Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Lama, 58:
Seorangpun dari Keturunannya Tidak akan Berhasil Duduk di Atas Takhta Daud * Yeremia 22: 24,30
22:24 "Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahkan sekalipun Konya bin Yoyakim, raja Yehuda, adalah sebagai cincin meterai pada tangan kanan-Ku, namun Aku akan mencabut engkau!
22:30 Beginilah firman TUHAN: "Catatlah orang ini sebagai orang yang tak punya anak, sebagai laki-laki yang tidak pernah berhasil dalam hidupnya; sebab seorang pun dari keturunannya tidak akan berhasil duduk di atas takhta Daud dan memerintah kembali di Yehuda." Apakah Yesus sang Mesias berasal dari garis keturunan
Yoyakim? Jika memang demikian, bagaimana mungkin Ia mengklaim takhta Daud melalui suatu garis keturunan yang dikutuk Allah?
Menurut 1 Tawarikh 3:16- 17,
Yoyakim memiliki tujuh keturunan. Namun, mereka ini ditawan menuju ke Babel dan di sana, menurut suatu penemuan arkeologi yang terdapat pada batu tulis bangsa Babel di Pintu Gerbang Isthar yang terkenal itu, ketujuh-tujuhnya dijadikan sida-sida dan berarti tak sanggup memiliki keturunan. Dengan pengertian ini,
Yoyakim menjadi "seakan-akan tak memiliki anak" sebab tak seorang pun dari keturunannya berhasil, dan tak ada satu pun yang duduk di atas takhta
Daud.
Garis keturunan
Daud melalui putranya,
Salomo, tiba-tiba saja berakhir. Namun, garis keturunan
Daud benar-benar berlanjut lewat salah satu saudara laki-laki
Salomo, yaitu
Natan (
jangan dibaurkan dengan nabi Natan).
Dengan rekonstruksi terbaik yang dimungkinkan dari bukti yang ada,
Yoyakim mengadopsi ketujuh putra Neri, seorang keturunan Daud melalui
Natan. Putra Neri bernama Seatiel mati tanpa anak dan kemudian saudaranya, yaitu Pedaya, melaksanakan tugas menikahi istri saudaranya (Ulangan 25:5-10), dan sebagai akibatnya lahirlah
Zerubabel.
Oleh sebab itu,
Zerubabel, sang penguasa Yehuda setelah pembuangan semasa Hagai dan Zakharia, adalah putra sah dari Seatiel, putra sesungguhnya dari Pedaya, dan berarti keturunan
Daud dengan dua catatan. 1 Tawarikh 3:19 memberitahukan bahwa
Zerubabel adalah putra dari Pedaya, saudara laki-laki Seatiel. Silsilah dalam Injil Lukas menyatakan bahwa Seatiel merupakan keturunan dari Neri (Lukas 3:27).
Maka, kita menyimpulkan bahwa garis keturunan
Yoyakim memang berakhir dan bahwa Allah dalam hikmat-Nya telah menyediakan cabang lain dari keturunan
Daud untuk melanjutkan janji yang dibuat kepada
Daud yang akan menuju kepada Kristus, sang Mesias, yang akan datang itu.
Sumber:
Walter C Kaiser, Jr.,
Ucapan yang Sulit dalam Perjanjian Lama, Saat, 2003, p 225-226
Artikel terkait :
YOYAKIM-YOYAKHIN, di
yoyakim-yoyakhin-vt2994.html#p16823Tuduhan Kontradiksi : 69. Apakah Yoyakhin berumur 18 tahun (2 Raja 24:8 ) atau 8 tahun (2 Tawarikh 36:9) ketika ia menjadi raja ,di
kontradiksi-perjanjian-lama-vt549-20.html#p1675Tuduhan Kontradiksi : 23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem?, di
kontradiksi-perjanjian-lama-vt549-20.html#p1087SILSILAH, di
silsilah-vt3020.html#p16887