|
B. PERCERAIAN
MASALAH
Orang yang membutuhkan pertolongan bosa pada titik baik sebelum atau setelah menyelesaikan proses perceraian. Dalam masing-masing kasus tersebut, patut diterapkan diskusi dan konseling yang berbeda, tapi keduanya membutuhkan komitmen yang lebih mendalam kepada Allah.
PANDANGAN ALKITAB
Tidak ada yang dapat dilakukan dalam masalah ini, bila kita meremehkan standard/ nilai Allah dalam kesetiaan perkawinan (Yakobus) 1: 25). Iblis, perusak, pembohong, pencuri, dan penipu ulung berusaha meyakinkan bahwa masalah-masalah dapat diselesaikan melalui perceraian (Yohanes 8:44; Petrus 5:8)
AYAT –AYAT
SEBELUM PERCERAIAN
* Matius 19: 3b – 9 19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" 19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" 19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
* 1 Korintus 7:10-15 7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku -- tidak, bukan aku, tetapi Tuhan -- perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. 7:12 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. 7:13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. 7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. 7:15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.
SESUDAH PERCERAIAN
* 2 Petrus 2:9 (pertobatan adalah suatu perintah) maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman.
* Yohanes 8:10,11 (Allah mengampuni) 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
* 1 Yohanes 2:7-9 (ampuni pasanganmu) 2:7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. 2:8 Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. 2:9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
KONSELING
(SEBELUM PERCERAIAN)
Cobalah meyakinkan kebutuhan untuk keselamatan bagi kedua belah pihak. Bantulah konseli untuk berusaha menuju keutuhan perkawinan. Dia harus mempertimbangkan untuk mengambil langkah awal menuju rekonsiliasi, walaupun pasangan kita terlibat dosa. Dalam perkawinan campuran antara orang orang percaya dan orang tidak percaya, pilihan bercerai sebaiknya diserahkan kepada orang yang tidak percaya. Bila orang yang tidak percaya itu yang datang untuk minta bantuan, saksikan tentang Yesus kepadanya. Ingatlah bahwa dalam beberapa kasus seorang percaya malah mendorong orang yang tidak percaya itu menjauh dari Yesus dan dengan demikian berbuat dosa.
Perceraian itu akan membawa kekecewaan bagi kedua belah pihak yang sedang berpikir-pikir untuk mencari pemecahan dan bertanya apakah perceaian itu merupakan suatu solusi.
Tekankan bahwa konsekwensi yang mempunyai jangkauan luas dalam suatu perceraian harus dipertimbangkan; yang tidak saja memikirkan diri sendiri. Desaklah para orang tua mempertimbangkan juga anak-anak mereka; masa depan mereka dan kebutuhan mereka akan orang tua. Tekankan akan korban-korban yang harus mereka korbankan. Kuatkan percayanya bahwa Allah sanggup melengkapi mereka dengan kasih yang dapat menaklukkan rintangan-rintangan menuju kesatuan - termasuk kesombongan, mencari diri sendiri, melayani diri sendiri, menghasut satu dengan yang lain. Desaklah keduanya untuk saling mengampuni dan belajar untuk saling mengasihi. Berdoalah bersama kedua belah pihak. Nasehatkan pasangan itu untuk mencari persekutuan dan konseling pada Gereja lokal yang berpusat pada kristus dan mengajar Alkitab dengan jelas (juga lihat bab HUBUNGAN PERKAWINAN dalam buku pedoman ini)
(SESUDAH PERCERAIAN)
Putuskan akan kebutuhan akan keselamatan untuk kedua-belah pihak. Jelaskan bahwa perceraian tidak tergolong dosa yang tidak dapat diampuni. Yesus menawarkan pengampunan juga bagi mereka yang tertangkap basah melakukan dosa, dan berkata kepada mereka : "Pergilah dan jangan berdosa lagi". Seseorang dapat berbuat kesalahan, tapi dia dapat melanjutkan dan memperbaharui dedikasinya kepada Allah. Tekankan pentingnya kebutuhan untuk bertobat (1 Yoh 1:8-9). Godaan untuk membenci pasangan yang diceraikan harus dihilangkan. Ingkatkan konseli bahwa Allah memerintahkan kita untuk saling mengasihi. Jika tidak ada kasih dalam diri kita, Allah akan memampukan kita untuk mengasihi. Jika kita membuka diri untuk Roh Kudus berkarya dalam diri kita (Gal 5:22-23). Yang dibutuhkan adalah mulai dari introspeksi diri (Roma 12:2). Jika gaya hidup dari kenseli itu sedang mengalami kegagalan, maka kini saatnya untuk mengakui bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih indah. Setiap orang dapat mengarahkan kembali hidupnya kepada aksih dan kehendak Allah. (Beberapa bab dari buku ini dapat menunjang misalnya BIMBINGAN, PENGHARAPAN, IMAN dsb.)
DOA
Berdoalah agar Allah mebimbing kita bagaimana berdoa bagi orang ini. Bimbing konseli ini untuk memohon kepada Allah untuk mengampuni semua pihak yang terlibat didalamnya dan membuka diri untuk penyembuhan semua luka-luka. Berdoalah untuk konseli dapat menghasilkan buah-buah Roh. Usirlah iblis dari mereka-mereka yang diserang. Berdirilah tegap melawan iblis bersama konseli dan pasangannya. Dan terutama, berikan pujian bagi Allah.
TINDAK LANJUT
Bagi pasangan yang mencari rekonsiliasi; Buatlah daftar dari semua sikap dari pasanganmu yang patut dipuji. Nikmati bersama tiap hari 5 darinya. Usahakan mendapat kembali pasanganmu. Juga perhatikan sikapmu baik-baik. Carilah nasihat tentang bagaimana memperbaiki dirimu seperti yang dibutuhkan misalnya dalam kebiasaan, penampilan, tingkah laku dsb. Jangan hanya memberitahukan kepada pasanganmu bahwa kamu sudah berubah; tapi buktikan kepadanya akan perubahan-perubahan dari dirimu.
BACAAN
- Divorce by John Murray - The Christian Family by Larry Christenson - Prison to Praise and other books (dan buku-buku lain) by Merlin Carothers.
-----------------------------------------
REFERENSI :
Kasih: 1 Korintus 13 Daging dan Roh : Galatia 5 Melekat kepada Yesus : Yohanes 15
Iman : Ibrani 11
Kewajiban terhadap pasangan : Efesus 5
Kewajiban terhadap pasangan : Kolose 3
Ikatan perkawinan : 1 Korintus 7
|