Memahami Ucapan Yang Sulit Dalam Perjanjian Baru, 3:
Tidak Seorang pun yang Pernah Melihat Allah
* Yohanes 1:1-18 Firman yang telah menjadi manusia
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
1:18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Yohanes menyatakan dengan sanget jelas behwa tidak seorang pun pernah melihat Allah. Tetapi benarkah demikian? Bukankah Musa pernah melihat Allah (Keluaran 34:5-6)?
Bagaimana dengan Yesaya dan Yehezkiel? Yesaya berkata, " ... Aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang ... " (Yesaya 6:1; bandingkan dengan Yehezkiel l ). Dan bukankah murid-murid pernah melihat Yesus? [ika seseorang mengatakan, "Tapi yang mereka lihat adalah Yesus, bukan Allah," bukankah Yesus pernah berkata, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9). Jika demikian, mengapa penulis Injil membuat pernyataan di atas?
Untuk memahami keadaan yang dihadapi Musa, kita tidak dapat melihat dalam Keluaran 34, melainkan dalam bab sebelumnya di mana Allah menjelaskan apa yang akan terjadi. Musa ingin melihat "kernuliaan" Allah. Allah mengabulkannya, tetapi Dia berkata, "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup" (33:20). Untuk memecahkan masalah tersebut Musa harus bersembunyi di celah-celah batu karang. Dari tempat itu ia dapat mendengar suara Allah dan mengalami kehadiran Allah, tetapi ia tidak melihat apapun sampai Allah telah lewat. Setelah itu baru Musa dapat keluar dan melihat "lingkaran cahaya" yang mengelilingi Allah. Jadi bacaan ini dengan jelas menunjukkan bahwa Musa tidak pernah melihat Allah secara langsung.
Pengalaman Yehezkiel dan Yesaya barangkali merupakan penglihatan. Yehezkiel dengan jelas mengatakan bahwa ia "melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah" 0:1). Dalam Yesaya pasal 6 tidak disebutkan bahwa Yesaya mengalami penglihatan, tetapi dalam Yesaya 1:1 disebutkan bahwa seluruh kitab tersebut merupakan sebuah "penglihatan." Pernyataan dan latar belakang pengalamannya di Bait Allah itulah yang membuat para penulis buku tafsiran merasa yakin bahwa Yesaya sedang menceritakan penglihatan yang dialaminya ketika sedang beribadah di Bait Allah. Dengan kata lain tak satu pun dari pengalaman di atas, termasuk pengalaman Yohanes dalam Kitab Wahyu pasal 4, merupakan pengalaman melihat Allah secara langsung. Pengalaman tersebut merupakan peristiwa rohani, yang dialami sebagai penglihatan. Pengalaman Musa terasa Iebih nyata karen a dalam pengertian tertentu Allah hadir secara jasmani. Ini bukan berarti pengalaman para nabi itu tidak nyata atau tidak memiliki arti. Dalam kasus Yesaya maupun Yehezkiel, pengalaman di atas merupakan awal karir mereka. Penglihatan di atas mempengaruhi mereka secara permanen, dalam beberapa hal secara jasmani dan mental, juga secara rohani. Meskipun demikian dalam peristiwa tersebut mereka tidak melihat Allah secara langsung.
Yesuslah yang merupakan jalan untuk mengalami kehadiran Allah. lnjil Yohanes secara konsisten membedakan antara "Bapa" dan" Anak." Sejak semula Yohanes menganggap Anak (atau Firman) sejajar dengan Allah ("Firman itu adalah Allah", 1:1), meskipun bacaan yang lebih sulit (" Anak Tunggal Allah") dalam 1:18 tidak dapat diterima. Tetapi Yesus juga merupakan "Firman yang telah menjadi manusia" (1:14) dan dengan demikian Dia hadir di hadapan manusia secara jasmani. Dia dapat didengar, dilihat dan disentuh (l Yohanes 1 :1). Sebagai akibatnya, ayat kita menyatakan dengan cukup jelas bahwa dalam bentuk jasmani inilah sang Anak, "yang bersama-sarna dengan Bapa, telah membuat Bapa dikenal." Karena itu jika timbul pertanyaan apakah murid-murid telah melihat Allah, jawabannya adalah ya. Meskipun demikian, mereka tidak melihat Bapa secara langsung. Mereka melihat Yesus, yang karakter dan perilakunya menggambarkan Bapa. Mereka melihat Pribadi yang selalu menyampaikan ajaran Bapa (Yohanes 7:16-17) dan melakukan kehendak Bapa (5:19-20).
Dengan demikian manusia hampir secara langsung dapat memiliki persekutuan yang dekat dengan Allah melalui tiga cara. Musa mengalami sesuatu yang unik ketika Allah sangat dekat dengannya namun ia tetap hidup. Para nabi, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, telah mengalami penglihatan akan Allah. Sedangkan Yesus menyatakan Allah yang menjadi manusia kepada kita. ]elas bahwa kemuliaan yang dimiliki Yesus sebelumnya telah diambil daripada-Nya (Yohanes 17:5). Meskipun demikian Dia tetap merupakan gambaran yang sepenuhnya dari karakter, kehendak, dan perbuatan Bapa. Tetapi tidak satu pun manusia yang hidup pernah bertemu Bapa secara langsung. Nabi Yohanes mengatakan kepada kita bahwa hal tersebut hanya dapat terjadi di surga, setelah manusia mengalami kematian (Wahyu 7:9-10; 14:3; 21:3).
Catatan :
Karni melihatnya dalam sebuah bacaan Alkitab versi NIV yang memiliki dukungan naskah Yunani yang kuat, tetapi mungkin tidak asli. Teks Alkitab versi NIV menterjemahkan "satu-satunya Allah", tampaknya tidak mungkin dan pada dasarnya tidak didapatkan dalam bacaan bahasa Yunani. Yang lebih mungkin adalah "Anak Tunggal Allah".
BAB2
*Yohanes 1:18
Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
KJV,
No man hath seen God at any time, the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.
TR,
θεον ουδεις εωρακεν πωποτε ο μονογενης υιος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
NIV,
No one has ever seen God, but God the One and Only,[a][b ] who is at the Father's side, has made him known. Footnotes: [a] John 1:18 Or the Only Begotten [b ] John 1:18 Some manuscripts but the only (or only begotten) Son
WH,
θεον ουδεις εωρακεν πωποτε μονογενης θεος ο ων εις τον κολπον του πατρος εκεινος εξηγησατο
TR Translit Interlinear,
theon {Allah} oudeis {tidak satupun} eôraken {melihat} pôpote {pernah} ho monogenês {Yang Tunggal} theos {Allah} huios {Anak} ho {yang} hôn {ada} eis {di} ton kolpon {pangkuan/pelukan} tou patros {Bapa} ekeinos {Dia itu} exêgêsato {menyatakanNya}
-----
Disalin dari:
Peter H Davids,
Ucapan yang Sulit Dalam Perjanjian Baru, SAAT Malang, p. 23-
Artikel Terkait :
- Tuduhan Kontradiksi 22 : Hanya Yesus melihat Allah; tetapi tertulis Abraham & Yakub melihat Allah, di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1025#1025
- Tuduhan Kontradiksi 23 : Siapa melihat Aku, dia melihat Bapa; Bapa tidak pernah dilihat siapapun, di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=1026#1026
- Apakah Tuhan Bisa Dilihat Manusia? Di
http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=34#34