Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Lama, 64:
Hari TUHAN Sudah Dekat * Yoel 1:15
Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa.Akan seperti apakah hari TUHAN itu nanti? Dan bagaimana Yoel bisa berkata bahwa hari itu sudah dekat atau segera datang jika ada lima nabi yang berbeda dalam empat abad yang berbeda (yang belakangan mengetahuinya dari yang sebelumnya) menyatakan bahwa hari itu sudah sedemikian dekatnya? Jika memang begitu dekati mengapa belum juga terjadi dalam kurun waktu empat ratus tahun?
Sepuluh kali para nabi memperingatkan bahwa hari itu sudah dekat (Yoel 1:15; 2:1; 3:14; Obaja 15; Zefanya 1:7,14 [dua kali]; Yehezkiel 30:3 [dua kali]). Namun para nabi ini, yang secara kronologis uruturutannya hampir seperti susunan di atas, melayani pada abad kesembilan Sebelum Masehi (mungkin, namun tidak sepenuhnya pasti, Yoel dan Obaja), abad kedelapan (Yesaya), abad ketujuh (Zefanya), dan abad keenam (Yehezkiel). Namun masing-masing berulangkali memperingatkan bahwa hari Tuhan itu sudah dekat dan pasti datang. Mereka bahkan memberikan contoh-contoh kontemporer tentang apa dampaknya pada manusia dan bangsa. Namun mereka selalu menyimpan yang terburuk dan yang terakhir untuk penggenapan kelak.
Hari Tuhan adalah subjek yang terlalu rumit untuk dibahas secara singkat, sebab para nabi menganggapnya sebagai topik yang paling berkaitan dengan pelayanan dan penulisan mereka. Namun bukan penggambaran yang samasekali tak bisa diuraikan. Hari itu adalah saat ketika Allah menghukum orang fasik sebagaimana tak pernah terjadi sebelumnya dan sekaligus menggenapkan penyelamatan pembebasan bagi yang ditebus.
Tuhan akan datang untuk "menghakimi dunia" (Mazmur 9:9; 96:13; 98:9). Pada hari itu "TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya" (Zakharia 14:9).
Hari itu juga menjadi hari
teofani atau penampakan diri Allah. Ia akan muncul di atas Bukit Zaitun, yaitu tempat di mana Anak Allah memberi tahu orang-orang Galilea bahwa Ia akan datang kembali dengan cara yang sama yang mereka lihat saat Ia naik ke surga (Zakharia 14:3-4). Ketika Ia muncul, Yerusalem akan diserang dan Ia sendiri akan memimpin umat-Nya melawan bangsa-bangsa yang telah berkumpul di sana untuk menyelesaikan masalah bangsa Yahudi secara tuntas untuk selamanya (Zakharia 14:3-12; Yoel 3).
Oleh karena pemberontakan terhadap Tuhan dan maksud-Nya ini, Amos menggambarkan hari itu sebagai hari kegelapan dan penuh ratapan (Amos 5:18-20) bagi mereka yang mempunyai hanya konsep populer bahwa sang Mesias akan kembali secara ajaib membenarkan semua kesalahan-kesalahan bagi setiap orang, tanpa peduli kepercayaan orang itu kepada-Nya. Amos kemudian menunjukkan betapa kelirunya pengharapan ini.
Dalam Perjanjian Baru hari tersebut masih terus dibahas. Hari itu dikenal sebagai hari terakhir (Matius 7:22; 1 Tesalonika 5:4), hari Allah (2 Petrus 3:12), hari murka (Roma 2:5-6), dan hari Tuhan Yesus Kristus (2 Kor. 1:14; Flp. 1:6, 10). Hari itu memiliki kesamaan aspek ramalan yang mengerikan bagi orang tidak percaya, namun merupakan hari pelepasan yang gemilang dan sukacita bagi semua yang mengharapkan kedatangan Kristus.
Namun hari tersebut selalu mengandung suatu hakikat akan segera terjadi. Sekalipun ada sebagian penggenapannya dalam peristiwa-peristiwa seperti tulah belalang pengerip, penghancuran Yerusalem dan ancaraan serbuan bangsa lain, penggenapan yang terakhir dan puncaknya selalu tetap dalam kembalinya Kristus kelak.
Itu sebabnya, hari Tuhan merupakan istilah yang kaya makna. Istilah itu menandai suatu masa kelak yang telah diresmikan, yang dalam pengertian tertentu telah dimulai dengan berjalannya sejarah Kerajaan Allah. Dalam paduan sejarah dengan nubuat seperti ini, janji sang nabi bahwa hari itu akan datang dalam tatanan eskatologis (Hari Terakhir) ditegaskan kembali oleh Allah pada masa kini dengan pertanda-pertanda tentang apa yang akan datang. Hal ini akan mempengaruhi pria dan wanita bertobat dan bersiap-siap untuk hari itu. Berkat-berkatnya akan terbentang hingga Yerusalem baru, penganugerahan Roh Kudus dengan cara yang unik dan penyucian dan pemurnian bagi semua orang yang membutuhkannya.
Jika hari itu tiba, kerajaan ini akan menjadi milik Tuhan dan semua pesaing lainnya akan sirna, untuk selama-lamanya!
Sumber:
Walter C Kaiser, Jr.,
Ucapan yang Sulit dalam Perjanjian Lama, Saat, 2003, p 246-248