Mendengar & Mengerti & Memandang & Menanggap
Ucapan Yesus Yang Sulit, 35:
Engkau Adalah Petrus* Matius 16:15-1916:15 LAI TB,
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"KJV,
He saith unto them, But whom say ye that I am?
TR,
λεγει αυτοις υμεις δε τινα με λεγετε ειναιTranslit Interlinear,
legei {Ia berkata} autois {kepada mereka} humeis de {kalian} tina {(siapakah)} me {Aku} legete einai {mengatakannya (nya)}16:16 LAI TB,
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"TR,
αποκριθεις δε σιμων πετρος ειπεν συ ει ο χριστος ο υιος του θεου του ζωντοςKJV,
And Simon Peter answered and said, Thou art the Christ, the Son of the living God.
Translit Interlinear,
apokritheis {menjawab} de {maka} simôn {simon} petros {petrus} eipen {berkata} su {Engkau} ei {adalah} ho khristos {Mesias} ho huios {Anak} tou theou {Allah} tou {(yang)} zôntos {hidup}16:17 LAI TB,
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.KJV,
And Jesus answered and said unto him, Blessed art thou, Simon Barjona: for flesh and blood hath not revealed it unto thee, but my Father which is in heaven.
TR,
και αποκριθεις ο ιησους ειπεν αυτω μακαριος ει σιμων βαρ ιωνα οτι σαρξ και αιμα ουκ απεκαλυψεν σοι αλλ ο πατηρ μου ο εν τοις ουρανοιςTranslit Interlinear,
kai {dan} apokritheis {menajwab} ho iêsous {Yesus} eipen {berkata} autô {kepada dia} makarios {yang diberkati} ei {engkau adalah} simôn {simon} bar iôna {anak yona} hoti {sebab} sarx {(manusia dari) daging} kai {dan} haima {darah} ouk {bukan} apekalupsen {menyatakan} soi {kepadamu} all {melainkan} ho patêr {Bapa} mou {-Ku} ho {(yang)} en {di} tois ouranois {surga}16:18 LAI TB,
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.KJV,
And I say also unto thee, That thou art Peter, and upon this rock I will build my church; and the gates of hell shall not prevail against it.TR,
καγω δε σοι λεγω οτι συ ει πετρος και επι ταυτη τη πετρα οικοδομησω μου την εκκλησιαν και πυλαι αδου ου κατισχυσουσιν αυτηςTranslit Interlinear,
kagô {dari pihak-KU} de {dan} soi {kepadamu} legô {Aku berkata} hoti {bahwa} su {engkau} ei {adalah} petros {petrus} kai {dan} epi {di atas} tautê {ini} tê petra {BATU (besar)/ THE ROCK} oikodomêsô {Aku akan mendirikan} mou {-Ku} tên ekklêsian {jemaat} kai {dan} pulai {pintu-pintu gerbang} hadou {dunia orang mati} ou {tidak} katiskhusousin {akan sanggup menguasai} autês {-nya}16:19 LAI TB,
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."KJV,
And I will give unto thee the keys of the kingdom of heaven: and whatsoever thou shalt bind on earth shall be bound in heaven: and whatsoever thou shalt loose on earth shall be loosed in heaven.
TR,
και δωσω σοι τας κλεις της βασιλειας των ουρανων και ο εαν δησης επι της γης εσται δεδεμενον εν τοις ουρανοις και ο εαν λυσης επι της γης εσται λελυμενον εν τοις ουρανοιςTranslit Interlinear,
kai {dan} dôsô {Aku akan memberikan} soi {kepada mu} tas kleis {kunci-kunci} tês basileias {Kerajaan} tôn ouranôn {Surga} kai {dan} ho ean {(apa saja yang)} dêsês {engkau ikat} epi {di atas} tês gês {bumi} estai dedemenon {(akan diikat/ akan dilarang)} en {di} tois ouranois {surga} kai {dan} ho {(apa saja)} ean lusês {engkau melepaskan} epi {di atas} tês gês {bumi} estai {akan menjadi} lelumenon {terlempas} en {di} tois ouranois {surga}Ada satu alasan mengapa perkataan ini dianggap sebagai perkataan yang keras : Petrus yang diberitakan dalam kitab-kitab Injil adalah pribadi yang labil untuk berfungsi sebagai fondasi bangunan, sehingga jika ia diberikan mandat yang sedemikian besar seperti yang terkandung dalam kata-kata ini. Tetapi alasan utama ditemukannya kesulitan dalam teks ini semata-mata karena perbedaan tafsir dari kalangan Katolik dan non-Katolik.
Beberapa orang non-Katolik, kalau diminta untuk menyebutkan ayat ini, mereka mengatakan bahwa ayat ini telah dipakai untuk menunjang keunggulan Gereja Roma Katolik atas gereja-gereja lain – lebih tepat lagi dikatakan untuk menunjang keunggulan Paus di Roma atas uskup-uskup lain.
Beberapa orang mengatakan bahwa ayat ini telah diselewengkan dari kata-kata aslinya yang berbunyi "engkau telah berkata" (sebagai ganti "engkau adalah Petrus). Yang lainlagi memperdebatkan bahwa kata-kata Yunani yang dipakai untuk menterjemahkan kata-kata dalam bahasa Aram yang dipakai Tuhan Yesus dalam mengucapkan perkataan ini tidak tepat – bahwa apa yang Ia ucapkan ialah "Aku berkata kepadamu, Petrus, bahwa diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku" Tetapi inipun perkiraan saja.
Bila kita tidak lagi memikirkan bahwa ayat ini ada kaitannya dengan Gereja Roma Katolik atau kepausan, kita tidak lagi akan mempersoalkan atau berusaha meniadakan kejanggalan yang dirasa ada dalam perkataan ini.
Memang sama sekali tidak ada sesuatu dalam konteks ini menunjuk pada Roma atau kepausan. Tetapi konteks perkataan ini menimbulkan masalah dalam bentuk yang lain. Ketiga Injil sinoptis mencatat bahwa kejadian ini berlangsung di sekitar Kaisarea. Mereka semua mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus, setelah bertanya kepada murid-muridNya tentang pendapat orang mengenai siapa diriNya, kemudian bertanya kepada mereka tentang pendapat mereka sendiri :
"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Atas pertanyaan ini Petrus, yang bertindak sebagai juru bicara mereka menjawab:
"Engkau adalah Mesias!" (Matius 16: 15-16 lihat juga di Markus 8:29; Injil-Injil yang lain menampilkan perbedaan dalam susunan kata-katanya). Dan Matius mencatat tanggapan Tuhan Yesus terhadap jawaban Petrus ini.
Ada penafsir yang mempersoalkan dengan bertanya
"Apakah mungkin bahwa Tuhan Yesus yang bersejarah itu berkata-kata tentang kemaatNya?" Tentunya kecil kemungkinannya bahwa Ia menggunakan kata itu dalam arti yang kita mengerti sekarang, tetapi tidak mustahil bahwa Ia menggunakan kata Aram yang diterjemahkan bahasa Yunani
εκκλησια - 'ekklêsia, istilah yang biasa diterjemahkan dengan "jemaat" (gereja) dalam Perjanjian Baru. Dan kalau memang itu yang Ia katakan, apa yang Ia maksudkan? Yang Ia maksudkan ialah kelompok baru yang akan menjadi pemimpin-pemimpin, yang memimpin dan melayani, bukan dengan mendikte.
Ada sebuah analogi yang sangat menolong untuk memahami kata-kata Tuhan Yesus kepada Petrus. Analogi ini kita temukan dalam sebuah alegori yang terdapat dalam tradisi para rabi mengenai cara Allah menangani umat manusia sejak penciptaan sampai masa Abraham. Dokumen-dokumen yang memuat alegori ini lebih muda daripada Injil-injil kita, tetapi dibalik bentuk tulisan ini ada suatu masa penyebaran dari mulut ke mulut. Dalam Yesaya 51:1 Abraham disebut sebagai 'gunung batu yang daripadanya kamu terpahat' :
* Yesaya 51:1
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.Diceritakan bahwa seorang raja ingin membangun sebuah istana. Ia menyuruh hamba-hambanya menggali untuk mencari sebuah fondasi. Mereka menggali lama sekali, dan dua kali mereka menggunakan batu duga, tetapi mereka tidak menemukan apa-apa selain rawa paya. (Batu duga dipergunakan pertama kali dalam generasi Henokh, cucu Adam, dan kemudian generasi Nuh). Setelah menggali lebih dalam lagi mereka melembar batu duga kembali, dan kali ini batu duga itu mengenai batu karang (petra). "Akhirnya", kata raja, "Aku bisa mulai membangun". (Yalqut Shim'oni,
Medieval Compilation 1.766.
Dalam alegori ini, sang raja, tentu saja adalah Allah. Istana yang Ia rencananya untuk membangunnya ialah bangsa israel, dan Ia tahu bahwa Ia memulai proyeknya bila Ia menemukan Abraham, seorang yang siap sedia menajwab panggilanNya dengan iman dan ketaatan yang mutlak. Tentunya kita tidak bisa memastikan tentang adanya hubungan langsung dengan alegori ini dengan kata-kata Tuhan Yesus kepada Petrus yang dicatat Matius, tetapi memang ada persamaan yang patut diperhatikan.
Menurut catatan Yohanes tentang pemanggilan murid-murid yang pertama, ketika masih dalam masa pelayanan Yohanes Pembabtis di seputar Sungai Yordan, Petrus mendengar saudaranya Andreas berkata tentang Tuhan Yesus,
"Kami telah menemukan Mesias" (Yohanes 1:41). Ternyata saat itu Petrus mempercayai kesaksian Andreas ini. Tetapi kejadian itu adalah kejadian yang disebut Tuhan Yesus sebagai 'manusia yang mengatakannya' kepada Petrus (reff Matius 16:17).
Pada waktu itu ada banyak bayangan populer dalam benak orang-orang mengenai bagaimana sebetulnya Mesias itu dan apa saja perbuatanNya. Tetapi sifat-sifat Tuhan Yesus dan perbuatan-perbuatanNya, yang kemudian dikenal oleh murid-muridNya, kemungkinan sama sekali tidak cocok dengan apa yang dibayangkan itu. Jika Petrus percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias pada waktu ia mula-mula menerima panggilannya, dan sekarang atau dia tahun kemudian tetap mengakui Tuhan Yesus sebagai
Mesias, maka konsep "Mesias" bagi Petrus pastilah telah berubah pengertiannya. Tidak lama sebelum ini, ia melihat Gurunya menolak usaha sekelompok kaum militan, sekitar lima ribu orang, untuk menjadikanNya raja mereka sehingga Ia bisa memimpin mereka melawan kekuasaan Roma yang menjajah mereka beserta anteknya, Herodes Antipas (Yohanes 6:15).
Mesias seperti yang dibayangkan banyak orang, tentunya akan menangkap kesempatan semacam ini. Beberapa orang, paling tidak
salah seorang muridNya, menjadi kecewa karena Tuhan Yesus menolak untuk berbuat begitu.
Kenyataan bahwa, walaupun demikian, Petrus bersedia mengakui Tuhan Yesus sebagai Mesias membuktikan bahwa ia mulai ada perubahan dalam cara ia berpikir – bahwa sekarang ia mulai memahami arti Mesias dalam terang siapa Tuhan Yesus sesungguhnya dan apa yang Ia lakukan, bukan lagi memahami Tuhan Yesus dalam terang bayangan tradisional yang diasosiasikan dengan sitilah "Mesias". Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyambut jawaban Petrus dengan penuh sukacita dan mengucapkan berkat atasnya. Karena pun akhirnya Tuhan Yesus dapat bekerja, "Akhirnya Aku bisa mulai membangun".
Telah diakui bahwa ucapan
"Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akanmendirikan jemaatKu" melibatkan permainan kata-kata. Dalam bahasa Yunani "Petrus" adalah
"πετρος – petros" dan batu karang (The Rock) dalam bahasa Yunani adalah
"πετρα – petra" (perbedaannya sederhana saja yaitu pada akhiran maskulin
"ος - os", pertu untuk nama pria, sedangkan akhiran feminin adalah
"α - a". Dalam bahasa Aram yang mungkin dipakai Tuhan Yesus saat berkata-kata kepada murid-muridNya tidak ada perbedaan bentuk kata gender maskulin/ feminin.
Tuhan Yesus berkata,
"Engkau adalah kepha, diatas kepha ini Aku akan mendirikan jemaatKu"Bentuk
כיפא - KEYFA' (
Aramaic) yang dikenakan kepada Petrus, muncul sebagai
"κηφας - kefas" dalam banyak terjemahan baru (misalnya dalam Yohanes 1:42, 1 Korintus 1:12) :
* Yohanes 1:42
LAI TB,
Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)." KJV,
And he brought him to Jesus. And when Jesus beheld him, he said, Thou art Simon the son of Jona: thou shalt be called Cephas, which is by interpretation, A stone. TR,
και ηγαγεν αυτον προς τον ιησουν εμβλεψας δε αυτω ο ιησους ειπεν συ ει σιμων ο υιος ιωνα συ κληθηση κηφας ο ερμηνευεται πετροςTranslit,
kai êgagen auton pros ton iêsoun emblepsas de autô ho iêsous eipen su ei simôn ho huios iôna su klêthêsê kêphas ho ermêneuetai petros* 1 Korintus 1:12
LAI TB,
Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. KJV,
Now this I say, that every one of you saith, I am of Paul; and I of Apollos; and I of Cephas; and I of Christ. TR,
λεγω δε τουτο οτι εκαστος υμων λεγει εγω μεν ειμι παυλου εγω δε απολλω εγω δε κηφα εγω δε χριστουTranslit,
legô de touto hoti ekastos humôn legei egô men eimi paulou egô de apollô egô de kêpha egô de khristou"κηφας - kefas/kephas" adalah bentuk lain bagi nama Pertus. Sebagai kata benda biasa, bentuk Aram "kepha" berarti "batu karang/ the rock"; kata yang sama dalam bahasa ibrani
כף - "KEPH/KEF" yang dipakai dalam Ayub 30:6 dan Yeremia 4:29 (dalam ayat ini ditulis dalam bentuk jamak
כפים - "KHEFIM") :
* Ayub 30:6
LAI TB,
Di lembah-lembah yang mengerikan mereka harus diam, di dalam celah-celah tanah dan sela-sela gunung; KJV,
To dwell in the cliffs of the valleys, in caves of the earth, and in the rocks. Hebrew,
בַּעֲרוּץ נְחָלִים לִשְׁכֹּן חֹרֵי עָפָר וְכֵפִים׃
Translit,
BA'ARUTS NEKHALIM LISY'KON KHOREI 'AFAR VEKHEFIM* Yeremia 4:29
LAI TB,
Oleh karena hiruk-pikuk pasukan berkuda dan pemanah seluruh negeri melarikan diri. Mereka masuk ke dalam belukar dan naik ke bukit-bukit batu; setiap kota sudah ditinggalkan dan tidak seorang pun tinggal di dalamnya. KJV,
The whole city shall flee for the noise of the horsemen and bowmen; they shall go into thickets, and climb up upon the rocks: every city shall be forsaken, and not a man dwell therein. Hebrew,
מִקֹּול פָּרָשׁ וְרֹמֵה קֶשֶׁת בֹּרַחַת כָּל־הָעִיר בָּאוּ בֶּעָבִים וּבַכֵּפִים עָלוּ כָּל־הָעִיר עֲזוּבָה וְאֵין־יֹושֵׁב בָּהֵן אִישׁ׃
Translit,
MIQOL PARASY VEROMEH QESYET BORAKHAT KOL-HA'IR BA'U BE'AVIM UVAKEFIM 'ALU KOL-HA'IR 'AZUVAH VE'EIN-YOSYEV BAHEN ISYDalam beberapa bahasa modern, permainan kata ini bisa diterjemahkan dengan sempurna. Misalnya dalam kebanyakan terjemahan baru bahasa Perancis, Tuhan Yesus berkata kepada Petrus
"Tu es Pierre, et cette pierre je batirai mo eglise". Tetapi hal ini tak bisa dilakukan dalam bahasa Inggris. Bila dipaksakan juga, maka kita bisa meniru terjemahan NEB :
"Engkau adalah Petrus, Sang Batu Karang; dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu"Setelah ditemukan seorang yang bersedia mengakui Tuhan Yesus sebagaimana keadaanNya yangs esungguhnya, yang tidak mencoba untuk mencocok-cocokan Dia dalam satu kerangka warisan nenek-moyang, maka dapatlah dimulai pembentukan suatu kelompok murid-murid sejati yang akan meneruskan misi Tuhan Yesus setelah kenaikanNya.
Pribadi Petrus mungkin dinilai terlalu labil untuk menyediakan dasar semacam itu, tetapi memang bukan Petrus pada dirinya sendiri, Petrus si pengaku Kristuslah yang menyediakan dasar itu. Dalam bangunan itu setiap orang yang mengakui Kristus mendapat tempat. Yang penting bukan si pengaku, tetapi kebenaran dari pengakuan itu. Dimana 'Tuhan Yesus diakui sebagai Sang Mesias, Anak Allah yang hidup', disana berdiri Gereja-Nya/ Jemaat-Nya. Selama Gereja memelihara pengakuan ini, maka pintu-pintu gerbang penjara Hades (yaitu kematian) tidak pernah akan memerangkapnya.
Dan apa pula yang dimaksud dengan 'kunci kerajaan surga' ? Kunci-kunci rumah seorang bangsawan atau raja dipercayakan kepada kepala pengurus rumah-tangga. Pada zaman dahulu, kunci-kunci tersebut ditaruh diatas bahu dan menjadi lambang dari kekuasaan yang dipercayakan kepadanya. Pada kira-kira tahun 700sM, Firman Allah menyatakan bahwa kekuasaan ini didalam istana raja di Yerusalem harus diserahkan kepada seseorang yang bernama Elyakin :
* Yesaya 22:22
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Jadi, dalam masyarakat baru yang akan dibangun Tuhan Yesus, Petrus boleh dikata menjadi kepala rumah-tangga. Dalam pasal-pasal pertama dalam Kitab Kisah Para Rasul, kita melihat Petrus menjalankan tanggung jawab ini dalam Gereja mula-mula. Ia bahkan bertindak sebagai ketua kelompok murid-murid di Yerusalem sebelum kedatangan Roh Kudus pada Hari Pentakosta Kristen yang pertama (Kisah 1:15-26). Pada hari Pentakosta, Petruslah yang mewartakan Injil dengan begitu efektif sehingga 3000 (tigaribu) orang menjadi percaya dan digabungkan dalam Gereja (Kisah 2:14-41). Beberapa waktu kemudian, Petrus pulalah yang pertama-tama mewartakan Injil kepada orang-orang yang bukan Yahudi dan dengan demikian 'ia membuka pintu iman' bagi bangsa-bangsa lain dan bangsa Yahudi (Kisah 10:34-48 ). Baik di Yerusalem pada hari pentakosta maupun di rumah Kornelius di Kaisarea, maka apa yang dilakukan Petrus di dunia dimeteraikan di Surga oleh karena Roh Kudus dicurahkan keatas orang-orang yang bertobat karena pemberitaannya. Peneguhan ilahi ini terutama menjadi penting dalam pendekatannya kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Seperti yang dikatan Petrus sendiri demikian :
* Kisah 15:8-9
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman."Mengikat" dan "melepaskan" (Matius 16:19) merupakan ungkapan-ungkapan bahasa dalam agama Yahudi yang dikepalai oleh Rabbi. Ungkapan-ungkapan ini dipakai untuk menyatakan penyebarluasan peraturan-peraturan, baik peraturan-peraturan yang melarang ataupun yang mengharuskan tindakan-tindakan tertentu. Kuasa yang diberitakan kepada Petrus untuk mengikat atau melepaskan dalam konteks yang kita pelajari ini diberitakan kepada para murid sebagai satu tubuh dalam Matius 18:18. Disini kita melihat bahwa ajaran-ajaran (dogma-doktrin) para rabbi Yahudi kadang menolong seseorang dalam melaksanakan ibadahnya; ajaran para rabbi/rohaniawan kadang "mengikat" dan "melepaskan"; seringkali melarang umat melakukan perbuatan-perbuatan tertentu (mengikat) dan mengizinkan perbuatan-perbuatan tertentu (melepaskan). Para rabbi sering mengatakan bahwa peraturan yang dibuatnya adalah "disahkan" oleh Allah di Surga.
Disini Petrus diberi kuasa mengumumkan perbuatan-perbuatan yang berkenan kepada Tuhan. Petrus harus mengajarkan hukum-hukum yang diberikan Yesus, misalnya dalam Khotbah di Bukit (Matius pasal 5-7); Kita bisa melihat buktinya, bahwa Petrus telah menulis dua surat yang berisi pengajaran (
διδαχη - didakhê), Kitab Kisah Para Rasul juga mencatat bahwa Petrus dalam hal ini juga melakukan tugasnya, salah satu contohnya, ia memberi izin supaya Kornelius dibabtis walau ia tidak disunat lebih dulu (Kisah 10). Pada waktu itu Petrus diberi ilham Roh Kudus untuk memberi keputusan yang benar. Dalam hal ini juga, para rasul juga menjalankan fungsinya dalam menyusun dogma/doktrin (
διδαχη - didakhê) yang diperlukan untuk menata jemaat-jemaat yang dipeloporinya :
* Kisah 2:42
LAI TB,
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.TR,
ησαν δε προσκαρτερουντες τη διδαχη των αποστολων και τη κοινωνια και τη κλασει του αρτου και ταις προσευχαις Translit,
êsan de proskarterountes tê didakhê tôn apostolôn kai tê koinônia kai tê klasei tou artou kai tais proseukhais Amin.
Blessings in Christ,
BP
April 12, 2007
Aritkle terkait :
- KRISTOLOGI : BATU DASAR JEMAAT, di
batu-dasar-jemaat-vt381.html#p810Sumber :
- FF Bruce,
Ucapan Yesus yang Sulit, SAAT Malang, p 150-159