Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Lama, 63:
Di Manakah Penyakit Samparmu, Hai Maut, di Manakah Tenaga Pembinasamu Hai Dunia Orang Mati * Hosea 13:14
LAI TB,
Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan.
NIV,
"I will ransom them from the power of the grave ;I will redeem them from death. Where, O death, are your plagues? Where, O grave, is your destruction? "I will have no compassion,
KJV,
I will ransom them from the power of the grave; I will redeem them from death: O death, I will be thy plagues; O grave, I will be thy destruction: repentance shall be hid from mine eyes.
Hebrew,
מִיַּד שְׁאֹול אֶפְדֵּם מִמָּוֶת אֶגְאָלֵם אֱהִי דְבָרֶיךָ מָוֶת אֱהִי קָטָבְךָ שְׁאֹול נֹחַם יִסָּתֵר מֵעֵינָי׃
Translit,
MIYAD SYE'OL 'EFDEM MIMAVET 'EGALEM 'EHI DEVAREIKHA MAVET 'EHI KATAVKHA SYE'OL NOKHAM YISATER ME'EINAI
Septuaginta (LXX)
εκ χειρος αδου ρυσομαι αυτους και εκ θανατου λυτρωσομαι αυτους που η δικη σου θανατε που το κεντρον σου αδη παρακλησις κεκρυπται απο οφθαλμων μου
Translit,
EK KHEIROS HADOU RUSOMAI AUTOUS KAI EK THANATOU LUTRÔSOMAI AUTOUS POU HÊ DIKÊ SOU THANATE POU TO KENTRON SOU HADÊ PARAKLÊSIS KEKRUPTAI APO OPHTHALMÔN MOUTeks, ini adalah salah satu catatan agung dalam Perjanjian Lama tentang kemenangan atas maut, atau dimulai dengan pertanyaan retorik yang tak memerlukan jawaban, yang memasrahkan orang yang tidak berdaya kepada segala senjata maut. Manakah yang benar: pandangan pertama dengan sejarah penerjemahan yang panjang yang berasal dan kitab suci berbahasa Yunani, Septuaginta, atau pandangan kedua yang muncul dalam terjemahan-terjemahan modern seperti Alkitab Revised Standard Version ("Akan Kubebaskankah mereka dari Maut? Hai, maut, dimanakah penyakit samparmu?"), Alkitab New English ("Akan Kubebaskankah ia dari kematian? Ya, karena penyakit samparmu, hai maut!") dan Alkitab Today's English Version atau Good News for Modern Man ("Bawalah penyakit samparmu, hai maut!")?
Bagian pertama dari ayat ini tak memiliki tanda interogatif, dan itu sebabnya kita memahaminya sebagai salah satu janji Injil terindah dalam Perjanjian Lama. Tuhan, yang mengatakan ayat 4-11 dari pasal ini, adalah pembicara dari ayat ini, bukan Hosea. Tuhan kita menegaskan bahwa Ia akan membebaskan dan menebus Israel dari cengkeraman maut dan dunia orang mati. Membebaskan berarti membeli kebebasan seseorang dengan membayar harga yang ditetapkan untuk pembebasan seperti itu. Pasangan ayat pembukaan memberikan suatu tantangan yang berkumandang yang menjadikannya suatu janji tegas. Tuhan kita akan membebaskan umat manusia dengan menggenapkan seluruh kehendak Allah (Matius 3:15), dengan menghapus dosa (Yohanes 1:29) dan secara pribadi menderita hukuman-hukuman bagi manusia karena dosa mereka (Yohanes 3:16).
Jadi bagaimana kita harus menerjemahkannya? "
Di manakah, ... hai maut?" dan "Di manakah, ... dunia orang mati?" atau "
Aku akan menjadi samparmu, ... hai maut" dan "
Aku akan menjadi pembinasamu, hai dunia orang mati." Pada umumnya terjemahan yang menunjukkan izin, seperti dalam
aku akan menjadi tertutup bagi bentuk-bentuk kata ganti orang kedua dan ketiga (
engkau dan
ia); sekalipun demikian, bentuk kata ganti orang pertama yang menyatakan perintah dalam bahasa Ibrani muncul dalam kasus- kasus perkecualian.
Namun ayat 10 dari pasal ini baru saja menerjemahkan istilah Ibrani yang sama dengan istilah
di manakah. Nampaknya itu akan menyelesaikan masalah sekalipun ayat 10 memiliki suatu tambahan kata keterangan bahasa Ibrani dalam pernyataan yang sama ini. Bentuk tersebut mungkin mencerminkan dialek utara Hosea yang khas.
Namun ada yang menolak bahwa suatu janji penebusan tidaklah sejalan dengan ancaman-ancaman yang diumumkan dalam ayat 7-13 dan diulangi dalam ayat 15-16. Keluhan tersebut menuduh bahwa janji dalam ayat 14 ini secara konteks dikelilingi oleh banyak kutuk dan hukuman.
Tentu saja, jawabannya adalah bahwa situasi yang sama terdapat dalam Kejadian 3:15. Ayat itu juga dikelilingi oleh kutukan-kutukan atas diri perempuan, ular, laki-laki dan tanah (Kejadian 3:8-14, 16-19). Seringkali Allah akan menyisipkan catatan pengharapan ini langsung di tengah-tengah suasana kemanusiawian yang paling gelap dan hukuman terberat yang layak diterima.
Itu sebabnya, nyanyian ejekan atas maut dan dunia orang mati adalah penerjemahan yang paling cocok atas bagian terakhir dari ayat 14. Nyanyian pujian yang sama inilah yang rasul Paulus akan munculkan dalam 1 Korintus 15:55. Nyanyian ini hanya bertanya dengan nada mengejek apa yang telah dengan jelas ditegaskan dalam bagian pertama dari ayat 14 sebagai sebuah pernyataan: Allah sanggup dan akan menebus mereka dari kuasa dunia orang mati. Ia sanggup membebaskan mereka sekalipun sesudah maut melakukan yang paling buruk. Tak heran jika sang nabi berseru dengan pekikan kemenangan dan berucap (dengan suatu gaya berbicara): "Ayolah, maut, mari kita lihat senjatamu kini! Ayolah, dunia orang mati, acungkanlah tinjumu dan berkelahilah!"
Begitu pastinya penegasan ini sehingga bahkan Allah sendiri bisa melihat tak ada alasan atau kondisi untuk mengubah pikiran atau maksud-Nya. Ia takkan berbelas kasihan, demikian kata akhir ayat 14. Takkan ada penyesalan atau belas kasihan terhadap keputusan ini dalam pikiran ilahi, sebab Ia telah mengucapkannya dan itu akan tetap demikian.
Sumber:
Walter C Kaiser, Jr.,
Ucapan yang Sulit dalam Perjanjian Lama, Saat, 2003, p 243-245
Artikel terkait :
KEBANGKITAN, 1 Korintus 15 : VI. Kemenangan Kebangkitan adalah Milik Kita!, di
kebangkitan-1-korintus-15-vt2784.html#p15657