SarapanPagi Biblika

Studi Alkitab & Pustaloka Kristiani
It is currently Tue Jan 06, 2009 4:31 pm

All times are UTC + 7 hours




Post new topic Reply to topic  [ 14 posts ] 
Author Message
 Post subject: 60. KITAB WAHYU YANG DIBERIKAN KEPADA YESUS !
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 2:42 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
http://www.kebohongan-kristen.150m.com/menu

http://www.geocities.com/cicak_mdn/Pengarang_Injil.html

Quote:
KITAB WAHYU YANG DIBERIKAN KEPADA YESUS !!!


Sementara hanya empat injil yang akhirnya dimasukkan dalam kanon Perjanjian Baru, lebih dari 40 injil yang disebut "apokrif"1 bisa diidentifikasi melalui rujukan2 yang ditemukan dalam tulisan2 para pendeta gereja awal atau melalui salinan2 yang masih ada. Yang menarik, hampir seluruh peristiwa yang berkaitan dengan Yesus yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan yang tidak dicatat dalam empat injil kanonik itu, bisa diidentifikasi dalam injil2 "apokrif" itu.

Proses evolusioner yang menjadikan Perjanjian Baru seperti yang ada sekarang ini melampaui jarak lebih dari lima abad. Di sini, cukuplah dikatakan bahwa kanon terakhir Perjanjian Baru pada akhirnya hanya mencakup empat injil, yaitu, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes, dengan mengorbankan banyak injil "apokrif" lain yang dianggap sebagai injil otoritatif dan skriptural oleh banyak gereja Kristen awal. Dari keempat injil ini, tiga yang pertama memiliki beberapa kesamaan yang mengarah pada penunjukan ketiganya sebagai injil2 sinoptik, dan yang memungkinkan ketiganya untuk dianalisis sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, Injil Yohanes sering kali menggambarkan tradisi yang berbeda dalam gereja2 Kristen awal. Namun demikian, adalah penting menjelaskan format2 kesusasteraan yang muncul di lingkungan Kristen awal sebelum munculnya injil2 tersebut dan yang juga menjadi dasar bagi injil2 kanonik.


Injil dan Format-format Kesusasteraan

Mazhab kritisisme alkitabiah luhur yang dikenal sebagai Formgeschichte, kritisisme format, telah berhasil mengidentifikasi setidaknya lima tipe format sastra lisan di balik penyusunan injil. Format2 kesusasteraan ini, yang diikhtisarkan pada Tabal 1 di bawah, diduga dihimpun dalam kumpulan2 tulisan, yang tetap mempertahankan format kesusasteraannya yang inheren. Oleh karena itu, Tabel 1 bisa dianggap mengikhtisarkan perkembangan awal format2 sastra lisan dan, kemudian, kemunculan-bertahap pelbagai kumpulan karya individual dan kesatuan2 sastra tulis.


Tabel 1: Format-format Kesusasteraan yang Mendasari Injil2

A. Manuskrip Perjanjian Lama atau kutipan-kutipan yang diduga merujuk pada Yesus.

B. Narasi-narasi yang mencapai puncaknya dalam ungkapan yang diduga berasal dari Yesus.

C. Narasi-narasi terinci, utamanya yang terfokus pada mukjizat-mukjizat Yesus.

D. Pelbagai tradisi narasi khusus:
1. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis.
2. Godaan yang ditujukan pada Yesus oleh setan.
3. Transfigurasi yang diduga berasal dari Yesus.
4. Kesaksian Petrus kepada identitas yang diduga sebagai milik Yesus.
5. Kasih yang diduga milik Yesus, meskipun dihujahkan bahwa ini merupakan kreasi Markus dan sinonim dengan konstruksi Markus.3

E. Ungkapan-ungkapan dan perumpamaan-perumpamaan yang diduga berasal dari Yesus.


Melalui analisis sebelumnya, jelaslah bahwa setiap wahyu aktual yang diturunkan kepada Yesus menemukan ekspresi utamanya dalam format kesusasteraan E. Format kesusasteraan A jelasnya merupakan kreasi kesusasteraan kelompok pelbagai gereja Kristen awal tertentu yang dirancang untuk membenarkan teologi gereja2 yang berkembang kemudian dan memisahkan diri dari Yahudi. Namun demikian, format kesusasteraan B hingga D, dan mungkin banyak dari karya yang ditemukan dalam format kesusasteraan E, merepresentasikan sesuatu yang berbeda. Di sini, kita dihadapkan pada tindakan2 dan ungkapan2 yang dinisbahkan kepada Yesus. Sesuatu yang jelas2 tidak berkaitan dengan wahyu verbal dan harfiah yang diberikan Allah kepada Yesus, tetapi lebih berkaitan dengan Yesus sebagai pribadi yang dianggap mengucapkan dan melakukannya. Dengan kata lain, dengan menggunakan pembedaan ketika menganalisis Al-Qur'an dan Hadits, format kesusasteraan B hingga D, dan hampir sebagian besar karya yang ditemukan dalam format kesusasteraan E, dianggap berasal dari hadits-hadits Yesus, baik yang palsu maupun asli.

Tipe pembedaan yang hati2 dan sangat cermat, yang dilakukan oleh Islam antara Al-Qur'an dan Hadits, sama sekali diabaikan dalam pembentukan format2 kesusasteraan Kristen awal yang berkenaan dengan Yesus. Sejauh wahyu yang aktual itu dipertahankan, ia dijalin begitu saja dengan hadits yang diduga berasal dari Yesus. Lebih jauh, sementara tradisi Islam secara hati2 mempertahankan dua bagian yang merupakan komponen, yaitu isnad dan matan,4 dari setiap Hadits Nabi MUhammad SAW yang dianggap sahih, tradisi Kristen awal sepenuhnya gagal mencatat setiap isnad, yakni mata rantai transmisi [b]matan, dan karenanya gagal menyediakan sumber bagi hadits yang diduga berasal dari Yesus ini. Hal ini memunculkan upaya untuk memisahkan hadits Yesus yang autentik dari yang palsu, yang sepenuhnya bergantung pada analisis terhadap muatan kisahnya. Sumber, isnad dari narasi tersebut, sama sekali mangkir dalam hal ini.

Sebagaimana digambarkan pada Tabel 1, kumpulan2 tulisan awal ini lebih merupakan upaya2 kesusasteraan yang primitif. Dalam format kesusasteraan D dalam Tabel 1, dicatat bahwa banyak sarjana alkitabiah meletakkan mukjizat2 atau tanda2 tertulis khusus sebagai sumber di balik injil2 kanonik. Sama halnya, berkaitan dengan format kesusasteraan E dalam Tabel 1 , para sarjana alkitabiah telah berhasil mengidentifikasi sumber "ungkapan-ungkapan" tertulis yang dikenal sebagai [b]Q.5 (Q berarti istilah Jerman Quelle yang bisa diterjemahkan sebagai sumber).

Q pada awalnya didefinisikan sebagai materi yang umum bagi Matius dan Lukas, sementara ia mangkir dari Markus.6 Namun demikian, penemuan arkeologis dari Injil Tomas di Nag Hamadi, Mesir, pada 1945, mengungkapkan bahwa definisi awal Q ini harus direvisi. Tentu saja, Tomas adalah salah satu Q dokumen terkait,7 yang diselang-selingi dengan sisipan2 dan perubahan2 Gnostik. Kenyataannya, sekitar sepertiga dari ungkapan2 dalam Tomas memiliki kesamaan langsung dalam materi Q yang biasanya didefinisikan sebagai Matius dan Lukas.8 Oleh karenanya, Q mungkin lebih baik didefinisikan sebagai: materi yang umum bagi Matius dan Lukas, sementara ia mangkir dari Markus; materi yang ditemukan dalam Matius dan Tomas, Lukas dan Tomas, atau Matius, Lukas, dan Tomas, baik ditemukan atau tidak dalam Markus.


Q dan Sumber Mukjizat

Setelah akhirnya mengidentifikasi dua sumber tertulis, yaitu, Q dan sumber mukjizat atau tanda2, yang ada di balik injil2 kanonik, adalah keniscayaan untuk menyadari bahwa dokumen2 ini, bahkan dalam dirinya sendiri, bukanlah konstruksi utuh. Pertama-tama, semua itu merupakan kumpulan karya2 individual atau kumpulan2 literer. Kedua, para sarjana alkitabiah modern telah mengidentifikasi tiga lapisan Q yang berbeda. Lapisan pertama Q, yang diidentifikasi sebagai[b] Q1, kemudian dikumpulkan sebagai dokumen tertulis pada kira2 tahun 50 M. Sebaliknya,[b] Q2 kemudian dirumuskan kira2 pada tahun 65 M, dan Q3 kira2 pada tahun 75 M. 9

Dalam memandang hal ini, bisa diasumsikan bahwa banyak dari ungkapan yang dinisbahkan kepada Yesus dalam Q tidak mungkin dikaitkan secara langsung dengan Yesus. Kita bisa menyatakan bahwa banyak dari ungkapan yang paling disukai dari apa yang disebut Khotbah di atas Bukit ini sudah eksis sebelum kenabian Yesus. Hipotesis ini dibuktikan oleh ungkapan2 yang ditemukan nyaris secara harfiah dalam apa yang disebut literatur Yahudi pseudepigraphical10 dan non kanonik dari abad ke-3 hingga ke-2 SM, yaitu mereka telah eksis sebagai ungkapan2 tertulis 100 hingga 200 tahun sebelum kelahiran Yesus. Dalam hal ini, Testament of the Twelve Patriarch utamanya sangat kaya dengan kutipan2 yang beberapa abad kemudian dinisbahkan kepada Yesus.11 Dengan mengijinkan dilakukannya pelbagai terjemahan dari satu bahasa kuno ke bahasa kuno lainnya, pemberi sifat yang "nyaris harfiah" sebagian besar bisa diabaikan sebagai hal yang sekunder untuk proses terjemahan tersebut. Dengan demikian, dalam pelbagai contoh di mana Q menempatkan kutipan2 dari kitab2 pseudepigraphical awal ini sebagai sabda Yesus, kita harus menyimpulkan bahwasanya: Q keliru ketika menisbahkan kutipan2 ini kepada Yesus; atau bahwa Yesus agak banyak mengutip dari tulisan2 awal ini.


ANALISIS STRUKTURAL ATAS INJIL-INJIL KANONIK[/b]

Analisis struktural atas injil kanonik paling awal, Markus, menunjukkan bahwa Markus menciptakan penggunaan tambal-sulam yang luas atas pelbagai sumber mukjizat atau tanda, pelbagai macam kisah pengungkapan yang beredar, dan mungkin juga penggunaan Q.12 Pengarang awal Markus menyusun karya2 individual dari sumber2 ini menjadi tatanan yang mungkin arbitrer dan kronologis, kemudian mengaitkannya dengan komentar2 editorialnya sendiri. Dokumen yang dihasilkan mungkin bisa disebut proto-Markus. Revisi kemudian oleh para redaktur tak-dikenal, kemungkinan dirangkaikan dengan penambahan materi yang awalnya tidak dimasukkan dalam proto-Markus, menghasilkan injil Markus, yang dibubuhi tanggal sekitar tahun 75 M.13 Agar bisa menentukan sumber kesejarahannya, kita bisa menelusuri kembali waktu kompilasi awal kitab Markus hingga kira2 ke tahun 75 M ini.

Matius secara khusus dipercaya sebagai injil kanonik kedua, dan biasanya ditelusuri waktunya hingga kira2 tahun 85 M.14 Analisis struktural atas Matius menunjukkan bahwa ia disusun dengan cara tambal-sulam dari Markus (atau mungkin proto-Markus), Q, dan sumber2 lisan ataupun tulisan yang khas bagi Matius, yang mungkin disebut M.15 Sama halnya, analisis struktural atas Lukas menunjukkan bahwa ia disusun dengan prosedur tambal-sulam dari Markus (atau mungkin proto-Markus), Q, dan sumber2 lisan ataupun tulisan yang khas bagi Lukas, yang mungkin disebut L.16 Kompilasi Lukas sering kali ditelusuri waktunya hingga kira2 tahun 95 M.16

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Yohanes tidak memiliki keumuman2 yang sama dengan yang yang ditemukan dalam Matius, Markus, maupun Lukas. Sejauh ini, sumber2 sebelumnya yang digunakan oleh pengarang Yohanes masih diselimuti misteri.17 Tentu saja, pengarang Yohanes bergantung pada format2 kesusasteraan yang sama, baik lisan maupun tulisan, yang dirinci pada Tabel 1. Lebih jauh, sebagaimana lazim disepakati bahwa Yohanes merupakan injil kanonik terakhir yang ditulis, mungkin sekitar tahun 110 M.18 Sangat mungkin bahwa pengarang Yohanes terutama sekali menggunakan format2 kesusasteraan yang dikompilasi menjadi kumpulan2 tulisan, utamanya mengenai sumber mukjizat atau tanda2,19 dan mungkin juga menggunakan injil2 sinoptik. Lebih jauh, meskipun ia tetap merupakan masa yang bisa ditelusuri, mungkin ada gunanya mencatat bahwa Clementus dari Aleksandria,20 yang menulis kira2 pada tahun 190 M, secara khusus menyatakan bahwa pengarang Yohanes sangat akrab dengan injil2 sinoptik.21 Ini mengisyaratkan bahwa Yohanes mungkin sebagian didasarkan pada Markus. 22 Bagaimanapun juga, jelaslah bahwa Yohanes merupakan sebuah kompilasi tambal-sulam dari sumber2 sebelumnya. Lebih jauh, kesaksian internal Yohanes 21:24-25 dengan jelas mengidentifikasi "pengarang" asli dan "penyunting" kemudian, yang mengharuskan bahwa Yohanes juga bisa dilihat sebagai sebuah komposisi berlapis, dengan Yohanes 21 digunakan sebagai apendiks kemudian bagi injil tersebut 23 dan Yohanes 1:1-18 digunakan sebagai prolog kemudian bagi injil tersebut. 24

Namun demikian, kisah mengenai injil2 tersebut tidak berakhir dengan kompilasi2 awal mereka. Mereka terus-menerus melakukan revisi dan memberi komentar2 editorial, sebagaimana ditunjukkan oleh tambahan Markus kemudian 16:9-20, perubahan Lukas 3:21-22,(25) tambahan terhadap apa yang disebut Doa Tuhan dalam Matius 6:13,(26) revisi2 editorial yang agak jelas dalam Yohanes 2:21-22 dan 4:2,(27) pembalikan yang dilakukan kemudian atas susunan awal Yohanes 5 dan 6,(28) dan kejadian2 lain semacam ini. Kenyataannya, proses revisi editorial terus-menerus dibubuhi tanggal, sebagaimana disaksikan oleh perubahan2 injil sinoptik melalui King James Version, Revised Standard Version, dan New Revised Standard Version.

Terdapat sangat banyak versi kuno Perjanjian Baru yang tidak satu pun bisa disebut sebagai orisinal. Tanpa memasuki pembahasan teknis yang berlebihan, cukuplah ditegaskan bahwa ada pelbagai macam versi Yunani (Koine), versi Suriah, versi Koptik, dan versi Latin. Sekalipun Perjanjian Baru dipercaya mulanya ditulis dalam bahasa Yunani Koine, tidaklah terlalu tepat menyatakan bahwa versi2 Yunani seharusnya lebih tepat daripada versi2 lain yang tersedia. Dalam hal ini diriwayatkan bahwa salah satu versi Suriah, yaitu, Suriah Sinaitik, ditelusuri kembali hingga abad ke-4 M, dan sebagian besar bertanggal sebelum versi2 Yunani ditulis. Dengan demikian, versi2 non Yunani ini bisa memiliki kesaksian yang penting atas masukan2 dan sisipan2 kemudian dalam versi2 Yunani.

Harus dicatat bahwa Suriah Sinaitik tidak memasukkan kata2 yang dianggap berasal dari Yesus sebagaimana dicatat dalam Matius 16:17-20,(29) yang menunjukkan bahwa ayat2 ini tidak dimasukkan dalam manuskrip kuno yang kemudian disalin menjadi Suriah Sinaitik, dan mengisyaratkan bahwa ayat2 ini merupakan tambahan2 yang dibubuhkan kemudian.30


Ikhtisar

Analisis struktural atas empat injil kanonik secara jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun yang berupa dokumen tunggal dan utuh. Keempatnya merupakan kompilasi tambal-sulam dari sumber2 sebelumnya, setidaknya dari satu, yaitu Q yang merupakan komposisi berlapis dalam dirinya sendiri. Lebih jauh, keempat injil kanonik tersebut telah mengalami proses pelapisan dan atau revisi editorial.

Sumber aktual keempat injil kanonik tersebut secara dramatis menolak setiap klaim bahwa keempatnya merupakan wahyu yang diturunkan Allah kepada Yesus. Meskipun sebagian dari wahyu yang aktual mungkin dipelihara dalam pelabai serpihan dalam bagian2 keempat injil ini, tetapi sumber sebenarnya keempat injil tersebut pada dasarnya tetap tidak diketahui. Namun demikian, bagian terbesar dari injil2 ini jelas terdiri dari hadits, yaitu, kata2 dan perbuatan2 yang diduga berasal dari Yesus sebagai pribadi. Lebih jauh, injil2 tersebut sama sekali tidak membedakan antara hadits dan wahyu, dan tidak memberikan isnad, yaitu, rantai transmisi, bagi hadits yang dicatat dan dinisbahkan kepada Yesus tersebut.

Oleh karenanya, dalam masing2 kasus, sumber hadits yang dinisbahkan kepada Yesus itu pada dasarnya tidak ada. Dengan demikian, tugas untuk memisahkan hadits autentik dari hadits buatan menjadi sangat rumit, dan tugas ini sepenuhnya bersandar pada analisis isi dari kisah tersebut. Lebih jauh lagi, dalam banyak hal bisa ditunjukkan bahwa ungkapan2 yang dinisbahkan kepada Yesus sebenarnya telah eksis dalam bentuk tertulis dalam literatur pseudepigraphical Yahudi sebelum zaman Yesus.

Akhirnya, perlu dicatat bahwa injil2 kanonik bahkan belum eksis dalam bentuk2 gabungan awal mereka hingga sekitar 40 sampai 70 tahun setelah kenabian Yesus. Setelah itu, keempatnya tetap muncul dalam versi2 yang bervariasi, dengan membiarkan sumber dari kitab2 itu sendiri--untuk tidak menyebutkan wahyu Yesus--dalam kondisi yang sangat terfragmentasi dan terpotong2.


SIMPULAN

Analisis struktur kesusasteraan dan sumber telah memungkinkan banyak kontras-signifikan yang bisa ditarik antara Al-Qur'an, Taurat-yang-diterima, Mazmur, dan injil2 kanonik dalam Perjanjian Baru. Perihal sumber dari keempat kitab suci ini, hanya Al-Qur'anlah yang merupakan dokumen tunggal dan utuh, dan hanya Al-Qur'anlah yang memiliki sumber yang dikenal dan terbukti. Kontras2 signifikan berkenaan dengan struktur dan sumber dari keempat kitab suci ini diikhtisarkan pada Tabel 2 di bawah ini.


Tabel 2: Kitab Suci



STRUKTUR


Tunggal, utuh :
Al-Qur'an , Ya/ Taurat, Tidak/ Mazmur, Tidak/ Injil, Tidak

Tambal-sulam:
Al-Qur'an ,Tidak/ Taurat, Ya/ Mazmur, ?/ Injil, Ya

Berlapis:
Al-Qur'an,Tidak/ Taurat, Ya/ Mazmur, Ya/ Injil ,Ya

Redaksi editorial :
Al-Qur'an , Tidak/ Taurat, Ya/ Mazmur, Ya: / Injil, Ya




SUMBER


Penisbahan kepada "pengarang"31 :
Al-Qur'an, Ya/ Taurat, Tidak / Mazmur,Tidak/ Injil, Tidak

Rentang waktu #1(32) :
Al-Qur'an, 1 tahun/ Taurat, 1.000 tahun/ Mazmur, 570-770/ Injil, 40-70

Versi2 bervariasi :
Al-Qur'an, Tidak/ Taurat, Ya / Mazmur, Ya/ Injil, Ya

Rentang waktu #2(33) :
Al-Qur'an, 1 tahun/ Taurat,2.300 tahun34 / Mazmur, 1.865 tahun35 / Injil, Tidak pasti 36

Sumber wahyu :
Al-Qur'an, Ya/ Taurat,Tidak/ Mazmur, Tidak/ Injil, Tidak

Sumber kitab :
Al-Qur'an, Ya/ Taurat,Tidak/ Mazmur, Tidak/ Injil, Tidak


Keterangan:

1. Daftar injil2 apokrif: Dialog Sang Juru Selamat, Injil Andreas, Injil Apelles, Injil Bardesanes, Injil Barnabas, Injil Bartelomeus, Injil Basilides, Injil Kelahiran Maria, Injil Cerinthus, Injil Hawa, Injil Ebionit, Injil Orang-orang Mesir, Injil Encratites, Injil Empat Wilayah Surgawi, Injil Orang-orang Ibrani, Injil Hesychius, Injil Masa Kecil Yesus Kristus, Injil Judas Iskariot, Injil Jude, Injil Marcion, Injil Mani, Injil Maria, Injil Matthias, Injil Merinthus, Injil Menurut Kaum Nazaret, Injil Nikomedus, Injil Kesempurnaan, Injil Petrus, Injil Philipus, Injil Pseudo-Matius, Injil Scythianus, Injil Tujuh Puluh, Injil Thaddaeus, Injil Tomas, Injil Titan, Injil Kebenaran, Injil Dua Belas Rasul, Injil Valentinus, Protevangelion James, Injil Rahasia Markus, dan Injil Tomas tentang Masa Kecil Yesus Kristus.
2. A) Filson FV (1971) B) Wilson RM (1971)
3. Mack BL (1996)
4. Isnad: daftar lengkap para perawi hadits, dan merupakan pengesahan terhadap sumber hadits. Matan: Narasi atau teks hadits, yang dapat diuji kebenarannya dengan mencocokkannya dengan Al-Qur'an.
5. A) Robinson JM (1971a) B) Robinson JM (1971b) C) Koester H (1971a) D) Mack BL (1996)
6. A) Filson FV (1971) B) Kee HC (1971) C) Baird W (1971) D) Burch EW (1929) E) Leon-Dufour X (1983) F) Koester H (1971b)
7. A) Koester H (1971a) B) Robinson JM (1971b) C) Koester H (1971b) D) Mack BL (1996)
8. Mack BL (1996)
9. Mack BL (1996)
10. Tulisan2 awal yang tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab dan Apokrif (dimana yah???)
11. Misalnya, bahan2 Q dalam Matius 5:3 memiliki banyak persamaan dengan Perjanjian Benjamin 1:26-27, Perjanjian Yehuda 4:31, dan Perjanjian Gag 2:15. Sebagai contoh kedua, kandungan Q dalam Matius 5:11-12 memiliki banyak persamaan dengan Perjanjian Levi 4:26 dan Perjanjian Yosef 1:20-21. Mengenai kutipan2 dari Perjanjian Dua Belas Murid ini, lihat Platt RH, Brett JA.
12. Mack BL (1996)
13. A) Duncan GB (1971) B) Davies JN (1929a) C) Moffat J (1929) D) Sunderg AC (1971) E) Pherigo LP (1971) F) Asimov (1969) G) Mack BL (1996) H) Nineham DE (1973) I) Leon-Dufour X (1983)
14. A) Duncan GB (1971) B) Sunderg AC (1971) C) Kee HC (1971) D) Leon-Dufour X (1983) E) Mack BL (1996) F) Fenton JC (1973)
15. A) Mack BL (1996) B) Kee HC (1971) C) Filson FV (1971) D) Burch EW (1929)
16. A) Mack BL (1996) B) Baird W (1971) C) Filson FV (1971) D) Burch EW (1929)
17. A) Mack BL (1996) B) Asimov I (1969) C) Duncan GB (1971) D) Baird W (1971) E) Sundberg AC (1971) F) Sebagian sarjana berhujah bahwa ada versi Lukas yang lebih awal, yang bisa disebut proto-Lukas, yang disusun sekitar tahun 60 Masehi, dan yang dimulai dengan pembaptisan Yesus, sebagaimana dimiliki Markus. Caird GB (1972)
18. Shepherd MH (1971)
19. A) Mack BL (1996) B) Duncan GB (1971) C) Shepherd MH (1971) D) Leon-Dufour X (1983)
20. Mack BL (1996)
21. Seorang santo yang ditahbiskan oleh Gereja Katolik Roma, Titus Flavius Clemens (Clementus) adalah seorang presiden sekolah kateketik Kristen abad ke-2 dan ke-3 M di Aleksandria. Karya2 tulisnya mencakup: Protreptikos, Paidagogos, Stromateis: A Discourse Concerning the Salvation of Rich Man, Exhortation to Patience or Address to the Newly Baptized, Excerpta ex Theodota, Eclogae Propheticae, dan Hypotypeseis. Fredericksen LF et al. (1998)
22. Shepherd MH (1998)
23. A) Mack BL (1996) B) Garvie AE (1929)
24. A) Shepherd MH (1971) B) Moffat J (1929)
25. Garvie AE (1929)
26. Selengkapnya baca buku: "Salib di Bulan Sabit", oleh DR. Jerald F. Dirks, 2001.
27. Tambahan editorial tersebut terdiri atas kata2: "Karena kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan adalah milikmu. Amin."
28. Shepherd MH (1971)
29. A) Shepherd MH (1971) B) Moffat (1929)
30. Matius 16:17-20 secara langsung mengikuti dugaan kesaksian Petrus bahwa Yesus adalah "Sang Juru Selamat, Putra Tuhan yang hidup". Ayat2 ini kemudian terbaca: "Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon putra Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan gerbang-gerbang Hades tidak akan mampu melawannya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa dia adalah Sang Juru Selamat."
31. Robertson AT (1929)
32. Dengan kata lain, bisakah kitab suci itu ditelusuri kembali jejaknya sampai pada seseorang yang konon menerima wahyu itu untuk pertama kalinya?
33. Waktu antara berakhirnya wahyu dan kompilasi awal dari seluruh kitab suci.
34. Gambar ini mengasumsikan manuskrip teks Masoterik tahun 895 M merupakan kompilasi "akhir". Namun demikian, kenyataannya, kompilasi "akhir" itu belum lengkap, karena para sarjana alkitabiah terus-menerus melakukan perubahan2 dalam teks tersebut ketika penemuan2 arkeologis baru ditemukan dan dianalisis. Dengan demikian, gambar ini bisa dibaca dengan mudah sebagai: "3.400 tahun atau lebih".
35. Gambar ini mengasumsikan manuskrip teks Masoterik tahun 895 M merupakan kompilasi "akhir". Namun demikian, kenyataannya, kompilasi "akhir" itu belum lengkap, karena para sarjana alkitabiah terus-menerus melakukan perubahan2 dalam teks tersebut ketika penemuan2 arkeologis baru ditemukan dan dianalisis. Dengan demikian, gambar ini bisa dibaca dengan mudah sebagai: "2.970 tahun atau lebih".
36. Perubahan2 terus dilakukan dalam teks tersebut oleh para sarjana alkitabiah, dan gambar tersebut bisa dibaca: "1.960 + beberapa tahun atau lebih".



Dikutip dari buku: "Salib di Bulan Sabit", karya: DR. Jerald F. Dirks, 2003



JAWAB:


Tulisan diatas memang ditujukan untuk menyerang ALKITAB, dibawah ini bisa anda bandingkan kebenaran tulisan diatas, sebagai berikut :


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 2:44 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
(Disalin dari VIVALDI) :


PERBANDINGAN SEJARAH AL-QUR’AN DAN INJIL (PERJANJIAN BARU)


Tulisan ini diilhami dari tulisan A. Ibrahim yang aslinya berjudul THE HISTORY OF THE QURAN AND THE INJIL. Namun saya telah menambahkan cukup banyak materi yang tidak ada dalam tulisan aslinya.
Dalam menulis tentang Al-qur’an, saya menggunakan banyak pandangan muslim tradisional.

Semoga bermanfaat.

Topik ini saya masukkan dalam sub Kristen karena bahasan tentang PB lebih banyak dibandingkan dengan Al-Qur'an.
Jika dirasa kurang tepat, silahkan sdr. moderator memindahkannya.


I. WAKTU PENURUNANNYA


I.1. QUR’AN


Wahyu mulai diterima oleh Muhammad SAW dari sekitar 610 M hingga beberapa waktu menjelang meninggalnya beliau di 8 Juni 632 M. Jadi penurunan wahyu dan kenabian Muhammad SAW terjadi sekitar 23 tahun.


I.2. INJIL


Yesus mulai pelayanannya di sekitar tahun 26 M. Ini diketahui dari :
Injil Lukas 3 : 1 yang menyatakan awal pelayanan “….. dalam tahun ke 15 pemerintahan kaisar Tiberius ….”.
Sejarah sekuler mencatat bahwa kaisar Tiberius mulai memerintah di tahun 11 M.
Jadi 11 M + 15 tahun = 26 M
Lama pelayanan Yesus adalah 3 tahun yang dicatat dalam Yoh 2, 6 dan 12 yang menyebutkan 3 masa paskah yang dilalui oleh Yesus.
Berarti masa pelayanan Yesus adalah dari tahun 26 M – 29 M.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 2:50 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
II. PENGHAFALAN dan PENYEBARAN SECARA LISAN


II.1. AL-QUR’AN


Selama masa penerimaan wahyu, rasulullah mendiktekan kepada sahabat-sahabatnya dan mereka menghafalkannya. Ini tercatat dalam :

1. Bukhari, VI, no. 546 : “Yang terutama diantara kamu adalah mereka yang menghafal Al-Qur’an dan mengajarkannya”

2. Bukhari VI no. 106 : “Menurut Ibn Mas’ud. Rasulullah memerintahkan aku, “Bacalah Al-Qur’an untukku”. Aku berkata, “Apakah aku harus membacakannya kepadamu karena aku menerima dari kamu?”. Rasulullah berkata, “Bacalah, aku ingin mendengarnya dari orang lain …”

Wahyu yang diterima oleh Muhammad SAW diturunkan dan dijaga secara lisan selama sekitar 43 tahun dari 610 M hingga sekitar 653 M saat Usman menuliskan Al-Qur’an dalam satu mushaf. Selama sekitar 23 tahun pertamanya, disaat Muhammad SAW masih hidup dirasa tidak perlu adanya rekaman tertulis karena Muhammad SAW dapat mengkonfirmasikannya.

Beberapa sahabat menghafalkan Al-Qur’an melalui bimbingan Muhammad SAW sendiri, beberapa nama yang tercatat adalah Abu Bakr, Umar, Usman, Ali, Ibn Masud, Abu Huraira, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr bin al-As, Aisha, Hafsa and Umm Salama. ("Itqan" Suyuti, I, h.124)

Setelah Muhammad SAW meninggal, sahabat-sahabat masih dapat saling mencocokkan hafalannya.

Sejarah Islam kemudian mencatat invasi yang sangat cepat keluar wilayah dalam 25 tahun setelah hijrah. Damaskus direbut 13 H, Persia di 14 H, sementara Mesir direbut 19 H. Sementara sekitar 25 H invasi telah mencapai Turki. Ini menyebabkan bertambahnya pemeluk Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab dan akan menimbulkan masalah karena mereka tidak mengalami langsung kehidupan bersama rasulullah. Kejadian ini mendorong kebutuhan akan rekaman tertulis Al-Qur’an.


II.2. INJIL


Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus diingat oleh murid-muridnya dan oleh mereka yang mendengar dan menyaksikan.

Hal ini dapat dipastikan dengan mempertimbangkan 2 hal :
1. Murid-murid Yesus adalah orang-orang Yahudi yang memiliki tradisi menghafal kitab suci dan ajaran-ajaran rabi mereka. Menurut Mishna (kitab peraturan hidup dan tafsir Taurat) : Murid yang baik adalah seperti tanki yang tidak bocor satu tetespun.

2. Lukas 6 : 46 dan 49 tertulis "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? dan “ Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.".

Untuk bisa melaksanakan tentu saja orang harus hafal apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus.

Injil diturunkan secara lisan selama sekitar 29 tahun, mulai dari 26 M hingga 55 M ketika buku pertama dari Perjanjian Baru (PB) ditulis oleh rasul Paulus yaitu 1 Korintus (ada yang berpendapat Galatia ditulis sekitar 48 M).

Sekalipun tidak semua pakar sependapat, namun ada yang berpendapat tentang masa penulisan kitab-kitab PB sebagai berikut :

1. A.T. Robinson
Redating the New Testament, 1976.
“Seluruh kitab-kitab PB telah dituliskan sebelum kehancuran Yerusalem ditahun 70 M”

2. W.F. Albright
Recent Discoveries in Bible Lands, 1955, halaman 136
“atau selambat-lambatnya telah selesai ditulis sebelum tahun 80 M"

Namun pakar –pakar umumnya setuju bahwa penulisan sebagian besar kitab-kitab PB terjadi antara 55 M – 70 M.

Setelah Yerusalem dihancurkan oleh Jenderal Titus ditahun 70 M, maka pusat kekristenan beralih dari Yerusalem menuju ke wilayah Asia Kecil (Turki) dan ke Roma seperti tercatat dalam KPR 2, 11 dan 18. Ini menyebabkan bertambahnya pemeluk Kristen yang bukan berasal dari bangsa Yahudi dan tidak memiliki latar belakang Yahudi. Kejadian ini mendorong kebutuhan akan rekaman tertulis Injil dan pengajaran Yesus.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 2:58 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
III. PENULISAN CATATAN-CATATAN AWAL


III.1. AL-QUR’AN


Wahyu yang diterima oleh Muhammad SAW dituliskan dalam media yang bermacam-macam (kulit, batu, kertas dll).
Namun tulisan itu tidaklah dikumpulkan dalam satu buku. Ini dikuatkan dengan kesaksian Zaid bin Tsabit ketika diperintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan dia mulai mengumpulkan dari berbagai macam bahan dan dari ingatan sahabat-sahabatnya.
Wahyu yang diterima oleh Muhammad SAW tidak ditulisnya sendiri melainkan oleh Zaid bin Tsabit sebagaimana terekam dalam hadis berikut :

Bukhari VI no. 512
“Panggilkan Zaid kemari dengan membawa alat tulis”. Kemudian Rasulullah bersabda, “Tulis : Tidaklah sama mereka yang percaya ….”

Atau sumber yang berikut yang menginformasikan adanya tulisan Al-Qur’an sekalipun tidak dijelaskan kondisinya :

Sahifa Hammam ibn Munabbih
Hamidullah, 1979, halaman 64
:
“ketika orang datang ke Medina untuk belajar Islam, mereka disediakan copy dari surah-surah Al-Qur’an untuk dibaca dan dipelajari” ."


III.2. INJIL


Apa yang dikatakan oleh Yesus sangat mungkin telah dituliskan dengan mendasarkan pada :
1. Kesaksian dari Papias, seorang murid rasul Yohanes, yang menuliskan antara 120 M – 130 M yang terekam dalam buku kuno "Church History" V.33,4.1, oleh Eusebius (270 M – 340 M).
“Matius mengumpulkan perkataan-perkataan Yesus dalam bahasa Ibrani”

2. Dalam Lukas 1 : 1 tertulis, “… banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita”.
Kitab Lukas ini ditulis antara 60 M – 63 M. Ayat diatas mengindikasinya adanya pencatatan-pencatatan yang dilakukan sebelum Lukas menuliskan injilnya.

Jadi sangat masuk akal bahwa perkataan-perkataan Yesus telah dicatatat oleh beberapa orang selama hidupnya.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:00 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
IV. PENULISAN KITAB


IV.1. AL-QUR’AN


Catatan-catatan Al-Qur’an telah dituliskan disaat Muhammad SAW masih hidup namun tidak dikumpulkan dalam satu buku. Justru pengumpulan dalam bentuk buku kemudian dilakukan oleh sahabat-sahabat nabi yang masing-masing membuat koleksi mushafnya sendiri-sendiri

Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, Agustus 2001, halaman 158 – 159


Skema mushaf-mushaf awal ini – baik mashahif primer maupun sekunder – dapat dikemukakan sebagai berikut :

A. Mushaf Primer

1. Mushaf Salim ibn Ma’qil
2. Mushaf Umar ibn Khatab
3. Mushaf Ubay ibn Ka’b
4. Mushaf Ibn Mas’ud
5. Mushaf Ali ibn abi Thalib
6. Mushaf Abu Musa al Asy’ari
7. Mushaf Hafsah bint Umar
8. Mushaf Zaid ibn Tsabit
9. Mushaf Aisyah bint Abu Bakar
10. Mushaf Ummu Salamah (w. 59 H)
11. Mushaf Abdullah ibn Amr (w. 65 H)
12. Mushaf Ibn Abbas
13. Mushaf Ibn Zubayr
14. Mushaf Ubayd ibn Umair (w. 74 H)
15. Mushaf Anas ibn Malik (w. 91 H)

B. Mushaf-mushaf sekunder :

1. Mushaf Alqama ibn Qais (w. 62 H)
2. Mushaf al Rabi ibn Khutsaim (w. 64 H)
3. Mushaf al-Harits ibn Suwaid (w. 70 H)
4. Mushaf al-Aswad ibn Yazid (w. 74 H)
5. Mushaf Hiththan (w. 73 H)
6. Mushaf Thalhah ibn Musharrif (w. 112 H)
7. Mushaf al-A’masy (w. 148 H)
8. Mushaf Said ibn Jubayr (w. 94 H)
9. Mushaf Mujahid (w. 101 H)
10. Mushaf Ikrimah (w.105 H)
11. Mushaf Atha ibn Abi Rabah (w. 115 H)
12. Mushaf Shalih ibn Kaisan (w. 144 H)
13. Mushaf Jafar al-Shadiq


Daftar tersebut dikutip dari buku Kitab al-Mashahif yang disusun oleh Ibn Abi Dawud (w. 316 H).

Antar mushaf sahabat tersebut memang tidak sama seperti terekam dalam pandangan dibawah ini.

Sumber :
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447
Merenungkan Sejarah Alquran
Luthfi Assyaukanie.
Dosen Sejarah Pemikiran Islam di Universitas Paramadina, Jakarta


Sebelum Uthman bin Affan (w. 35 H), khalifah ketiga, memerintahkan satu standarisasi Alquran yang kemudian dikenal dengan “Mushaf Uthmani,” pada masa itu TELAH BEREDAR PULUHAN –KALAU BUKAN RATUSAN -- mushaf yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi. Beberapa sahabat Nabi memiliki MUSHAFNYA SENDIRI-SENDIRI YANG BERBEDA SATU SAMA LAIN, baik dalam hal bacaan, susunan ayat dan surah, maupun jumlah ayat dan surah.


IV.2. INJIL


Pengajaran Yesus tidak ditulis sendiri olehNya, melainkan oleh muridnya, yang tercatat menuliskan adalah Matius sesuai kesaksian murid rasul Yohanes yaitu Papias. Ke 4 Injil adalah hasil tulisan yang menginformasikan ucapan-ucapan dan tindakan Yesus yang ditulis oleh 4 orang yaitu Matius, Markus, Lukas (juga menulis Kisah Para Rasul) dan Yohanes (juga menulis 1,2 dan 3 Yohanes dan Wahyu). Mereka menuliskan dengan inspirasi dari Tuhan (2 Petrus 20 – 21) bagi komunitas yang berbeda-beda.

Mereka menuliskan dengan cara dan gaya penulisan mereka sendiri-sendiri sesuai dengan komunitas yang mereka layani. Sebagian besar penulis-penulis ini adalah saksi mata langsung dari apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus.
Antar ke 4 Injil memang tidak identik karena dituliskan oleh 4 orang yang berbeda.

Sejarah mencatat bahwa pernah ada usaha oleh Tatianus untuk membuat satu buku karangan Injil yang mensinergikan ke 4 Injil tersebut.

Sumber :
Rangkuman Sejarah Gereja Kristiani
G. Van Schie
Penerbit Obor, cetakan 1, jilid 1, halaman 424 :


Sekitar tahun 170 Tatianus mengarang buku yang berjudul Diatessaron, semacam injil pukul rata, dengan mengambil unsur dari keempat karangan Injil dan dari beberapa sumber lainnya.

Namun kitab Diatessaron ini tidak pernah digunakan oleh bapa-bapa gereja karena jelas adalah karangan belakangan.

Waktu penulisan kitab-kitab PB (sumber program Alkitab ver. 2.7)
Injil Matius : 60 an M
Injil Markus : 55 M – 65 M
Injil Lukas : 60 M – 63 M
Injil Yohanes : 80 M – 95 M
KPR : 63 M
Roma : 57 M
1 dan 2 Korintus : 55 M – 56 M
Galatia : 48 M
Efsus : 62 M
Filipi : 63 M
Kolose : 62 M
1 dan 2 Tsalonika : 52 M – 53 M
1 dan 2 Timotius : 65 M – 67 M
Titus : 65 M – 66 M
Filemon : 62 M
Ibrani : 67 M – 69 M
Yakobus : 49 M (ada yang berpendapat 55 M)
1 dan 2 Petrus : 60 M – 68 M
1 – 3 Yohanes : 85 M – 95 M
Yudas : 70 M – 80 M
Wahyu : 90 M – 96 M


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:04 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
V. STANDARISASI


V.1. AL QUR’AN


Ketika terjadi perang Yamama ditahun 633, sejumlah muslim meninggal sehingga dikuatirkan bahwa sebagian Al-Qur’an akan hilang bersamaan dengan meninggalnya penghafal Al-Qur’an tersebut. Maka Abu Bakar meminta Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an dan menuliskannya ulang.Mushaf ini kemudian disimpan oleh khalifah Umar dan kemudian oleh Hafsah.

Sekitar tahun 653 M, terjadi ekspedisi ke Armenia dan Azerbaijan. Diantara pasukan Muslim terjadilah pertikaian bacaan Al-Qur’an. Hal ini dilaporkan oleh Hudzaifah bin Yaman kepada Usman yang kemudian memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menuliskan lagi mushaf dengan mendasarkan dari mushaf yang disusun sendiri oleh Zaid bin Tsabit dan sekarang disimpan oleh Hafsah.

Setelah selesai dibuat, mushaf asli disimpan di Medinah, 4 copy dikirim ke Mekah, Syria, Basrah dan Kufah.
Usman kemudian mengambil langkah drastis dengan memusnahkan seluruh salinan Al-Qur’an yang lainnya dalam bentuk apapun. Sementara mushaf milik hafsah sendiri akhirnya dimusnahkan oleh Marwan bin al Hakam segera setelah Hafsah meninggal di tahun 54 H (664 M).

Jadi di sekitar tahun 653 M itulah Al-Qur’an yang resmi dinyatakan.

Teks mushaf yang dihasilkan oleh Usman adalah teks konsonan dasar yang tidak dilengkapi dengan vocal dan titik diakritis yang membedakan konsonan bersimbol sama. (15 huruf konsonan dapat dibaca dengan 28 cara berbeda).
Dari teks dasar ini kemudian tulisan al-Qur’an berkembang dimana diwilayah-wilayah mulai menambahkan vocal dan titik diakritisnya masing-masing. Dalam penambahan vocal dan titik diakritis ini ternyata berjalan tidak seragam.


Dikutip dari Luthfi A dari Islamlib :

Untuk mengatasi varian-varian bacaan yang semakin liar, pada tahun 322 H (944 M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. Setelah membanding-bandingkan semua mushaf yang ada di tangannya, Ibn Mujahid memilih tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni :
1. Nafi (Madinah)
2. Ibn Kathir (Mekah)
3. Ibn Amir (Syam)
4. Abu Amr (Bashrah)
5. Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah).

Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa “Alquran diturunkan dalam tujuh huruf.”


Selain kiraah 7 diatas, kemudian dikenal juga kiraah 10 dan kiraah 14. Tambahan versi kiraah adalah :
• Kufa
Selain 3 versi kiraah diatas, ternyata masih ada lagi yaitu kiraah Khalaf ibn Hisyam al Bazzar.

• Madinah,
Selain kiraah Nafi ada lagi kiraah versi Abu Jafar al Makhzumi al Madani.

• Mekkah
Selain kiraah Ibn Kathir, ada lagi kiraah Muhammad ibn Abd al Rahman al Makki.

• Basrah
Selain kiraah Abu Amr, ada lagi kiraah Yaqub al Hadlrami, kiraah Abu Muhammad Yahya ibn al Mubarak dan kiraah Abu Said al Hasan ibn Yasar.

Dengan berjalannya waktu, maka dari 14 kiraah tersebut, hanya 2 yang tetap mampu menjaga popularitasnya yaitu kiraah an Ashim dan an Nafi.

Kecenderungan standarisasi semakin mengkristal sejak ditemukannya mesin cetak pada abad ke 15. Dari kiraah tujuh, hanya 2 yang yang dicetak dan digunakan secara luas, yaitu versi an Ashim dan versi an Nafi.
Pencetakan Al-Qur’an versi standard Mesir tahun 1923 mendasarkan pada versi an Ashim telah menjadikannya semacam supremasi kanon Al-Qur’an. Versi inilah yang
sekarang dugunakan secara sangat luas oleh masyarakat Islam.

Jadi dalam sejarah Al-Qur’an dilakukan 2 kali standarisasi :
Pertama :
Standarisasi dari berbagai mushaf sahabat. Dari sekian banyak mushaf distandarkan menjadi satu mushaf yaitu mushaf Usman.

Kedua :
Standarisasi dari variasi bacaan mushaf Usman akibat perbedaan penambahan huruf hidup dan pembeda konsonan. Digunakan adalah qiraah an Ashim, namun penulisannya di Mesir tahun 1923 / 1924 tidak mendasarkan dari mushaf kuno manapun melainkan diklaim sebagai murni hasil hafalan.


V.2. INJIL


Proses standarisasi dalam Injil berbeda karena yang distandarkan adalah kitab-kitab mana yang bisa diterima sebagai kitab suci. Proses ini dinamakan : KANONISASI.

Proses ini sudah dimulai sekitar pertengahan abad ke 2 M dimana saat itu mulai bermunculanlah bidat-bidat dalam kekristenan dan bidat-bidat tersebut mulai menyusun kitab-kitab mereka sendiri. Beberapa kitab-kitab bidat tersebut antara lain Injil Petrus (aliran anti Yahudi), Injil Orang Mesir (aliran Sabelius), Injil Ebionit (aliran Ebionit) dan Injil Arab tentang Masa Kecil.
Salah satu yang paling awal tercatat membuat kanon adalah Marcion yang menyusun kanonnya di tahun 144 M yang hanya menerima Injil Lukas dan Surat-Surat Paulus.

Munculnya bidat-bidat ini menyebabkan gereja merasa perlu untuk menentukan daftar kitab-kitab yang dinyatakan suci.

Dasar-dasar penentuannya :
Sumber :
Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru
Drs. M.E. Duyverman
PT BPK Gunung Mulia, cetakan 13 tahun 2000, halaman 235 :



V.2.1. Apakah kitab-kitab tersebut berasal dari rasul (langsung atau tidak langsung : maksudnya dari murid rasul / sahabat rasul) dan didukung tradisi gereja


Bagaimana mengetahui tulisan berasal dari rasul (lansung maupun tidak langsung)
Kriterianya adalah :

Sumber :
Memahami Perjanjian Baru
Pengantar Historis dan Teologis
John Drane
PT BPK Gunung Mulia, 2001, Bab D 10, 11 dan 12


Komentar-komentar bapa gerejawi yang paling awal.

A. Injil Matius
Komentar tertua dari Papias murid rasul Yohanes (lahir 40 M – 130 M) “Matius menulis Logia dalam bahasa Ibrani dan masing-masing menafsirkan menurut kesanggupannya”.

B. Injil Markus
Komentar tertua dari Papias murid rasul Yohanes (lahir 40 M - wafat 130 M) dalam buku History bab III subab 39 sbb : “Markus adalah penterjemah Petrus, ia menulis secara teliti, tetapi tidak secara berurutan, sebanyak mungkin dari apa yang dapat diingatnya tentang hal-hal yang dikatakan dan dilakukan oleh Kristus”

C. Injil Lukas
Komentar tertua berasal dari Clement dari Alexandria (murid rasul Petrus dan rasul Paulus) yang menjadi Uskup di Roma tahun 92 M – 101 M menyebutkan Lukas sebagai penulisnya. Lukas sendiri adalah teman seperjalanan rasul Paulus (Kolose 4 : 14, Filemon 24 : 2 dan 2 Tim 4 :11)

D. Injil Yohanes
Komentar dari Ireneus (115 M – 180 M) sbb : “Yohanes, murid Tuhan, yang duduk dekat Dia waktu makan bersama menerbitkan Injil itu waktu ia ada di Efesus di Asia”


Kriteria ke 2 menurut Duyverman adalah :


V.2.2. Apakah kitab itu dipergunakan oleh umum di dalam gereja ?


Kriterianya adalah :
Apakah sering dikutip oleh bapa-bapa gereja kuno.?

Sumber :
Apologetika Vol 1
Josh Mac Dowell
Gandum Mas, 2002, halaman 95


Pengutipan Perjanjian Baru oleh Para Bapak Gereja Pertama
Justinus Martyr (95 M – ?), mengutip 330 kali
Clement Alexandria (Uskup Roma 92 M – 101 M), mengutip 2406 kali
Ireneus (115 – 180), mengutip 1819 kali
Tertulianus (150 M – 220 M), mengutip 7258 kali
Hippolytus (170 M – 235 M), mengutip 1378 kali
Origenes (185 M – 254 M), mengutip 17922 kali
Eusebius (270 M – 340 M), mengutip 5176 kali


Kriteria ke 3 menurut Duyverman adalah :


V.2.3. Apakah kitab tersebut tua


Penanggalan konservatif
Injil Matius : 60 an M
Injil Markus : 55 M – 65 M
Injil Lukas : 60 M – 63 M
Injil Yohanes : 80 M – 95 M

Jadi ada banyak kriteria ketat yang diterapkan sebelum satu kitab dapat dinyatakan sebagai kitab suci.

Dalam perjalanan sejarah, ada cukup banyak kanon yang tercatat.

Beberapa kanon kuno sebelum konsili Nicea tahun 325 M adalah :
(Agar obyektif, bahan ambil dari sumber Islam dari situs Islamic Awareness yang diasuh oleh DR Saifullah sbb )

1. Kanon Muratori (sekitar tahun 180 M)
Dikutip dari buku Das Muratorische Fragment und die Monarchianischen Prologue zu den Evangelien (Kleine Texte, .I; Bonn, 1902; 2nd ed., Berlin, 1933.)
Sayang kutipan dari situs Islamic Awareness tidak lengkap dimana baru mengutip saat menyebutkan Injil yang ke tiga)

….. Injil yang ketiga adalah menurut Lukas. (3) Lukas, seorang tabib yang terkenal, setelah kenaikan Kristus (4 – 5), ketika Paulus telah mengajaknya sebagai seorang yang taat terhadap hukum, (6) mengarang Injil menurut namanya, menurut kepercayaan (umum). ……. (9) Injil yang keempat adalah menurut Yohanes, (satu) dari murid-murid. …….. Adalah penting (47) bagi kita untuk mendiskusikan satu demi satu, karena Rasul Paulus yang diberkati, dengan mengikuti jejak pendahulunya (49 – 50) Yohanes, menulis dengan nama kepada hanya 7 gereja ………

2. Kanon Origenes (185 M – 254 M)

Dari laporan yang kompleks dari Eusebius dalam bukunya Ecclesiastical History, Vl. XXV. 3-14.
………
(4) Dari ke 4 Injil, yang tidak diragukan oleh Gereja Tuhan dibawah surga, aku telah mempelajari bahwa berdasarkan tradisi, yang pertama adalah yang ditulis menurut Matius, ………. (5) Yang kedua adalah menurut Markus, ……………. (6) Dan yang ketiga, menurut Lukas, ……. Setelah itu, adalah menurut Yohanes.
………
Tetapi dia yang telah dicukupkan untuk menjadi seorang pendeta perjanjian baru, tidak karena tulisan tetapi karena roh (cf. 1 Cor. III. 6), adalah Paulus, yang telah mengabarkan injil dari Yerusalem dan sekitarnya hingga Illyricum. ……


3. Kanon Eusebius dari Kaisarea (265 M – 340 M)

( Dikutip dari buku Eusebius Ecclesiastical History, III. xxv. 1-7.).

Saat ini cukup beralasan untuk menyimpulkan tulisan-tulisan Perjanjian Baru yang telah disebutkan sebelumnya. Yang pertama adalah keempat Injil yang suci, yang diikuti dengan Kisah Para Rasul. (1) Setelah itu harus ……… dari Rasul Paulus …..

4. Kanon yang tidak diketahui namanya, terdapat dalam kodeks Claromontanus

Kanon ini diperkirakan sekitar tahun 300 M.

[Daftar kitab Perjanjian Lama diikuti dengan :]
Empat Injil :
-. Matius, 2600 baris
-. Yohanes, 2000 baris
-. Markus 1600 baris
-. Lukas, 2900 baris


Jadi dari kutipan 4 kanon diatas dapat disimpulkan :
1. Penentuan ke 4 Injil dan kitab-kitab PB lainnya adalah berdasarkan tradisi jemaat mula-mula (abad pertama masehi) dimana ke 4 Injil diterima secara luas.

2. Penerimaan ke 4 Injil oleh gereja secara umum telah terjadi jauh sebelum peristiwa konsili Nicea yang baru diadakan pada tahun 325 M.

3. Surat-surat rasul Pauluspun telah diterima secara luas sebagaimana tercatat dalam kanon Muratori (180 M)

Konsili hanya mengesahkan saja kanon yang sudah lama diakui dan disahkan oleh jemaat-jemaat gereja.
Pengesahan itu terekam dalam beberapa peristiwa :

Pertama :
Athanasius dari Iskandariyah (367 M.) memberikan kepada kita daftar tertua kitab-kitab Perjanjian Baru yang sama dengan daftar Perjanjian Baru kita saat ini. Daftar tersebut dicantumkannya dalam surat yang ditujukan kepada gereja-gereja.

Kedua :
Setelah itu ada konsili Hippo (393 M) yang juga menetapkan ke 27 kitab PB.
Kemudian dilakukan lagi pengesahan kanon melalui konsili Karthago di tahun 397 M.

Berikut diberikan rekapitulasi beberapa kanon, yaitu Ireneus (130 – 200), Muratori (170 – 210), Eusebius (270 – 340) dan Athanasius (367). Dikutip hanya untuk kitab PB saja, tanpa kitab-kitab apokrip.

Sumber :
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini
Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1992, halaman 506


……….....……………Ireneus.......Muratori..……Eusebius…….Athanasius
Injil Matius ….…... Ada……… .....Ada…………. Ada…………… Ada
Injil Markus ……... Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Injil Lukas ….…….. Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Injil Yohanes …….. Ada……....… Ada…………. Ada…………… Ada
KPR …....…..……….. Ada…....…… Ada…………. Ada…………… Ada
Roma ……...……….. Ada…....…… Ada…………. Ada…………… Ada
1 Korintus …...….. Ada….....…… Ada…………. Ada…………… Ada
2 Korintus ….…….. Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Galatia ..……....….. Ada ...……… Ada…………. Ada…………… Ada
Efsus ……....….….. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Filipi …….…...…….. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Kolose …..…..….... Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
1 Tsalonika …..…. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
2 Tesalonika .…... Ada.…...…… Ada…………. Ada…………… Ada
1 Timotius …….….. Ada…....…… Ada…………. Ada…………… Ada
2 Timotius ……….. Ada…….....… Ada…………. Ada…………… Ada
Titus …….……..….. Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Filemon …………... Ada.....……… Ada…………. Ada…………… Ada
Ibrani …………….. T. Ada....….. T. Ada………. Ada……………. Ada
Yakobus ………….. Ada....…….. T. Ada………. Ada*………….. Ada
1 Petrus ………….. Ada....……… T. Ada………. Ada…………… Ada
2 Petrus ………….. T. Ada.....… T.Ada……….. Ada*………….. Ada
1 Yohanes ….…... Ada.....……… Ada…………. Ada…………... Ada
2 Yohanes ………… Ada.....…….. Ada………….. Ada*…………. Ada
3 Yohanes ……….. T. Ada..…… T. Ada………. Ada*…………. Ada
Yudas …….....…... Ada.....……… Ada………….. Ada*…………. Ada
Wahyu ..….……….. Ada....……… Ada………….. Ada*…………. Ada



Catatan :
Ada* berarti tetap ada sebagian gereja yang tidak menerima otoritas kitab tersebut.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:09 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
VI. MANUSKRIP KUNO


VI.1. AL-QUR’AN


Ada cukup banyak manuskrip Al-qur’an kuno baik dalam bentuk fragmen atau mushaf. Namun catatan sejarah tidaklah jelas tentang bagaimana nasib dari mushaf Usman berikut copy yang dibuatnya. Umumnya pakar AL-Qur’an dewasa ini berpendapat bahwa mushaf Usman berikut copy yang dia buat juga telah musnah.


VI.1.1. Menurut DR. Subhi As Shalim


Sumber :
Membahas Ilmu-Ilmu Al-Qur’an
DR. Subhi as Shalih
Pustaka Firdaus, April 2001, hal 101


Dimanakah mushaf salinan Usman saat ini?. Sampai sekarang pertanyaan seperti itu belum dapat dijawab secara memadai. Dekorasi dan gambar-gambar yang memisahkan satu surah dari surah lain atau yang menandai setiap sepersepuluh juz menunjukkan bahwa mushaf pustaka kuno yang dewasa ini berada di didalam perpustakaan nasional di Kairo bukanlah mushaf salinan Usman mengingat bahwa salinan Usman tidak ada hal-hal semacam itu.


VI.1.2. Menurut Taufik Adnan Amal


Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, Agustus 2001, halaman 205 – 206


Terdapat sebuah manuskrip al-Qur’an yang disimpan di masjid al Husain di Kairo. Mushaf ini dinisbatkan kepada Usman dan ditulis dengan tulisan Kufi kuno. Tetapi bisa dikemukakan bahwa naskah tersebut merupakan salinan dari mushaf Usman (Ahmad Adil Kamal, Ulum al-Qur’an, Kairo, 1974 hal. 56). Semisal dengannya adalah manuskrip yang tersimpan di Tashkent ………….

Sejumlah kesimpang siuran tentang mushaf-mushaf utsmani ini pada gilirannya mengantarkan sejumlah sarjana muslim pada keyakinan bahwa naskah-naskah tersebut telah hilang tanpa bekas. Manuskrip-manuskrip kuno yang ada dewasa ini hanya dipandang sebagai salinan sempurna dari mushaf-mushaf usmani. …….

Sejalan dengannya, penelitian-penelitian tentang naskah kuno al-Qur’an mengungkapkan bahwa manuskrip-manuskrip al-Qur’an tertua – baik dalam bentuk lengkap atau hanya sebagian saja – yang ada dewasa ini adalah berasal dari abad ke 2 H.



VI.1.3 Menurut Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah


Sumber :
Studi Ulumul qur’an – Telaah Atas Mushaf Ustmani
Muhammad bin Muhammad Abu Syuhbah, terj. Drs. Taufiqurrahman M.Ag.
Pustaka Setia, 2003, halaman 33


Penulis kitab Manahil al-Irfan berkata, “Kami tidak memiliki dalil atau petunjuk yang kuat mengenai keberadaan Mushaf Usmani sekarang, terutama dalil yang menunjukkan tempatnya……. Adapun peninggalan mushaf-mushaf yang tersimpan di khazanah-khazanah kitab dan museum-museum di Mesir yang menurut satu pendapat adalah mushaf Ustmani, kami sangat meragukan kebenarannya karena didalamnya terdapat lukisan-lukisan atau gambar-gambar yang diletakkan sebagai ciri yang membatasi antar surat-surat …… Padahal sebagaimana diketahui, mushaf Ustmani tidak memiliki semua itu, bahkan tidak memiliki titik dan syakal sekalipun.

VI.1.4. Menurut situs Understanding Islam
Begitu pula dengan mansukrip yang ada di Tashkent , manuskrip ini tidak dapat dikatakan mushaf Usman karena mengandung perdedaan dengan Al-Qur’an yang sekarang digunakan.

Sumber :
http://www.understanding-islam.com/related/history.asp

Many Muslims scholars believe that the Samarkand Codex preserved at the Tashkent Library is the one compiled by ‘Uthman (rta). A close examinatikon of the text of this mushaf has shown that it cannot be – since it is different from the codex we have in our hands today.

Banyak pakar-pakar muslim percaya bahwa kodex Samarkand yang disimpan di Perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dibuat oleh Usman. Pemeriksaan teks yang cermat terhadap mushaf ini menunjukkan bahwa mushaf ini TIDAK MUNGKIN MUSHAF USMAN KARENA BERBEDA DENGAN KODEX YANG KITA MILIKI SEKARANG INI.



VI.1.5. Menurut John Gilchrist


Sumber :
Jam' Al-Qur'an
John Gilchrist, halaman 153


Salinan Al-Qur’an tertua yang ada hingga saat ini bertarikh tidak lebih awal dari 100 tahun setelah Muhammad SAW meninggal

Kesimpulan didasarkan pada tulisan yang digunakan dimana pada 2 manuskrip yang dianggap tertua yaitu Samarkand dan Topkapi ternyata ditulis dengan huruf Kufic, huruf yang digunakan dikota Kufa di Irak.


Kota Kufa sendiri baru didirikan pada tahun 638 oleh khalifah Umar. Baru menjadi kota yang penting saat dijadikan ibu kota kekhalifahan Ali bin Abi Thalib di tahun 656 M – 661 M.
Dalam periode dinasti Umawiyah (661 M – 749 M), kota ini tetap menjadi kota utama. Setelah dimulainya kekuasaan dinasti Abbasiyah (749 M), kota Kufa menjadi ibu kota administrasi selama beberapa tahun.


VI.1.6. Menurut Gerd A. Puin


Gerd A Puin adalah seorang professor dalam bidang kaligrafi Arab dari Universitas Saarland - Saarbrücken, Jerman. Ditahun 1981 beliau dikirim oleh pemerintah Jerman yang bekerja sama dengan pemerintah Yaman untuk melakukan penelitian naskah Al-Qur’an yang ditemukan di sebuah masjid di San’a - Yaman.

Pembangunan masjid ini dilakukan pada tahun 6 H (628 M) ketika nabi mempercayakan pembangunan masjid kepada salah satu sahabatnya. Ditahun 1385H/1972M, hujan lebat terjadi di San’a. Plafond di sisi Barat Laut rusak.

Dalam survei, pekerja menemukan sebuah ruangan bawah tanah yang penuh berisi perkamen dan kertas manuskrip dari salinan qur’an maupun yang bukan salinan qur’an.

Sumber :
Observation on Early Qur’an Manuscripts in San’a
Gerd R. Puin
Bab The Qur’an as a Text halaman 107 – 111 :


“Dalam manuskrip San’ani ini, tidak hanya eksis perbedaan dalam bacaan dengan mushaf Usmani, baik menyangkut vokalisasi ataupun teks konsonantalnya, tetapi juga dalam perhitungan surat, aransemennya dan sejumlah kekususan ortografis”

Namun sayang karena Gerd A. Puin tampaknya tidak bebas untuk mengemukakan penelitiannya sehingga hanya sedikit sekali yang boleh diungkapkan.

Komentar lebih lanjut dari Gerd A. Puin dikutip oleh Toby Lester seorang editor dari the Atlantic Monthly Web site :

“Begitu banyak muslim yang mempercayai bahwa diantara ke 2 cover Al-Qur’an adalah kata-kata Allah yang tidak pernah berubah. Mereka sering membandingkan dengan kritik teks Alkitab yang menunjukkan adanya factor manusia dalam penulisannya, jadi tidak diturunkan langsung dari Allah seperti Al-Qur’an. Satu-satunya cara untuk menguji pendapat ini adalah dengan membuktikan bahwa Al-Qur’anpun memiliki campur tangan manusia dalam sejarahnya. Manuskrip San’a akan membantu kita dalam melakukan penelitian ini”



VI.2. INJIL (PB)


Setelah dihancurkannya kota Yerusalem ditahun 70 M oleh jenderal Titus, maka pusat kekristenan beralih dari Yerusalem ke Asia Kecil (Antiokhia, Korintus) hingga ke Roma. Kekristenan seolah tercabut dari akar Yahudinya.

Di wilayah-wilayah tersebut kebudayaan Yunani adalah yang digunakan sehari-hari sehingga tidak mengherankan bahwa kekristenan kemudian berkembang bersamaan dengan kebudayaan Yunani (bahasa dan tulisannya) disamping kebudayaan Romawi.

Dalam bidang politis, umat kristenpun selama sekitar 300 tahun pertama abad masehi mengalami penganiayaan yang sangat hebat.

Sejarah mencatat beberapa penghambatan yang dilakukan penguasa Romawi :

 Tahun 70 M : Yerusalem dimusnahkan dan dibakar

 Tahun 112 M : kaisar Trainus melarang agama Kristen

 Tahun 165 M – 180 M : kaisar Marcus Aurelius melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap pemeluk Kristen

 Tahun 235 M – 238 M : kaisar Maximinus membunuhi orang-orang Kristen

 Tahun 257 M : kaisar Valerianus membunuh dan menghancurkan milik orang Kristen

 Tahun 297 M : kaisar Diokletianus memusnahkan milik orang Kristen termasuk membakar salinan-salinan Kitab Suci.


Baru pada tahun 312 M kekaisaran Romawi mulai menjadi kekaisaran Kristen dengan masuk Kristennya kaisar Konstantinus.


Namun toh tetap ada cukup banyak salinan Perjanjian Baru yang sampai pada kita sekarang ini. Secara total ada sekitar 5.500 salinan dalam bahasa Yunani yang terdiri dari fragmen (bagian-bagian saja) maupun gulungan yang mengandung sebagian besar teks PB (kodeks)

Berikut diberikan beberapa daftar kodeks Perjanjian Baru yang bertarikh abad ke 4 hingga 6 M (agar lebih obyektif maka sumber saya ambil dari situs Islamic-Awareness yang diasuh oleh DR Saifullah) :

Sinaiticus 4th London British Museum
Alexandrianus 5th London British Museum
Vaticanus 4th Rome Vatican Library
Ephraemi 5th Paris, France Bibliothèque Nationale
Bezae 5th Cambridge, England University Library
Claromontanus 6th Paris, France Bibliothèque Nationale Basiliensis
Coislinianus 6th Mt. Athos, Greece monastery of the Laura
Washington 5th Washington, DC Smithsonian Institution Freer Museum
Sinopensis 6th Paris, France Bibliothèque Nationale
Borgianus 5th Rome, Italy Collegium de Proppaganda Fide
Freer 4thó5th Washington, DC Smithsonian Institution Freer Museum

Terlihat bahwa tidak ada kodeks yang bertarik sebelum abad ke 4 masehi. Kemungkinan besar karena seluruh kodeks telah musnah saat penghambatan agama Kristen oleh kekaisaran Romawi.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:11 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
VII. VARIASI BACAAN


VII.1. AL-QUR’AN


Banyak hadis melaporkan adanya sahabat-sahabat nabi menuliskan Al-Qur’an mereka masing-masing. (Itqan, Suyuthi 62). Daftar dituliskan oleh Abi Dawuud.

Diantara mushaf-mushaf pra Usman, terdapat juga variasi-variasi bacaan.


VII.1.1. Ibn Mas’ud


Diantara yang paling terkenal adalah Ibn Masud, yang mengklaim telah menghafal lebih dari 70 sura langsung dari rasulullah.

Namun dalam mushafnya tidaklah terdapat sura 1, sura 113 dan sura 114. (Fihrist, I, hal 53 – 57). Dari mushaf Ibn Masud, dilaporkan ada sekitar 1700 perbedaan dengan mushaf yang sekarang digunakan. ("Materials for the history of the text of the Quran" by A. Jeffry,1937)


VII.1.2. Ubay bin Kaab


Sementara mushaf Ubay bin Kab yang adalah sekertaris rasulullah selama di Medina justru mengandung 2 sura tambahan dan ayat-ayat lainnya ("Itqan I" by Suyuti, p.65; "Masahif" by Ibn Abi Dawud, pages 180-181) yaitu Al-Khal dan Al-Hafd.

Contoh lain adalah QS 33 : 6 yang berbunyi :
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri [1201] dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. ………………….”, dalam mushaf Ubay terdapat tambahan kalimat “dan rasulullah adalah ayah bagi mereka” ("The Holy Quran" by A. Yusuf Ali, 1975, note 3674)

Contoh lain adalah ayat-ayat rajam
Menurut Suyuthi, ayat rajam ini dilaporkan ada dalam mushaf Ubay bin Ka’b [ /B]dan ditempatkan di sura 33.
Bunyi ayat ini adalah :
Apabila seorang laki-laki dewasa dan seorang perempuan dewasa berzina, maka rajamlah keduanya,itulah kepastian hukum dari Tuhan, dan Tuhan maha kuasa
lagi bijaksana


[B]VII.1.3. Abu Musa



Begitu pula mushaf Abu Musa juga terdapat 2 sura tambahan seperti mushaf Ubay bin Kaab yaitu al-Khal dan al Hafd.

Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, 2001, halaman 181


Berbeda dari mushaf Ubay dan Ibn Mas’ud, tidak ada riwayat yang menuturkan tentang susunan surat didalam mushafnya, selain riwayat bahwa 2 surat ekstra yang ada dalam mushaf Ubay – yakni surat Al-Khal dan surat Al Hafd – terdapat dalam mushafnya


VII.1.4. Ibn Abbas :


Begitu pula mushaf Ibn Abbas juga terdapat 2 sura tambahan seperti mushaf Ubay bin Kaab yaitu al-Khal dan al Hafd.

Sumber :
Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an
Taufik Adnan Amal
FKBA, 2001, halaman 183


Salah satu karakteristik mushaf Ibn Abbas adalah eksisnya dua surat ekstra – surat Al-Khal dan Surat Al-Hafd – didalamnya, sebagaimana yang ada dalam mushaf Ubay dan Abu Musa.

Setelah distandarisasi oleh Usman, ternyata masih juga terdapat banyak variasi bacaan.

Menurut Muhammad Hamidullah dalam Kata Pengantar untuk Al-Qur’an terjemahan Perancis (hal. XXXIII), perbedaan itu dapat dikategorikan menjadi 4 golongan :

1. Perbedaan karena kesalahan saat menyalin teks. Ini dapat diverifikasi dengan membandingkan dengan copy lainnya

2. Perbedaan karena memasukkan catatan kaki kedalam Al-Qur’an

3. Perbedaan karena rasulullah memang mengijinkan pembacaan Al-Qur’an dengan dialek yang berbeda-beda

4. Perbedaan karena mushaf Usman disusun tanpa huruf hidup dan tanpa titik diakritis pembeda konsonan yang memiliki simbol sama (dalam tulisan Arab hanya mengenal 15 huruf mati yang melambangkan 28 cara pembacaan)

Kebanyakan variasi bacaan tersebut menurut Muhammad Hamidullah hanya memiliki perbedaan arti yang kecil. Hanya beberapa yang menimbulkan perbedaan besar, misalkan untuk QS 5 : 63 tercatat ada 19 alternative bacaan yang pernah ada, 14 bacaan karena perbedaan saat menambahkan huruf hidup, 5 karena ada penambahan 1 atau 2 konsonan.


VII.2. INJIL (PB)


Ada sekitar 5500 salinan kuno PB dalam bahasa Yunani yang telah ditemukan saat ini baik keseluruhan maupun sebagian. Diantara salinan-salinan tersebut memang terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan ini sangat mungkin muncul karena salinan-salinan dibuat dalam kondisi umat Kristen awal yang teraniaya.
Dalam terjemahan modern, ayat-ayat yang mengandung perbedaan itu biasanya dituliskan (dalam tanda kurung).

Beberapa pendapat tentang perbedaan ini :

1. A.T. Robertson
An Introduction to the Textual Criticism of the New Testament"
A.T. Robertson, Broadman, Nashville, 1925, halaman 22
:

A.T. Robertson adalah seorang ahli teks PB berpendapat bahwa perbedaan itu adalah seperseribu dari keseluruhan teks PB.

2. Westcott dan Hort, pendapatnya dikutip dalam buku :
General Introduction to the Bible
L. Geisler and W.E. Nix, Moody Press, Chicago, 1986, halaman 365


Sementara ahli teks PB yaitu Westcott dan Hort yang meneliti variasi bacaan dari banyak naskah-naskah kuno PB menyimpulkan bahwa dari keseluruhan variasi bacaan tersebut yang masih belum dapat dipastikan adalah seperenampuluhnya. Ini menjadikan bahwa 98.33% teks PB adalah tepat.

Berdasarkan banyaknya salinan kuno tersebut, maka dapat ditentukan bacaan mana yang tepat. Kriterianya adalah sbb :

1. Umur dari manuskrip tersebut.
Jika perbedaan muncul di manuskrip yang lebih kemudian, maka variasi bacaan tersebut sangat mungkin tidaklah benar

2. Frekuensi munculnya variasi tersebut.
Jika variasi muncul hanya di beberapa mansukrip, sementara mayoritas manuskrip tidak terdapat variasi tersebut, maka variasi itu seharusnya tidak ada.

3. Kesaksian dari bapa-bapa gereja kuno

Beberapa contoh perbedaan tersebut.


VII.2.1. Markus 16 : 9 – 20.



2 manuskrip paling kuno yaitu Kodeks Sinaitucus dan kodeks Vaticanus tidak menyertakan ayat 9 – 20 ini. Namun di naskah-naskah yang kemudian yaitu kodeks Alexandrinus, Efraemi Rescriptus dan Bezae (ketiganya abad 5 M) teks ini masuk sebagai bagian Markus 16.

Namun ada beberapa alasan dimana umat Kristen bisa meyakini bahwa ayat-ayat ini ada:
1. Kesaksian dari Irenaeus sekitar tahun 180 M.

2. Diayat sebelumnya yaitu Markus 14 : 62 membicarakan tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya dari surga. Kisah yang sama ada di Matius 26 : 64. Menjadi logis bahwa Yesus pasti telah terangkat ke surga sebagaimana kisah dalam Markus 16 : 9 - 20.

3. Menjadi sangat aneh jika Injil Markus berakhir di 16 : 8 yang berbunyi ‘……. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut (They were afraid for...)". Dalam Injil bahasa Yunani kata terakhir ini adalah kata sambung “gar”. Metzger, seorang pakar Perjanjian Baru dan ahli bahasa Yunani menyatakan adalah tidak lazim sebuah buku dalam bahasa Yunani berakhir dengan kata sambung. ("Text of the New Testament" oleh Metzger, halaman 226-229)

4. Jika diteliti isi dari Markus 16 : 9 – 20 ternyata seluruhnya dapat dijumpai dalam kitab lainnya, yaitu :
a. Ayat 9 – 11 menceritakan penampakan kepada Maria Magdalena. Kisah yang sama ada di Johanes 20 : 11 – 18
b. Ayat 12 – 13 menceritakan penampakan kepada 2 muridNya. Kisah yang sama ada di Lukas 24 : 13 – 35
c. Ayat 14 – 18 menceritakan penampakan kepada 11 murid dan perintah memberitakan Injil. Kisah yang sama ada di Matius 28 : 19 dan Lukas 24 : 36 – 43
d. Ayat 19 – 20 menceritakan kenaikan Yesus ke surga. Ayat yang sama ada di Lukas 24 : 50 – 53 dan Kisah Para Rasul 1 : 6 - 11

Menjadi pertanyaan, kalau begitu mengapa ada manuskrip yang tidak mencantumkan ayat 9 – 20 ini.
Bruce Metzeger memberikan 2 solusi :
1. Markus tidak dapat menyelesaikan penulisannya, mungkin karena meninggal. Penulisan ini baru dilanjutkan oleh muridnya yang mengetahui bahwa peristiwa tersebut memang terjadi.

2. Lembaran papirus yang berisi Markus 16 : 9 – 20 hilang atau rusak saat salinan barunya belum dibuat. Maklum, waktu itu yang namanya buku kan belum seperti sekarang ini dimana sudah dijilid rapi. Yang namanya buku lebih merupakan gabungan dari lembaran-lembaran papyrus yang saling terlepas satu dengan yang lainnya.


VII.2.2. 1 Yoh 5 : 7 – 8


Terjemahan modern King James Version menuliskan “sebab ada tiga yang memberi kesaksian ….. dan ketiganya adalah satu”.

Teks ini tidak terdapat dalam naskah-naskah kuno Yunani dan seluruh terjemahan sebelum abad ke 16 M. ." (N.I.V. Study Bible, 1985, hal. 1913). Tampaknya teks ini adalah catatan kaki yang kemudian tersalin oleh penterjemah King James Version.


VII.2.3. Yoh 7 ayat 53 hingga Yoh 8 ayat 11


Menceritakan tentang wanita pelacur yang dibawa kehadapan Yesus. Cerita ini hampir tidak ditemui dalam naskah-naskah kuno. Tidak ada dalam 4 kodeks paling kuno yaitu Sinaiticus, Vaticanus, Alexandrinus dan Efraemi Rescriptus.

Perikop ini baru muncul di kodeks Bezae. Banyak orang mengira bahwa perikop ini berasal dari sumber lain. Mungkin dahulu merupakan bagian dari Injil Lukas tetapi kemudian disisipkan dalam teks Yohanes.”

Bagaimana ini terjadi. Mungkin karena gulungan yang berisi teks ini ikut tergulung bersama dengan gulungan Injil Yohanes sehingga kemudian oleh penyalin dianggap bagian Injil Yohanes.

Pada waktu itu Injil bukan berupa buku yang terjilid melainkan lebih merupakan kesatuan dari gulungan-gulungan belaka.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:14 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
VIII. KITAB SUCI YANG SEKARANG


VIII.1. Al-Qur’an


Al-Qur’an yang sekarang digunakan adalah mendasarkan dari versi standard Mesir tahun 1923 mendasarkan pada versi an Ashim.
Satu catatan yang unik adalah mushaf ini tidak disusun dari naskah kuno yang manapun, melainkan mendasarkan pada murni “HAFALAN”.

Sumber :
The writing of the Quran and the timing of the mathematical miracle
http://www.submission.org/miracle/writing.html


It was not until the year 1918 when the Muslim scholars, gathered in Cairo, Egypt, and decided to write a standardized edition of the Quran that avoids all the obvious scribes' errors in different editions of the Quran floating in the world and to standardize the numbering f the suras and verses of the Quran. In 1924, they produced the edition of the Quran that later became the standard edition around the world. They depended mainly on the oral transmission of the Quran to correct all the contradiction seen in the different Rasm (Orthography) and numbering of different Qurans

Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR’AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR’AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQ-ru’an. Di tahun 1924 mereka menerbitkan edisi Al-Qur’an yang kemudian menjadi standar edisi diseluruh dunia.
MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR’AN UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR’AN YANG BERBEDA-BEDA.


Al-Qur’an edisi Mesir 1923/24 inilah yang kemudian disebarluaskan dengan bantuan dari pemerintah Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk secara perlahan mengeliminir Al-Qur’an yang berbeda yang saat itu masih digunakan oleh umat muslim.

Sumber :
http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=447

Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar yang luar biasa, karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. Terbukti kemudian, ALQURAN EDISI MESIR ITU MERUPAKAN VERSI ALQURAN YANG PALING BANYAK BEREDAR DAN DIGUNAKAN OLEH KAUM MUSLIM.
……..
Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah SAUDI ARABIA MENCETAK RATUSAN RIBU KOPI ALQURAN SEJAK TAHUN 1970-AN merupakan bagian dari proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya PENYUKSESAN STANDARISASI ALQUR’AN. ……….. tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran hanya dengan satu edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan edisi lain yang diam-diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).



VIII.2. INJIL (PB)


Terjemahan naskah PB dewasa ini umumnya didasarkan pada beberapa manuskrip kuno yaitu :


1. Kodeks Vaticanus


Bertarik abad 4 M. Tersimpan di perpustakaan Vatikan. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-surat Kiriman, Surat-surat Paulus dan Ibrani hingga 9 : 14.
Terdiri dari 759 halaman, dimana 142 halaman adalah PB.


2. Kodeks Sinaiticus


Bertarik abad 4 M. Tersimpan di London British Museum. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Wahyu, Surat Barnabas dan Penggembalaan Hermas.
Terdiri dari 346 halaman, dimana 147 halaman adalam PB (termasuk Surat Barnabas dan Penggembalan Hermas).


3. Codex Alexandrinus


Bertarik abad 5 M. Tersimpan di London British Museum. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Ibrani, Wahyu dan I dan II Clement.
Terdiri dari 773 halaman, dimana 143 halaman adalah PB


4. Codex Ephraemi Rescriptus


Bertarik abad 5 M. Tersimpan di Bibliothèque Nationale, Paris. Terdiri dari sebagian PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Ibrani dan Wahyu.
Terdiri dari 209 halaman, dimana 145 halaman adalah PB


5. Codex Bezae


Bertarik abad 5 M. Tersimpan di University Library, Cambridge. Terdiri dari PB yang terdiri dari 4 Injil dan KPR dalam bahasa Yunani dan Latin. Selain itu terdapat juga Surat-Surat Kiriman.
Terdiri dari 510 halaman.


6. P (papiry) 75 yang bertarik sekitar 200 M dan berisikan naskah injil Lukas dan injil Yohanes. Dari seharusnya 144 halaman, yang ditemukan hanya 102 halaman.Tersimpan di Bibliothèque Bodmer, Swiss


7. P (papiry) 46 yang bertarik sekitar 200 M dan berisikan 10 kitab surat kiriman PB yang ditulis oleh rasul Paulus. Dari seharusnya 114 halaman, yang ditemukan hanya 86 halaman. Tersimpan di Perpustakaan Chester Beaty Dublin

Keabsahan P75 dan P 46 ini dikonfirmasikan dengan terjemahan versi Syria yang dilakukan antara tahun 150 M – 180 M. Naskah Syria yang ditemukan bertarik 400 M mengkonfirmasikan bahwa teks P75 dan P46 tepat.

Penjelasan tentang kodeks dan papyrus diatas dikutip dari :
The Principal Uncial Manuscripts Of The New Testament,
William Henry Paine Hatch
The University of Chicago Press, Chicago, 1993, Plate XIV.


Sebagai contoh :


1. King James Version, mendasarkan terutama dari kodeks Bezae (abad 5) yang disimpan di Cambridge University dan kodeks Basiliensis (abad 8) yang disimpan di Basel, Swiss yang ditulis ulang oleh Erasmus


2. The New International Version (NIV), mendasarkan terutama dari kodeks Vaticanus, Sinaiticus dan Alexandrinus. Diselesaikan ditahun 1978 oleh lebih dari 100 ahli bahasa. Terjemahan ini sekarang termasuk salah satu yang paling popular karena menggunakan kodeks-kodeks tertua.


Antar manuskrip kuno tersebut memang terdapat perbedaan. Dalam terjemahan modern, perbedaan-perbedaan tersebut diakomodir dengan menuliskan (dalam tanda kurung), dengan memberikan catatan terhadap ayat yang berbeda antar kodeks, atau sama sekali menghilangkan dengan catatan.

Sesuai dengan kebebasan berpendapat didunia barat, maka tidak ada satu ketentuan yang diambil oleh organisasi gereja tentang manuskrip yang boleh digunakan. Masing-masing denominasi gereja bebas menggunakan manuskrip dan terjemahan yang diinginkan.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:17 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
IX. KESIMPULAN


Sejarah teks Al-Qur’an dengan PB sebetulnya telah melalui jalan yang hampir sama. Dimana keduanya melalui serangkaian pemilihan variasi teks, tindakan mengcopy, kesalahan-kesalahan pengcopyan, editing, perbaikan dan standarisasi.

Pendapat seperti ini tidak disetujui oleh kalangan muslim orthodoks yang meyakini bahwa Al-Qur’an sudah sama persis sejak jaman Muhammad SAW hidup hingga era modern sekarang ini. Namun pendapat ini mulai ditinggalkan beberapa muslim moderat yang menyadari bahwa dari sisi kesejarahan tidak menyokong pendapat tersebut.


Secara garis besar, perbedaan terletak pada :


1. Bagaimana standarisasi dilakukan :


a. Muslim :
Standarisasi yang dilakukan terhadap Al-Qur’an adalah TERHADAP TEKSnya

b. Kristen :
Standarisasi terhadap PB adalah terhadap KITAB MANA YANG DITERIMA sebagai bagian PB.


2. Bagaimana menyikapi perbedaan variasi teks :


a. Muslim :
i. menginginkan SATU TEKS untuk Al-Qur’an yang digunakan diseluruh dunia, sehingga otoritas muslim harus MENGELIMINIR perbedaan teks.
ii. tidak lagi melakukan kritik teks dengan mengacu pada mushaf kuno

b. Kristen :
i. menerima adanya PERBEDAAN TEKS manuskrip kuno
ii. tetap melakukan penelitian terhadap manuskrip-manuskrip kuno yang ditemukan kemudian, jika ditemukan perbedaan tetap akan diakomodir dalam terjemahan-terjemahan modern dengan memberikan catatan.


Demikian perbandingan singkat sejarah Al-Qur’an dengan Perjanjian Baru (Injil).
Dilain kesempatan mungkin saya akan menambahkan dengan teks Perjanjian Lama.


Salam.
Vivaldi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Oct 06, 2006 3:21 pm 
Offline
Merdeka dlm Kristus
Merdeka dlm Kristus
User avatar

Joined: Fri Jun 09, 2006 5:20 pm
Posts: 4833
Salah satu penyesatan informasi yang selalu dilakukan oleh teman-teman muslim adalah tentang Arius dan Konsili Nicea.


Penyesatan informasi adalah tuduhan bahwa Injil telah ditentukan saat konsili Nicea yang pada akhirnya menyebabkan antara lain :


1) musnahnya Injil yang asli yang mendukung ajaran Islam,
2) pembasmian ajaran asli Yesus yang Islami,
3) membungkam Arius yang adalah penerus ajaran Yesus yang Islami yang bertentangan dengan ajaran sesat rasul Paulus.

Berikut ini diberikan kutipan dari :

Sumber :
Jesus, A Prophet of Islam
Muhammad ata ur-Rahim :


Di tahun 325 M, konsili Nicea diadakan. Doktrin Trinitas dikukuhkan sebagai doktrin resmi gereja Paulus. Sebagai konsekuensinya, diputuskan sekitar 300 INJIL YANG DITULIS DALAM HURUF IBRANI HARUS DIMUSNAHKAN, SEDANGKAN 4 INJIL DIPILIH SEBAGAI INJIL RESMI Gereja. Setelah itu, DIMUSNAHKANLAH SEMUA INJIL-INJIL berbahasa Ibrani yang saat itu ada. Keputusan gereja diumumkan bahwa siapa saja yang menyimpan Injil selain 4 yang dinyatakan resmi oleh gereja akan dihukum mat