:35 am
Posts: 299
Yesus sudah menubuatkan saat2 penderitaanNya di kayu salib:

Yohanes 16:32,
saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.

LALU MENGAPA YESUS BERTERIAK: ELOI, ELOI LAMA SABAKHTANI?

Karena Yesus harus berada di pihak manusia yang sedang dihukum oleh kebenaran/kekudusan Allah.
Yesus sedang menanggung semua dosa manusia yang dibenci oleh Allah.
Allah tidak pernah membenci Yesus, Allah selalu berkenan kepada Yesus, karena Yesus suci dan Titisan/AnakNya sendiri.
Tapi karena dosa kita semua yang ditanggungNya, Yesus seakan2 menjadi noda/dosa yang harus dibuang Allah.

Saat itu Allah membiarkan Yesus masuk ke dalam kutukan dosa, tunduk di bawah maut/kuasa iblis.
Allah saat itu melepaskan kepunyaanNya yaitu AnakNya untuk diinjak2 maut


Begitulah besarnya/dahsyatnya pengorbanan Anak Allah.
Sesuatu yang tidak enak harus dipikulNya, sehingga beban kita enak/ringan.
Dia sampai rela tunduk ke bawah kuasa musuhNya, supaya kita dilepaskan.

Namun syukur kepada Allah, bahwa setelah membayar segala kutuk/murka Allah, Yesus berhak mendapatkan kembali apa yang semula dimilikiNya karena kesetiaanNya, yaitu tahta Sorgawi, status Tuhan/Raja Sorgawi.

Pujilah Tuhanmu dan Allahmu, hai manusia!!!!
Mengapa engkau tega menyia2kan pengorbanan Allahmu dan tidak mempercayai perbuatan kasihNya, betapakah engkau menghina pengorbananNya!?
Percayalah dan bersyukurlah, pujilah dan sembah DIA, Yesus Tuhan, Raja Segala raja, Allah segala allah!

GBU.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: 70. Mengapa Engkau Meninggalkan Aku
PostPosted: Sun Apr 25, 2010 6:05 pm 
Offline

Joined: Fri Apr 16, 2010 8:28 am
Posts: 2
Kita percaya bahwa Allah kita adalah Allah yang setia, Allah yang tidak pernah meninggalkan kita terlebih lagi kepada Anaknya, dan kita juga percaya bahwa, Yesus sebagai manusia mempunyai mentalitas yang sangat tinggi .
Umumnya orang berpendapat bahwa dikarenakan Bapa adalah Allah yang Maha Kudus sehingga tidak bisa bersatu lagi dengan Yesus yang sedang menaggung dosa manusia padahal sebelumnya Bapa dan Yesus adalah satu ( Yoh 10:30 ) atau dengan istilah lain bahwa Bapa pada saat itu sedang memalingkan mukanya terhadap Yesus.

Bila jawabannya demikian maka pendapat seperti itu akan bertentangan dengan nubuatan Yesus sendiri dan sifat Allah :
• Yohanes 16:32
Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.
• Ulangan 7:9
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

• Mazmur 22:25 Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. ( Salah satu ayat yang menubuatkan tentang penyaliban Yesus )


Untuk menjelaskan hal ini, kita harus memahami beberapa hal terlebih dahulu :

Latar belakang budaya pada saat itu
Pada zaman Yesus setiap orang Yahudi yang taat kepada Allah dalam emosi apapun akan selalu bermazmur sebagai penghiburan diri dan penyembahan kepada Allah dan ini sudah menjadi tradisi sejak zaman para nabi.
 Kita bisa baca di Lukas 1:45 dengan judul perikopnya “ Nyanyian pujian Maria “. Yang pada saat itu Maria mendapat sanjungan dari Elizabeth tetapi dengan rendah hati Maria justru memuliakan Tuhan.
 Baca juga Lukas 1:67 dengan judul perikop “ Nyanyian pujian Zakharia “. Zakharia dengan di penuhi Roh Kudus maka bernubuatlah dia dengan bermazmur.

Yesus adalah penggenapan dari setiap nubuatan kitab para nabi
Berikut ini adalah sebagian ayat – ayat nubuatan tentang diri Yesus :
 P. Baru: Matius: 2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
 P. Baru: Matius: 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
 P. Baru: Matius: 13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
 P. Baru: Matius: 27:9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
 P. Baru: Matius: 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Kitab mazmur yang digenapi Yesus dengan ucapanNya
Apabila kita baca Mazmur 22 kita bisa mendapatkan nubuatan mengenai kronologis Yesus pada saat di salib. Mari kita bandingkan antara kitab Mazmur dengan kitab Markus dan Lukas :
 Mazmur 22:2
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku

Markus 15:34
Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
 Mazmur 22:7 (22-8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya:
Markus 15:20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya.
 Mazmur 22:9 "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?"
Markus 14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki “
 Mazmur 22:19 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
Markus 15:24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing.
 Mazmur 31:5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Lukas 23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Kitab Mazmur bukan hanya sekedar ungkapan hati Daud tetapi juga ungkapkan mengenai Mesias
Mari kita baca Kotbah Petrus di Kisah para rasul 2:25-35 :
2:25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
2:26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram,
2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
2:28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.
2:30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.
2:31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
2:33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
2:34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
2:35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. “ Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah “
Yang dibicarakan Petrus di ayat 2:29 adalah mengenai Mazmur 16:10.
“ sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan”.

Apa yang dirasakan Yesus pada saat Penyaliban ?
 Penderitaan Yesus yang dialami bukan saja secara jasmaniah tetapi yang lebih menderita adalah secara rohaniah karena upah dosa adalah maut ( Roma 6:23 ). Kita bisa bayangkan pada saat orang berdosa disiksa masuk neraka bukanlah secara jasmaniah melainkan rohnya yang disiksa, jadi pada saat itu Yesus mengalami penyiksaan begitu berat yaitu siksa rohani, tetapi karena Yesus telah mengalahkan alam maut maka yang seharusnya siksa rohani dalam waktu yang kekal menjadi hanya 3 hari saja dengan dibuktikan dengan kebangkitanNya.
Kisah Para Rasul 2
2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Kesimpulan yang bisa kita tarik setelah mengetahui latar belakang dan memahami kitab Mazmur dan Injil :

Yesus mempunyai mentalitas yang sangat tinggi meskipun didalam kondisi sekarat dan dalam penderitaan yang sangat luar biasa, Yesus masih bisa bermazmur bagi Allah.
Ibrani5:7
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Untuk apa Yesus bermazmur ? yaitu untuk menggenapi nubuat kitab Mazmur 22 .

Allah Bapa adalah Allah yang setia, dahulu, sekarang dan selamanya, sesuai dengan Yohanes 16:32 dan Mazur 22:25 "Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya".

AMIN ....

Blessing in Christ
Herman Laismana


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: 70. Mengapa Engkau Meninggalkan Aku
PostPosted: Sun Apr 25, 2010 8:49 pm 
Offline

Joined: Wed Jun 03, 2009 1:35 am
Posts: 299
Mazmur 23 :4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


Dan kita ingat kisah Ayub yang merepresentasikan/menubuatkan penderitaan Yesus, 'Orang Saleh yang tak berdosa tapi kena tulah'.
Di dalam derita & kekelaman, di situlah kasih Allah bekerja.
Jadi penderitaan dan pengeluhan bukanlah tanda seseorang kurang iman dan tidak kuat mental, tapi kejujuran untuk bergantung kepada keadilan dan belas kasihan Allah, sambil juga pengakuan terhadap kuasa & kasih Allah.

Lagipula Yesus harus sepenuhnya/100% merasakan penderitaan manusia yang kena kutukan dosa.
Yesus menggantikan kita, seharusnya kitalah yang mengeluh: Allah, Allah mengapa engkau meninggalkan aku?
Karena memang demikianlah seharusnya hukuman dosa, yaitu dipisahkan dari hadirat Allah yang Mahabahagia & Mahadamaisejahtera.

Daud bermazmur bukan untuk diikuti Yesus, tapi justru Daud bermazmur karena harus menubuatkan apa yang akan Yesus lakukan dan rasakan.

Pertanyaannya apakah dengan demikian Allah Bapa meninggalkan Yesus?
Tidak, perkenanan Allah tidak pernah sekalipun meninggalkan Yesus.
Yesus tidak sekalipun lolos dari pengelihatan Bapa yang mengasihiNya.
Tapi Bapa berdiam diri, Dia tidak menghendaki Yesus untuk dilepaskan dari kutuk dosa kita itu.
Seperti doa Yesus di Getsemani, sudah menjadi kehendak Bapa supaya Yesus meneguk habis cawan murka Allah atas dosa manusia.
Jadi Bapa berdiam diri supaya Yesus meneguk habis cawan murkaNya sampai berlalu segala murka Allah kepada umatNya, namun Bapa selalu ada di sana memperhatikan AnakNya dengan kasih yang tidak pernah berkurang.

Terima kasih.
GBU


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 8 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
Powered by phpBB & phpBB SEO
Sarapan Pagi © 2006 by BP & Saxman